Dikutip Tribunnewswiki.com dari The Hollywood Reporter pada Senin (18/10/2021), kebocoran data ini menghasilkan artikel yang terbit pada 13 Oktober 2021 yang lalu, merinci biaya produksi tayangan The Closer yang merupakan acara komedi stand-up Dave Chappelle.
Artikel tersebut membandingkan biaya produksi The Closer dengan proyek Netflix yang lainnya.
"Kami telah melepaskan seorang karyawaan karena membagikan informasi rahasia dan sensitif secara komersial di luar perusahaan," ungkap juru bicara Netflix kepada The Hollywood Reporter, Jumat (15/10/2021).
"Kami memahami karyawan ini mungkin termotivasi oleh kekecewaan dan sakit hati dengan Netflix, tetapi mempertahankan budaya kepercayaan dan transparasi adalah inti dari perusahaan kami," tambahnya.
Baca: Kim Nam Gil Dikabarkan Sedang dalam Pembicaraan Perankan Drama Original Netflix Terbaru
Baca: 5 Alasan Mengapa Jangan Sampai Melewatkan Drama Korea My Name, Sudah Tayang di Netflix Hari Ini
Dalam artikel itu, Bloomberg melaporkan bahwa Netflix menghabiskan 24,1 juta Dollar Amerika Serikat (sekitar Rp 340 miliar) untuk The Closer.
Serta menghabiskan 23,6 juta Dollar Amerika Serikat (sekitar Rp 333 miliar) untuk Sticks & Stones yang juga tayangan yang menampilkan Dave Chappelle.
Angka-angka itu dibandingkan dengan biaya produksi untuk Bo Burnham: Inside yang menghabiskan biaya produksi sebesar 3,9 juta Dollar Amerika Serikat (sekitar Rp 55 miliar) dan serial hits Netflix Squid Game yang menghabiskan biaya produksi 21,4 juta Dollar Amerika Serikat (sekitar Rp 301 miliar).
Menurut dokumen internal yang ditinjau oleh Bloomberg, acara spesial Dave Chappelle, Sticks & Stones diukur memiliki nilai dampak sebesar 19,4 juta Dollar Amerika Serikat (sekitar RP 273 miliar), yang berarti bahwa biaya produksinya lebih besar daripada hasil yang diterima Netflix.
Acara The Closer milik komedian Dave Chappelle menuai kontroversi karena dianggap mengolok-olok identitas gender dan menyelaraskan dirinya dengan komentar transphobic yang sempat dibuat oleh penulis JK Rowling.
Karena kontroversi itu, konten tersebut diejek oleh orang-orang transgender.
Ditambah lagi, orang-orang membandingkannya dengan Squid Game yang biaya produksinya lebih murah, namun berhasil bertahan di box office, sementara The Closer gagal di box office.
Hal ini menyebabkan tekanan eksternal dan internal yang panas di Netflix.
Banjir kritik tertuju pada Dave Chappelle dan Ted Sarandos, Direktur Utama Netflix.
The Closer dirilis pada 8 Oktober 2021 yang lalu di Netflix.
Ted Sarandos mengirimkan catatan kepada sekelompok karyawan terpilih, dengan alasan bahwa tayangan spesial itu tidak melewati batas dalam hal kebencian atau kekerasan.
"Chapelle adalah salah satu komedian stand-up paling populer saat ini, dan kami memiliki kesepakatan lama dengannya. Seperti talent kami yang lain, kami bekerja keras untuk mendukung kebebasan berkreasi mereka," ungkap Sarandos.
"Meskipun ini berarti akan selalu ada konten di Netflix yang menurut osebagian orang berbahaya, seperti Cuties, 365 Days, 13 Reasons Why, atau My Unorthodox Life," tambahnya.
Ia mengungkapkan bahwa membedakan antara komentar dan bahaya itu sulit.
Terutama dengan komedi stand-up yang ada untuk mendorong batas.
Menurutnya, beberapa orang menganggap seni stand-up itu kejam, tetapi para penontonnya menikmati hal tersebut.
Hal inilah yang Sarandos anggap bagian penting dari penawaran konten di Netflix.
Beberapa hari kemudian, Ted Sarandos mengirimkan pesan yang lebih luas kepada staf Netflix untuk menegaskan kembali dukungannya untuk The Closer dan memberikan klaim bahwa konten di layar tidak secara langsung diterjemahkan menjadi bahaya di dunia nyata.
"Bukti terkuat untuk mendukung ini adalah bahwa kekerasan di layar telah berkembang pesat selama 30 tahun terakhir, terutama dengan permainan penembak pihak pertaman, namun kejahatan kekerasaan telah menurun secara signifikan di banyak negara," tulis Sarandos dalam memo kedua pada 11 Oktober 2021.
"Orang dewasa dapat menonton kekerasan, penyerangan, dan pelecehan, atau menikmati komedi stand-up yang mengejutkan tanpa menyebabkan mereka menyakiti orang lain," tambahnya.
Dikutip dari Coppamagz, diketahui karyawan yang dipecat tersebut adalah seorang wanita berkulit hitam yang sedang hamil.
Baca: Netflix Rilis Teaser Perdana Money Heist Part 5: Volume 2, Perampokan Masih Terus Berlanjut
Baca: 5 Alasan Jangan Sampai Lewatkan Film A World Without yang Tayang Secara Global di Netflix Hari Ini
Setidaknya 1000 karyawan Netflix yang merupakan transgender atau sekutu komunitas transgender berencana untuk berpartisipasi dalam pemogokan kerja pada hari Rabu mendatang untuk memprotes pembelaan Ted Sarandos terhadap The Closer.
Pada hari Jumat yang lalu, Hannah Gadsby yang juga punya tayangan spesial di Netflix menegur Ted Sarandos.
"Kau tidak membayarku hampir cukup untuk menghadapi konsekuensi dunia nyata dari ujaran kebencian yang kau tolak akui, Ted. Persetan dengan Anda dan kultus algoritma amoral Anda," kata Gadsby dalam unggahannya di Instagram.
(Tribunnewswiki.com/Natalia Bulan R P)
Baca artikel lainnya terkait Netflix selengkapnya di sini