Tirto Adhi Soerjo

Penulis: Bangkit Nurullah
Editor: Putradi Pamungkas
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Bapak Pers Nasional dan Pahlawan Nasional, Tirto Adhi Soerjo (kebudayaan.kemdikbud.go.id)


Daftar Isi


  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Tirto Adhi Soerjo merupakan tokoh pers sekaligus tokoh kebangkitan Indonesia.

Tokoh yang dikenal juga dengan Raden Mas Tirto Adhi Soerjo ini lahir di Blora, Jawa Tengah pada 1880.

Ia merupakan putra dari Raden Ngabehi Moehammad Chan Tirtodhipoero.

Ayahnya itu adalah seorang petugas pajak.

Sedangkan kakeknya yang bernama Raden Mas Tumenggung Tirtonoto adalah seorang Bupati Bojonegoro.

Untuk neneknya, itu berasal dari keluarga bangsawan Mangkunegaran I Solo.

Pada 1905 Tirto Adhi Soerjo menikah dengan Prinses Fatimah.

Prinses Fatimah adalah putri dari Raja Bacan.

Keduanya bertemu ketika Tirto Adhi Soerjo diasingkan ke Bacan, Halmahera.

Hingga akhirnya keduanya memutuskan untuk menikah.

Setelah menikah dengannya, Tirto Adhi Soerjo mendapat gelar Prins Van Batjan. (1)

Surat Kabar Medan Prijaji (Wikipedia)

Baca: Pramoedya Ananta Toer

  • Kiprah


Kiprahnya Tirto Adhi Soerjo dalam dunia pers dan kebangkitan bangsa Indonesia sangat tinggi.

Ia bahkan disebut sebagai bapak pers nasional Indonesia.

Hal ini karena ia adalah orang yang merintis surat kabar dan kewartawanan Indonesia.

Sepanjang kariernya dalam dunia pers, ia telah bekerja di berbagai media.

Tak jarang ia menggunakan kemampuan menulisnya untuk melakukan propaganda dan membentuk pendapat umum yang ada di masyarakat.

Ia adalah tokoh yang berani mengkritik habis-habisan pemerintahan Hindia Belanda.

Kritikan-kritikan itu ia lontarkan melalui tulisan-tulisannya yang disebarkan melalui surat kabar.

Atas perlawanan yang ia lakukan itu akhirnya ia dibuang dan diasingkan ke Pulau Bacan dekat dengan Halmahera Provinsi Maluku Utara.

Di sana itu lah ia bertemu dengan perempuan yang kelak menjadi istrinya.

Selain di dunia pers, ia juga menjadi salah satu tokoh pendiri di Serikat Dagang Islam pada 1911.

Untuk memajukan perdagangan bumi putera, ia pun bertemu dengan Haji Samanhudi yang merupakan pengusaha batik di Solo.

Namun, nama Serikat Dagang Islam (SDI) itu berubah menjadi Serikat Islam (SI) setelah Tjokroaminoto gabung. (2)

Pahlawan Nasional dan Bapak Pers Nasional, Tirto Adhi Soerjo. (pahlawancenter.com)

Baca: Affandi Koesoema

  • Karier


Karier Tirto Adhi Soerjo dimulai dengan menjadi redaktur di Harian Bintang Betawi.

Pada 1903 ia menerbitkan surat kabar yang bernama Soenda Berita.

Setelah itu ia mendirikan dan memimpin surat kabar Medan Prijaji yang kantornya di Bandung.

Medan Prijaji ini adalah surat kabar nasional pertama yang ada di Indonesia yang menggunakan bahasa Melayu.

Selain itu, karyawan dari surat kabar ini adalah orang-orang pribumi.

Kala itu di bawah surat kabarnya terdapat motto yang berbunyi, "orgaan boeat bangsa jang terperintah di Hindia Blanda, tempat memboeka soearanja".

Setelah itu ia pun aktif dalam Serikat Dagang Indonesia atau yang kemudian berubah menjadi Serikat Islam.

Kisah-kisah dari Tirto Adhi Soerjo bahkan menjadi inspirasi bagi Pramoedya Ananta Toer dalam menulis novel.

Novel yang terinspirasi dari Tirto Adhi Soerjo ialah Tetralogi Buru dan Sang Pemula. (2)

Baca: Ahmad Tohari

  • Karya


- Doenia Pertjintaan 101 Tjerita Jang Soenggoe Terjadi di Tanah Priangan (1906)

- Tjerita Njai Ratna (1909)

- Membeli Bini Orang (1909)

- Busono (1912) (2)

(TribunnewsWiki.com/Bangkit N)



Nama Tirto Adhi Soerjo


Lahir Blora, Jawa Tengah pada 1880


Julukan Bapak pers Indonesia sekaligus tokoh kebangkitan Indonesia


Pasangan Prinses Fatimah


Sumber :


1. www.tribunnews.com/nasional/2021/02/09/profil-tirto-adhi-soerjo-bapak-pers-nasional-keturunan-ningrat-hingga-kakek-buyut-penyanyi-ibu-kota?page=3
2. ensiklopedia.kemdikbud.go.id


Penulis: Bangkit Nurullah
Editor: Putradi Pamungkas

Berita Populer