SMK Taruna Bhakti Depok Berduka, 2 Siswanya Tewas dalam Kebakaran Gedung Cyber

Penulis: Rakli Almughni
Editor: Natalia Bulan Retno Palupi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Petugas pemadam kebakaran dan Tim Rescue, mengevakuasi karyawan yang terjebak dalam insiden Kebakaran Gedung Cyber 1, Jakarta Selatan, Kamis (2/12/2021). WARTA KOTA/ANGGA BHAGYA NUGRAHA

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Peristiwa kebakaran yang terjadi di Gedung Cyber, Kuningan Barat, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, pada Kamis (3/12/2021) kemarin, menyisakan duka mendalam.

Kebakaran tersebut menelan korban jiwa.

Dua siswa SMK Taruna Bhakti Depok dipastikan tewas karena kebakaran tersebut.

Kedua siswa yang meninggal tersebut yakni Seto Fachruddin (18) dan Redzuan Khadafi (17).

Seto dan dan Redzuan adalah siswa kelas XII TKJ 2 di SMK Taruna Bhakti Depok.

Pihak SMK Taruna Bhakti Depok melalui akun Instagram resminya menyampaikan duka cita yang mendalam atas tewasnya kedua korban.

"Innalillahi Wa Inna Ilaihi Roji'uun. Telah berpulang ke rahmatullah sahabat, saudara kita semua Seto Fachrudin dan M Redzuan Khadafi Kelas XII TKJ 2. Semoga Allah terima Iman Islamnya, Allah ampuni segala kekhilafannya, Allah terima amal ibadahnya, Allah lapangkan kuburnya dan keluarga yang di tinggalkan di beri ketabahan dan keikhlasan. Allahummaghfirlaha warhamha wa'afihaa wa'fuanha. Allah jadikan kuburnya raudhah min riyadhil jannah. Aamiin ya robbal'alamiin," tulis pihak SMK Taruna dikutip TribunnewsWiki di akun Instagram @smktarunabhakti.depok, Jumat (3/12/2021).

"Keluarag besar SMK Taruna Bhakti mengucapkan turut berbela sungkawa yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya Seto Fachrudin dan M. Redzuan Khadafi, siswa kelas XII TKJ 2. Semoga almarhum senantiasa diterima amal ibdahnya dan dimaafkan segala kesalhannya. Aamiin Ya Robbal 'Alamin," tulis SMK Taruna Bhakti di unggahannya.

SMK Taruna Bhakti Depok menyampaikan duka cita atas tewasnya kedua siswanya. (Instagram/@smktarunabhakti.depok)


Baca: Kebakaran Gedung Cyber, 2 Orang Tewas karena Terjebak Kepulan Asap

Baca: Gedung Cyber

Kolom komentar postingan tersebut pun juga dibanjiri ucapan duka cita dari para warganet.

"Innalilahi wa inna ilaihi roji'un.. ini kejadian nya di kantor anak sy , smga almarhum Seto & Redzuan Husnul khatimah, aamiin," tulis warganet.

"Innalillahi wainnailaihi ra'jiun.. Turut berduka cita atas meninggalnya Almarhum. Semoga Allah menempatkannya di tempat yang paling indah bersama orang-orang beriman, dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran dalam menerima cobaan ini," timpal warganet lainnya.

Diberitakan sebelumnya, insiden kebakaran telah terjadi di gedung Cyber 1, di Jalan Kuningan Barat, Mampang, Jakarta Selatan, Kamis (2/12/2021) sekira pukul 12.35 WIB.

Petugas damkar menurunkan 22 unit mobil saat proses pemadaman.

Amukan jago merah tersebut bisa dipadamkan sekira 30 menit setelah kejadian.

Ada dua korban tewas dalam kebakaran yang melanda gedung Cyber itu.

Dua korban meninggal tersebut adalah Seto Fachruddin (18) dan Redzuan Khadafi (17).

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria mengatakan bahwa dua korban tewas dalam kebakaran di gedung Cyber itu karena terjebak kepulan asap.

"Dua korban terjebak asap yang luar biasa mengepul sehingga tidak bisa dihindari," kata Ahmad Riza, Kamis (2/12/2021), seperti dikutip dari Kompas.com.

"Kedua orang tersebut tidak kuat akhirnya meninggal saat terjadi kebakaran," sambungnya.

Gedung Cyber di Jalan Kuningan Barat Raya, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan terbakar, Kamis (2/12/2021) siang. (Warta Kota/ Desy Selviany)

Baca: Viral Video Wanita Pamer Aurat di Bandara Yogyakarta, Pelaku Kini Diburu Polisi

Baca: Minta Ajudan TNI ke Jenderal Dudung, Hillary Brigitta Lasut Bakal Ditegur Nasdem

Dikatakan Ahmad Riza, asap mengepul lantaran gedung Cyber tertutup.

Gedung Cyber disebut tidak memiliki jendela yang terbuka.

Sehingga hal itu membuat asap tidak bisa keluar dengan cepat dan kemudian menimbulkan asap yang luar biasa

"Orang yang ada di dalamnya tak bisa keluar dan tak kuat sesak nafas," kata Riza.

(tribunnewswiki.com/Rakli Almughni)

Baca lebih lengkap seputar berita terkait lainnya di sini



Penulis: Rakli Almughni
Editor: Natalia Bulan Retno Palupi

Berita Populer