RF, rekan korban, mengungkapkan FA menjalani pemeriksaan pertama dan kedua di RS Harapan Mulya di Tigaraksa.
Pemeriksaan ketiga dilaksanakan di RS Ciputra, Panongan, Kabupaten Tangerang, pada Kamis kemarin malam.
Selanjutnya, FA dibawa untuk menjalani pemeriksaan keempat di RS Ciputra pada Jumat sekitar pukul 15.00 WIB.
"FA dibawa ke RS Ciputra untuk melaksanakan tes MRI (magnetic resonance imaging). Karena RS yang sebelumnya enggak lengkap, (di) Jakarta ada," urai RF pada awak media, Jumat.
RF mengatakan, FA diangkut ke RS Ciputra Jakarta menggunakan ambulans.
Sebelumnya, RF hanya menjalani tes MRI dan langsung kembali saat sudah melakukan tes pemeriksaan organ tubuh tersebut di RS Ciputra Jakarta.
"Enggak (rawat inap), dia (FA) MRI saja. Nanti langsung pulang, balik lagi," kata RF.
RF mengungkapkan, FA dibawa ke RS Ciputra Jakarta ditemani oleh ibunya, tanpa keberadaan anggota kepolisian atau pegawai Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang.
"Untuk saat ini tidak ada (yang mendampingi korban kecuali ibunya)," ungkap RF.
"Tapi ketika kemarin (Kamis) masuk ke RS Ciputra Panongan didampingi oleh Pak Bupati dan Pak Kapolres," sambung dia.
Baca: Mahasiswa yang Dibanting Polisi Dilarikan ke Rumah Sakit, Mengaku Leher dan Pundak Tak Bisa Gerak
Baca: Sudah Memaafkan, Mahasiswa yang Dibanting Tak Akan Lupakan Aksi Brigadir NP
Sebelumnya Bupati Tangerang A Zaki Iskandar mengungkapkan, FA menjalani pemeriksaan di RS Ciputra Panongan atas penyakit komorbid yang diderita dan pemeriksaan atas keluhan yang dirasakan olehnya usai dibanting anggota Polres Kota Tangerang.
“Karena FA juga ada penyakit komorbidnya, jadi saya dan Pak Kapolres Kota Tangerang beserta keluarga sepakat membawa FA ke Citra Hospital untuk pemeriksaan menyeluruh,” ujarnya dalam video singkat yang diterima Kompas.com, Jumat (15/10/2021).
Pada hari pembantingan, FA diperiksa untuk pertama kalinya di RS Harapan Mulya dan menjalani rontgen otak dan rontgen toraks.
Hasil rontgen toraks, tidak ada fraktur yang patah.
Namun demikian, polisi belum mengungkapkan hasil rontgen otak hingga saat ini.
Pada Kamis, korban yang dibanting Brigadir Polisi berinisial NP itu sempat mengeluh bahwa pundak dan lehernya tidak bisa digerakkan, sertta merasa pusing.
Pada Kamis pagi, FA mengalami kesulitan bernapas dan muntah.