M Jasin

Editor: Putradi Pamungkas
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Komjen Pol. (Purn) DR. H. M. Moehammad Jasin, (1920 - 2012)


Daftar Isi


  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Komisaris Jenderal Polisi (Purn) DR.H. Moehammad Jasin adalah tokoh pejuang yang berasal dari militer Indonesia.

Moehammad Jasin lahir di Sabang, Pulau Weh, Aceh.

Ia miliki ibu yang berdarah Minangkabau dan ayahnya bernama Iyas, berdarah Jawa.

Ia menikah dengan seorang perempuan bernama Siti Abesanti tahun 1945.

Pada tahun 1970-an, ia menjabat sebagai Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) ABRI.

Sebelumnya, Moehammad Jasin menjabat sebagai Panglima Daerah Militer (Pangdam) VII/Brawijaya dari tahun 1967-1970.

Ketika Moehammad Jasin menjabat Pangdam I/Iskandar Muda di Aceh pada tahun 1960-1963, Jasin berperanan besar dalam menciptakan perdamaian antara Pemerintah RI dengan DI/TII di bawah pimpinan Teungku Daud Beureu'eh.

Salah satu aksi yang dilakukan Jasin adalah memproklamasikan Polisi Istimewa atau Tokubetsi Keisatsu Tai menjadi Polisi Republik Indonesia.

Moehammad Jasin juga dikenal sebagai Bapak Brimob Polri. (1)  (2) 

Baca: Sarwo Edhie Wibowo

Moehammad Jasin, Bapak Brimob Nasional 

  • Pendidikan


- Taman Siswa, Sabang

- Taman Dewasa, Medan (1939)

- Taman Siswa Ki Hajar Dewantara - Taman Guru B2
- Wirogunan, Yogyakarta (1940)

- Defense General Staff College Wellington, India (1958). (1)

Baca: Muhammad Hatta Lukman

  • Karier Militer


- PETA - Perwira Staf Daidan I Madiun (1944)

- Ajudan Komandan Resimen 31 BKR Madiun (1945)

- Komandan Batalion 40 Madiun (1947)

- Komandan Brigade V Kediri (1951)

- Kepala Staf Resimen 17 Surabaya (1951)

- Kepala Staf Resimen Infanteri 16 Jember (1951)

- Kepala Departemen Penjerangan SSKAD (1953)

- Kepala Departemen Lapis Badja SSKAD (1959)

- Pangdam I/Iskandar Muda (1960-1963)

- Atase Militer RI di Moskow (1965)

- Pangdam VIII/Brawijaya (1967-1970)

- Wakil KSAD (1970). (1)

Baca: Kolonel Sugiyono

 

  • Tanda Jasa


- Bintang Dharma

- Bintang Gerilya

- Bintang Kartika Eka Phaksi Kelas II

- Bintang Jalasena Kelas II

- Bintang Kartika Eka Phaksi Kelas III

- Bintang Sewindhu

- Bintang Swa Bhuwana Paksa Kelas II

- Bintang White Elephant Kelas II (Thailand)

- Bintang Bhayangkara Kelas II

- Bintang Yudha Dharma Pratama

- Satya Lencana Kesetiaan 24 Tahun

- Satya Lencana Perang Kemerdekaan ke I

- Satya Lencana Perang Kemerdekaan ke II

- Satya Lencana GOM I

- Satya Lencana COM VII

- Satya Lencana Satya Dharma

- Satya Lencana Dwi Dya Sistha

- Satya Lencana Penegak. (1)

Baca: Letnan Kolonel Untung

  • Sipil


- Rektor Universitas Syah Kuala, Aceh (1962)

- Sekjen Departemen PUTL (1973-1975)

- Direksi dan Komisaris di sejumlah PT (1974)

- Private Consultant (1975-1985). (1)

Baca: Kolonel D.I. Panjaitan

  • Perjuangan


Pasca kemerdekaan Indonesia, Moehammad Jasin ikut serta dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Ia berkonstribusi dalam memproklamasikan perubahan Polisi Istimewa menjadi Polisi Indonesia.

Pada 21 Agustus 1945, proklamasi tersebut ia kumandangkan, sebagai bentuk melepaskan keterkaitan Polisi Istimewa dengan Jepang.

Selain itu, ia juga telah mengubah status polisi dari polisi kolonial menjadi polisi negera merdeka.

Proklamasi tersebut sekaligus menjadi bentuk antisipasi terhadap adanya kemungkinan Jepang melucuti senjata Polisi Istimewa.

Surabaya menjadi kota yang sangat panas saat bulan-bulan pertama pasca proklamasi kemerdekaan.

Pasalnya telah banyak terjadi perebutan senjata dari pasukan Jepang dan pertempuran melawan sekutu.

Setelah beberapa hari Pertempuran Surabaya meledak, Jasin mengumumkan melalui sebuah radio, bahwa pasukan Polisi Istimewa yang ia pimpin telah dimiliterisasi.

Maka dari itu, mereka diwajibkan bergabung dalam pertempuran.

Selama Pertempuran Surabaya berlangsung, Jasin memimpin pasukannya dalam pertempuran di beberapa tempat.

Pada akhir Novemeber 1945, Jasin pergi meninggalkan Surabaya serta memindahkan markasnya ke Sidoarjo.

Selain terlibat dalam Pertempuran Surabaya, ia juga berperan dalam Mobiele Brigade (Mobbring) atau yang kini disebut Brigade Mobil (Brimob).

Bahkan ia diangkat menjadi Komandan Mobiele Brigade Besar (MBB), Jawa Timur.

Moechammad Jasin juga menjabat sebagai Koordinator Mobrig di semua keresidenan Jawa Timur.

Selain berkiprah di bidang kepolisian, Jasin juga pernah menjabat sebagai anggota Dewan Pertimbangan Agung (DPA), anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara (MPRS).

Komjen Pol. (Purn) DR. H. M. Jasin meninggal dunia di RS Polri Kramat Jati pada Kamis, 3 Mei 2012.

Jasadnya kemudian dikebumikan di Taman Makam Pahlawan Kalibata.

Untuk mengenang jasa-jasanya, berdasarkan Keputusan Presiden No. 116/TK/Tahun 2015, 5 November 2015, ia dianugerahi gelar Pahlawan Nasional. (2) 

Baca: Kolonel Abdul Latief

(Tribunnewswiki.com/ Husna)



Info Pribadi


Alma mater Defence General Staff College, Wellington, India (1958)


Riwayat Karir Militer - Wakil KSAD - Pangdam VIII Brawijaya - Pangdam I/Iskandar Muda


Meninggal 7 April 2013 (umur 91), Jakarta


Sumber :


1. id.wikipedia.org
2. www.kompas.com/stori/read/2021/07/20/180000079/m-jasin--pendidikan-kiprah-dan-perjuangannya?page=all


Editor: Putradi Pamungkas

Berita Populer