Dilihat TribunnewsWiki di kanal YouTube DPR RI, Sabtu (6/11/2021), permintaan maaf tersebut disampaikan Andika ketika hendak menyampaikan visi dan misinya sebagai calon Panglima TNI.
"Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, selamat pagi, salam sejahtera. Yang terhormat Ibu Ketua Komisi I DPR RI, para Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Ibu-ibu dan Bapak-bapak anggota Komisi I DPR RI. Pertama-tama saya mohon maaf karena hari Sabtu, harusnya hari libur, Bapak-bapak, Ibu-ibu harus bekerja. Jadi permohonan maaf saya sebesar besarnya," kata Andika.
Baca: KSAD Jenderal Andika Perkasa
Baca: Punya Kekayaan Rp179 Miliar, Calon Panglima TNI Andika Perkasa Lebih Kaya daripada Jokowi
Setelah itu, Andika melanjutkan paparannya dengan menyampaikan visi yang ia usung sebagai calon panglima TNI.
Visi Andika yaitu 'TNI adalah kita'.
Andika berujar, dengan visi tersebut, ia ingin agar TNI dipandang sebagai bagian dari masyarakat Indonesia maupun internasional.
"Sesuai perintah dari Komisi I, saya akan menjelaskan dan mungkin paling lama 5 menit karena memang ini yang saya siapkan. Berangkat dari vision statement, saya memilih 'TNI adalah kita'. Memang sangat singkat sekali, tetapi justru di sini Saya ingin masyarakat Indonesia, masyarakat internasional untuk melihat 'TNI sebagai kita' atau bagian dari mereka," kata Jenderal Andika Perkasa.
Baca: Pertimbangan Jokowi Pilih Andika Perkasa, Salah Satunya Soal Senioritas
Baca: BREAKING NEWS: Jenderal Andika Perkasa Dipilih Jokowi Jadi Calon Tunggal Panglima TNI
Seperti diketahui Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Andika Perkasa ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menjadi calon tunggal Panglima TNI.
Dalam Surat Presiden (supres) tentang pergantian Panglima TNI yang diberikan oleh Menteri Sekretaris Negara Pratikno kepada Ketua DPRI RI Puan Maharani, Jokowi mengajukan nama KSAD Jenderal Andika Perkasa sebagai calon Panglima TNI menggantikan Marsekal Hadi Tjahjanto.
(tribunnewswiki.com/Rakli Almughni)
Baca lebih lengkap seputar Andika Perkasa di sini