Pasalnya hingga satu bulan berlalu, polisi masih belum bisa menemukan dalang di balik kasus pembunuhan itu.
Suami Tuti Suhartini yang bernama Yosef tak luput dari pemeriksaan kasus pembunuhan tersebut.
Namun tak hanya Yosef, polisi juga melakukan pemeriksaan terhadap istri mudanya yang bernama Mimin.
Baru-baru ini, Yeti Mulyati yang merupakan kakak Tuti Suhartini mengungkapkan fakta baru terkait kasus pembunuhan itu.
Yeti Mulyati mengungkapkan sebelum kasus pembunuhan itu, Tuti adiknya sempat mendapat sejumalh teror serta penyerangan.
Baca: Yosef dan Istri Muda Jalani Tes Kebohongan Terkait Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang
Baca: Genap Satu Bulan, Dalang Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang Tak Kunjung Terungkap
Lebih lanjut, ia juga merasa ada yang aneh dari gelagat Yosef saat mengabarkan kasus pembunuhan Tuti Suhartini dan Mustika Amalia Ratu.
Yeti menceritakan keanehan Yosef itu kepasa pakar mikro ekspresi sekaligus psikolog Poppy Amalya.
Ia mengatakan, Yosef pertama kali mengabari pembunuhan itu kepada Ida, kakak Tuti.
"Kedengeran dia langsung ke Ida, 'Wa wa di rumah berantakan, Amel (Amalia) sama Enung (Tuti) gak ada, diculik. terus saya sekarang mau ke kantor polisi', kata pak Yosef," jelas Yeti, dilansir oleh TribunnewsBogor.com.
Yeti juga menyebutkan bahwa kala itu Yosef mengendarai motor dengan cepat.
"Kenceng banget."
"Motornya kenceng. Dia berhenti sebentar gak turun, 'sekarang mau lapor polisi'," ungkap Yeti.
Baca: Ustaz Armand Tewas Ditembak di Tangerang, Diduga Aksi Pembunuhan Berencana
Baca: Kebakaran di Lapas, Yasonna Laoly: Korban Tewas 1 Napi Terorisme, 1 Pembunuhan, dan Sisanya Narkoba
Poppy Amalya pun melemparkan pertanyaan terkait penampilan atau pembawaan Yosef kala itu.
"Tampilannya gimana , panik, takut ?" tanya Poppy.
"Kaya panik," jawab Yeti.
Yeti juga menyebut cara bicara Yosef pada saat itu seperti dibuat-buat.
"Tinggilah, kaya dibuat-buat kaya gitu, gak tau yah, kenceng ngomongnya, kaya iya, kaya akting, tapi gak tau," jelasnya.
Yeti pun mengatakan saat dirinya tiba di lokasi pembunuhan sudah terpasang garis polisi.
"Saya sama wa Ida udah dulu ke situ, terus Lilis belakangan, tapi udah banyak orang, ada garis TKP gak boleh masuk," imbuhnya.