Informasi Awal
TRIBUNNEWSWIKI.COM - Bambang Nurdiansyah merupakan pelatih tim sepak bola asal Indonesia yang sudah malang melintang menjadi pelatih di Liga Indonesia.
Pada tahun 2021, Bambang Nurdiansyah ditunjuk untuk mengarsiteki klub Liga 2 RANS Cilegon FC.
Bambang Nurdiansyah memiliki lisensi kepelatihan Pro UEFA.
Ia lahir pada 28 Desember 1960 di Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Saat masih aktif bermain, Bambang Nurdiansyah berposisi sebagai striker dan pernah bermain untuk Timnas Indonesia. (1)
Baca: Ansyari Lubis
Karier Sebagai Pemain
Bambang Nurdiansyah mengawali karier sebagai pemain dengan bergabung dengan tim Arseto Solo pada tahun 1978.
Setelah lima tahun memperkuat Arseto Solo, Bambang Nurdiansyah pindah memperkuat tim Tunas Inti, klub yang berasal dari Jakarta yang berkompetisi di Galatama.
Ia juga sempat bermain untuk tim Yanita Utama dan Krama Yudha Tiga Berlian sebelum akhirnya memperkuat Pelita Jaya.
Saat bermain bersama Krama Yudha, Bambang Nurdiansyah berhasil membawa klubnya tersebut menjadi juara Galatama sebanyak 2 kali.
Bambang Nurdiansyah mengakhiri karier sebagai pemain sepak bola pada tahun 1993 dengan terakhir memperkuat tim Putra Samarinda.
Bersama Timnas Indonesia, Bambang Nurdiansyah menjadi bagian dari skuad SEA Games 1991 yang berhasil meraih medali emas.Sebagai seorang striker, Bambang Nurdiansyah pernah mencatatkan meraih hattrick gelar top skor pada masa Galatama, ia meraih gelar tersebut pada musim 1983, 1984 dan 1985. (2) (3)
Baca: Eduard Ivakdalam
Karier Sebagai Pelatih
Karier kepelatihan Bambang Nurdiansyah dimulai pada tahun 2005 dengan menjadi pelatih interim Timnas Indonesia saat menggantikan Peter Withe.
Ia sempat menangani tim PSIS Semarang pada tahun 2005 dan Pelita Krakatau Stel tahun 2006, sebelum akhirnya kembali menangani Timnas Indonesia.
Namun pada tahun 2006, Bambang Nurdiansyah kembali ke timnas dengan menjadi asisten pelatih untuk gelaran Piala Asia 2007 yang digelar di Indonesia.
Bambang Nurdiansyah kemudian menjadi direktur teknik tim Pelita Jaya pada tahun 2007.
Pelatih kelahiran Banjarmasin ini kemudian menjadi pelatih tim Arema Malang pada tahun 2008, namun hanya memimpin Arema Malang dalam 4 pertandingan, Bambang Nurdiansyah memilih mengundurkan diri setelah merasa ditekan kelompok pendukung Arema, Aremania.
Bambang Nurdiansyah kemudian menjadi pelatih beberapa klub di Indonesia, seperti PSIS Semarang pada musim 2008-2009, dan Sriwijaya FC pada musim 2011.
Pada musim 2011/2012 Bambang Nurdiansyah yang menjadi pelatih Persiram Raja Ampat berhasil menghindarkan Persiram jari jurang degradasi sehingga tetap bertahan di ISL.
Bambang Nurdiansyah juga sempat menjadi pelatih klub Divisi Utama, Cilegon FC pada musim 2013/2014.
Ia kemudian ditunjuk untuk mengarsiteki Persija Jakarta pada musim 2015 dan 2016.
Sebelum menjadi pelatih RANS Cilegon FC pada musim 2021, Bambang Nurdiansyah sempat menjadi direktur teknik PSIS Semarang pada musim 2019.
Bambang Nurdiansyah diberikan target untuk dapat membawa RANS Cilegon FC promosi ke Liga 1 pada musim 2021. (1) (2) (4)
Baca: Widyantoro
Klub
1978-1982 Arseto Solo
1982-1983 Tunas Inti
1983-1985 Yanita Utama
1985-1986 Krama Yudha Tiga Berlian
1986-1992 Pelita Jaya
1993 Putra Samarinda
2005 Timnas Indonesia
2005 PSIS Semarang
2006 Pelita Krakatau Steel
2006-2007 Timnas Indonesia (asisten pelatih)
2007 Pelita Jaya (direktur teknik)
2008 Arema Malang
2008-2009 PSIS Semarang
2011 Sriwijaya FC
2011-2012 Persiram Raja Ampat
2013-2014 Cilegon United
2015-2016 Persija Jakarta
2019 PSIS Semarang (direktur teknik)
Baca: RANS Cilegon FC