Dari pengamatan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) sejak 00.00 WIB hingga 06.00 WIB, tercatat empat kali guguran lava yang terjadi.
"Teramati empat kali guguran lava ke arah barat daya dengan jarak luncur maksimal 2.000 meter," kata Kepala BPPTKG Hanik Humaida dalam keterangan tertulisnya, dikutip dari Kompas.com.
Kemudian, terpantau asap putih bertekanan lemah di kawah Gunung Merapi, yang memiliki tinggi 200 sampai 300 meter dari puncak kawah.
Kemudian, Gunung Merapi mengalami 35 kali gempa guguran, satu kali gempa embusan, dan satu kali gempa tektonik jauh.
Baca: Museum Gunung Merapi
Baca: Gunung Merapi
Hingga kini, BPPTKG masih menetapkan status aktivitas Gunung Merapi pada Siaga (level III).
Potensi bahaya terkini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor tenggara-barat daya sejauh maksimal 3 kilometer ke arah sungai Woro, kemudian sejauh 5 kilometer ke arah Sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih.
Adapun lontaran material vulkanik bila terjadi erupsi eksplosif bisa menjangkau hingga radius 3 kilometer dari puncak.
Masyarakat diminta agar tidak berkegiatan di daerah potensi bahaya dan diimbau untuk mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi serta bahaya lahar saat terjadi hujan.