De Loano Glamping

Editor: Febri Ady Prasetyo
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

De Loano Glamping penginapan ekskulisif yang ada di Desa Sibebek, Kecamatan Loano


Daftar Isi


  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM -  De Loano Glamping merupakan salah satu penginapan eksklusif yang ada di perbatasan antara Kabupaten Purworejo dan Kabupaten Kulonprogo.

Tempat yang berada di Desa Sibebek, Kecamatan Loano, ini dikelola oleh PT Badan Otorita Borobudur.

De Loano Glamping ini berdiri di atas lahan seluas 1,3 hektare dan dibangun di hutan pinus Petak 99 P milik Perhutani KPH Kedu Selatan.

Tempat ini memang dibangun untuk kegiatan malam keakraban, outbond, dan kegiatan publik lainnya, sekaligus meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar.

De Loano Glamping ini letaknya bersebelahan dengan kebun teh Nglinggo Kulonprogo.

Tempat ini berjarak 30 kilometer jika dari pusat Kota Yogyakarta dan 18 kilometer dari Candi Borobudur.

Wisatawan yang ingin menginap harus melakukan pemesanan langsung ke kantor Badan Otorita Borobudur di Jalan Faridan M. Noto No. 19, Kotabaru, Kecamatan Gondokusuman, Yogyakarta.

De Loano Glamping diresmikan tanggal 14 Februari 2019 oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya(1)(2)

Batu peresmian De Loano Glamping oleh Arief Yahya (Instagram / deloano_glamping)

Baca: Glamping Indekostour Yogyakarta

  • Daya Tarik


Objek wisata satu ini memberikan suasana alam yang tenang dan jauh dari keramaian.

Tak hanya itu, objek wisata ini menawarkan udara sejuk khas alam hutan pinus.

De Loano Glamping yang berada di area perbukitan hijau.

Bukan hanya sebagai penginapan saja, De Loano Glamping juga memiliki spot foto yang menarik.

Pengunjung dapat mengabadikan momen bersama teman, keluarga, atau pasangan dengan deretan glamping dan sejumlah pohon pinus yang indah sebagai latar belakangnya.

Pada malam hari lampu-lampu bohlam berwarna oranye yang ada di De Loano Glamping ini akan menyala.

De Loano Glamping letaknya bersebelahan dengan Kebun Teh Nglinggo Kulonprogo sehingga pengunjung dapat langsung bewisata ke kebun teh. (3)

Suasana malam hari di De Loano Glamping (Google Maps / suryantono selokojoyo)

Baca: Glamping Lakeside Rancabali

  • Aktivitas Wisata


Wisatawan yang berkunjung ke De Leano Glamping dapat melakukan berbagai aktivitas wisata.

Menginap di Tenda VIP atau Reguler

De Leano Glamping menyediakan 10 tenda inap yang terdiri atas 1 tenda VIP yang dapat memuat 4 orang dan 9 tenda reguler dengan kapasitas masing-masing 6 orang.

Tenda inap dilengkapi dengan fasilitas kasur, bantal, dan selimut tebal.

Bukan hanya itu, terdapat pula stop kontak dan jaringan WiFi.

Wisatawan dapat menyewa tenda reguler dengan harga Rp600.000, sedangkan tenda VIP seharga Rp 400.000.

Ini sudah termasuk minum, cemilan, dan makan.

Salah satu ruang tenda inap di De Loano Glamping (Instagram / deloano_glamping)

Berfoto

De Leano Glamping ini juga menyediakan spot foto.

Selain dapat berfoto dengan latar belakang pohon pinus  atau glamping, wisatawan juga dapat berfoto di spot lain, misalnya, toilet khusus VIP yang sengaja dibangun dan dicat dengan warna-warni.

Ada pula cozy seating spot yang dapat digunakan untuk bersantai atau menghabiskan waktu bersama keluarga, teman, atau pasangan.

Bermain Offroad atau Downhill

De Leano Glamping letaknya juga berdekatan dengan desa wisata Nglinggo dan Borobudur Highland.

Wisatawan dapat mencoba bermain offroad dan downhill di sana.

-Barbeque

De Leano Glamping juga menyediakan fasilitas barbeque.

Wisatawan dapat menggelar barbeque dengan keluarga atau teman sembari menikmati keindahan malam hari di De Leano Glamping. (4)

Baca: Desa Wisata Ranupani

  • Fasilitas


De Leano Glamping ini juga menyediakan fasilitas  lain, di antaranya sebagai berikut.

-Area Parkir

-Toilet yang didesain sangat unik

-Festival musik

-Restoran

-Spot Foto (5)

Baca: Taman Wisata Matahari

(TribunnewsWiki.com/Atika)



Nama De Loano Glamping


Alamat Pangkuan Sedayu, Desa, Sibebek, Sedayu, Kec. Loano, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah


Pengelola PT Badan Otorita Borobudur.


Diresmikan pada 14 Februari 2019 oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya


Jam operasional Setiap hari 24 jam


Sumber :


1. brisik.id
2. dinparbud.purworejokab.go.id
3. www.wisatainfo.com
4. bob.kemenparekraf.go.id
5. ngetripkemana.com


Editor: Febri Ady Prasetyo
BERITA TERKAIT

Berita Populer