Setelah partai itu ditinggal Agung Mozin, Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Ummat Neno Warisman pun mengikuti jejak pendiri partai.
Neno mengaku mengundurkan diri dari Partai Ummat karena ingin berfokus mengurus anaknya di Turki.
Sekretaris Majelis Syuro Partai Ummat Ansufri Idrus Sambo membenarkan kabar pengunduran diri Neno dari Partai Ummat.
Sambo berujar bahwa Neno resmi mundur dari Partai Ummat per Jumat (1/1/2021).
"Dia kirim WA ke kita kirim surat mudur karena mau fokus urus anaknya di Turki karena tidak bisa aktif jadi khawatir tidak bisa aktif fokus urus anaknya, jadi mundur," kata Sambo saat dikonfirmasi, Sabtu (2/10/2021), seperti dikutip dari Tribunnews.
Sambo mengatakan bahwa pesan WA Neno itu ditujukan langsung kepada Amien Rais.
Sambo mengatakan, pihaknya tidak bisa melarang keputusan Neno.
Namun, Majelis Syuro akan menggelar rapat untuk menindaklanjuti surat pengunduran diri Neno.
"Cuma kita ada mekanisme, kita akan rapat Majelis Syuro keputusannya di majelis syuro," katanya.
Baca: Neno Warisman
Baca: Partai Ummat Resmi Jadi Partai Politik, Siap Bertarung pada Pemilu 2024
Sambo pun bicara soal langkah ke depan Partai Ummat tanpa Neno Warisman maupun Agung Mozin.
Dia yakin pengunduran diri Neno tak mempengaruhi persiapan Partai Ummat menjelang Pemilu 2024 mendatang.
Sebab, persiapan tersebut dilakukan oleh Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Ummat, bukan Majelis Syuro.
"Majelis Syuro kan sifatnya bukan bekerja tapi berpikir begitu. Jadi yang bekerja DPP kita memberi masukan-masukan yang bekerja DPP," kata Sambo.
Sebelumnya, Wakil Ketua DPW Partai Ummat Sumatera Barat H.M. Tauhid juga menyatakan mundur dari kepengurusan Partai Ummat.
Tauhid mengundurkan diri sehari setelah Agung Mozin.
(tribunnewswiki.com/Rakli Almughni)
Baca lebih lengkap seputar Neno Warisman di sini dan Partai Ummat di sini