Kehidupan Pribadi
TRIBUNNEWSWIKI.COM - Husein Muhammad
merupakan putra kedua dari delapan bersaudara, dari pasangan KH. Muhammad bin Asyrofuddin dan Nyai Hj. Ummu Salma Syathori.
Ia lahir dari pasangan KH. Muhammad dan Zainab.
KH. Muhammad adalah putra dari H. Asyrofuddin.
H. Asyrofuddin adalah seorang keturunan Gujarat India yang hijrah ke Semarang. (1)
Pendidikan
Ia menempuh pendidikan SD-SMP di Pesantren Dar al-Tauhid, Arjawinangun, Cirebon.
Baca: Kiai Haji Noer Ali
Setelah selesai, ia kemudian melanjutkan pendidikannya di SMA Aliyah di Pesantren Lirboyo, Kediri.
Ia mendapatkan gelar sarjana dari Perguruan Tinggi Ilmu Al Quran (PTIQ) Jakarta, Ciputat, tahun 1973-1980.
Setelah selesai, ia melanjutkan pendidikan di Universitas Al-Azhar, Kairo.
Selain belajar secara formal, ia juga belajar secara individu kepada beberapa ulama Al-Azhar.
Ia dikenal sebagai kiai feminis, menyuarakan isu-isu kesetaraan gender.
Ia mendirikan sejumlah lembaga swadaya masyarakat untuk isu-isu Hak-hak perempuan, antara lain Rahima, Puan Amal Hayati, Fahmina Institute dan Alimat.
Pada tahun 2007, ia terpilih sebagai Komisioner Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan. (1)
Karier
KH. Husein Muhammad merupakan pengasuh Pondok Pesantren Dar at-Tauhid Arjawinangun, Cirebon.
Pada bulan November 2000 ia mendirikan Fahmina Institute, Rahma Institute, Forum Lintas Iman, Majalah Mubadalah, dan Majalah Swara Rahima.
Pada tahun yang sama, ia juga mendirikan Pesantren Pemberdayaan Kaum Perempuan Puan Amal Hayati bersama Sinta Nuriyah A. Wahid, Mansour Fakih, dan Mohammad Sobari. (1)
Baca: FILM - Sang Kiai (2013)
Karya
KH Husein Muhammad adalah seorang penulis produktif.
Beberapa buku yang ia tulis antara lain:
Fiqh Perempuan
Refleksi Kiyai atas Wacana Agama dan Gender
Islam Agama Ramah Perempuan
Ijtihad Kiyai Husein
Upaya Membangun Keadilan Gender
Dawrah Fiqh Perempuan (modul pelatihan)
Fiqh Seksualitas
Fiqh HIV/AIDS
Mengaji Pluralisme Kepada Maha Guru Pencerahan
Mengarungi Sufisme Gus Dur (1)
Penghargaan
Ia mendapatkan gelar Doctor Honoris Causa (HC) pada 2019.
Selain itu, ia juga menerima award dari pemerintah AS dalam Heroes To End Modrn-Day Slavery pada tahun 2006.
Kiai Husein Muhammad tercatat dalam The 500 Most Inflentual Muslims. (2)