Pihak Istana Serahkan Polemik Dugaan TNI AD Disusupi PKI ke Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto

Penulis: Shin PuanMaharani
Editor: Putradi Pamungkas
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Panglima TNI Hadi Tjahjanto saat ditemui di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (30/1/2020).(KOMPAS.com/Deti Mega Purnamasari)

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Polemik dugaan TNI AD disusupi oleh Partai Komunis Indonesia (PKI) muncul ke permukaan.

Hal itu disampaikan oleh mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo.

Mendengar kabar kurang sedap itu, pihak Istana Kepresidenan RI enggan menanggapinya.

Juru bicara (jubir) Kepresidenan Fadjroel Rachman mengatakan biarkan itu diurus oleh Gatot Nurmantyo.

“Saya serahkan ke Pak Panglima saja, saya sudah membaca tanggapan Panglima,” ungkap Fadjroel dikutip dari Kompas.TV.

Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (29/1/2020).(KOMPAS.com/Ihsanuddin) (KOMPAS.com/Ihsanuddin)

Baca: Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto

Baca: Fadjroel Rachman

Dugaan TNI AD dimasuki oleh PKI berawal dari tidak adanya keberadaan patung yang disampaikan oleh Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.

“Tidak bisa suatu pernyataan didasarkan hanya kepada keberadaan patung di suatu tempat,” kata Hadi Tjahjanto, dilansir oleh Tribunnews.com.

Namun, Hadi Tjahjanto menolak menanggapi kasus tersebut terlalu jauh untuk menghindari polemik.

Terlebih, dugaan itu telah diklarifikasi oleh institusi terkait.

“Saya tidak mau berpolemik terkait hal yang tidak bisa dibuktikan secara ilmiah,” terangnya.

Hadi Tjahjanto meyakini apa yang disampaikan oleh Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo atas dugaan TNI AD dimasuki PKI hanya sebuah nasihat bagi para prajurit aktif.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto yakin pesawat Sriwijaya Air dapat dievakuasi Minggu (10/1/2021) sore. (Tangkapan Layar YouTube.com/Kompas TV)

Baca: Gatot Nurmantyo

Baca: Suroto Diundang ke Istana Kepresidenan: Peternak Ingin Harga Jagung yang Wajar, Jokowi Mengiyakan

Lebih jauh, menurutnya ideologi dan mental merupakan faktor yang sangat vital.

“Saya lebih menganggap statement tersebut sebagai suatu nasihat senior kepada kami prajurit aktif TNI untuk senantiasa waspada. Agar lembaran sejarah yang hitam tidak terjadi lagi,” imbuhnya.

Kabar burung itu pun membuat Panglima Kostrad Letjen TNI Dudung Abdurachman turut angkat bicara.

Ia pun menyarankan agar Gatot Nurmantyo sebaiknya memberikan klarifikasi atas kegaduhan kabar tersebut.

“Seharusnya Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo selaku senior kami di TNI, terlebih dahulu melakukan klarifikasi dan bisa menanyakan langsung kepada kami, selaku Panglima Kostrad,” jelasnya.

“Dalam Islam disebut tabayun agar tidak menimbulkan prasangka buruk yang membuat fitnah, dan menimbulkan kegaduhan terhadap umat dan bangsa," pungkasnya.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUAN)

Baca lengkap soal Hadi Tjahjanto di sini

 



Penulis: Shin PuanMaharani
Editor: Putradi Pamungkas

Berita Populer