Raden Aria Wangsakara

Editor: Natalia Bulan Retno Palupi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Raden Aria Wangsakara


Daftar Isi


  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Raden Aria Wangsakara merupakan pahlawan dan tokoh pendiri Tangerang.

Dia dikenal sebagai ulama pejuang dan penyebar agama Islam yang saat itu hingga membuat Belanda takut.

Raden Aria Wangsakara merupakan keturunan Raja Sumedang Larang, Sultan Syarif Abdulrohman.

Dia merupakan seseorang yang mencoba mengembara saat terjadi bentrokan keluarga di Kerajaan Sumedang Larang, kerajaan yang terbesar di tatar tanah Sunda, usai kerajaan Padjajaran runtuh. (1)

Raden Aria Wangsakara

Baca: Jenderal Soedirman

  • Sejarah


Raden Aria Wangsakara merantau ke wilayah Tangerang karena tidak sepaham dengan saudaranya yang berpihak kepada penjajah Belanda.

Dalam beberapa sejarah disebutkan, dia merantau ke Tangerang bersama dua saudaranya yakni Aria Santika dan Aria Yuda Negara.

Mereka mendapat restu dari Sultan Banten yang saat itu di bawah kepemimpinan Sultan Maulana Yusuf.

Ketiganya bertugas untuk menjaga wilayah dari tindakan kompeni, dengan membantu benteng di Lengkong Kyai yang terletak di tepi Sungai Cisadane hingga bendungan Sangego.

Lengkong Ulama atau Lengkong Kyai merupakan sebuah dusun yang berada dalam wilayah Desa Lengkong Kulon, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten.

Lengkong Ulama berada di wilayah dataran rendah yang dikelilingi sungai terbesar di Tangerang.

Raden Aria Wangsakara kemudian menetap bersama sang istri, Nyi Mas Nurmala, anak dalam Bupati Karawang Singaprabangsa.

Mereka tinggal bersama pengikutnya yang berjumlah sekitar 500 orang di Lengkong Kyai.

Perjuangannya dalam menyebarkan agama Islam di Lengkong Kyai tersebut, akhirnya terdengar oleh VOC pada tahun 1652-1653M.

Hal itulah yang membuat VOC kemudian mendirikan sebuah benteng di sebelah timur Sungai Cisadane. Yakni persis berseberangan dengan wilayah kekuasaan Raden Aria Wangsakara.

VOC diketahui memprovokasi warga dan membuat kekacauan dengan mengarahkan tembakan meriam ke arah Lengkong Kyai.

Akibatnya, terjadilah pertempuran antar kompeni Belanda dengan rakyat Tangerang di bawah kepemimpinan Raden Aria Wangsakara.

Peristiwa tersebut menjadi tiktik awal tumbuhnya jiwa patriotisme rakyat Tangerang, di bawah kepemimpinan Raden Aria Wangsakara.

Kegigihan kepemimpinan Aria Wangsakara tersebut membuat rakyat Tangerang berhasil mengalahkan VOC usai melakukan pertempuran selama 7 bulan berturut-turut. VOC pun gagal merebut wilayah Lengkong Kyai.

Diketahui, Raden Aria Wangsakara gugur pada tahun 1720. Kemudian, makamnya dijuluki dengan Makam Pahlawan yang kini dijadikan cagar budaya di Lengkong Kyai, Kabupaten Tangerang, Banten. (2)

Baca: Kyai Muslim Muhamad Halifah (Kyai Mojo)

  • Pemberian Gelar Pahlawan Nasional


Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD, akan mengumumkan empat tokoh yang dianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada 20 November 2021.

Anugerah gelar pahlawan terebut berdasarkan keputusan Presiden Joko Widodo.

Pemberian gelar Pahlawan itu diberikan Jokowi tepat pada perayaan Hari Pahlawan, 10 November 2021.

Satu dari keempat toko tersebut yakni Raden Aria Wangsakara, yang berasal dari Banten. (2)

Baca: 17 AGUSTUS - Serial Pahlawan Nasional: Sutan Syahrir

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Anindya)



Nama Raden Aria Wangsakara


Keterangan Ulama dan Pahlawan Nasional


Asal Banten


Tahun Wafat 1720


Sumber :


1. kompas.com
2. banten.tribunnews.com


Editor: Natalia Bulan Retno Palupi

Berita Populer