Garis Van Mook

Editor: Putradi Pamungkas
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Garis Van Mook di Jawa. Wilayah yang berwarna merah dikuasai oleh Indonesia


Daftar Isi


  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM- Garis Van Mook atau Garis Status Quo adalah perbatasan yang memisahkan wilayah milik Belanda dan Indonesia pada masa Revolusi Nasional Indonesia.

Perbatasan ini diciptakan setelah Perjanjian Renville pada Januari 1948, yang mengakhiri aksi polisionil Agresi Militer Belanda I.

Selain itu, garis ini juga dikelilingi oleh tanah tak berbatuan yang mencakup wilayah sepanjang 10-15 km.

Garis Van Mook dinamakan berdasarkan Hubertus van Mook. (1) 

Baca: Konfrontasi Indonesia - Malaysia

Kondisi Indonesia pada 1 Desember 1948 yang terpecah oleh van Mook Line atau Garis van Mook.

  • Latar belakang


Militer Indonesia melanggar gencatan senjata dengan menyusupkan pasukan gerilya ke daerah-daerah yang diduduki oleh Belanda.

Tindakan ini mendorong Belanda untuk meluncurkan serangan dalam skala penuh untuk kedua kalinya pada bulan Desember 1948, yang dikenal dengan Agresi Militer Belanda II.

Agresi Militer Belanda II terjadi pada 19 Desember 1948, yang diawali dengan serangan terhadap Yogyakarta, ibu kota Indonesia saat itu, serta penangkapan Soekarno, Mohammad Hatta, Sjahrir dan beberapa tokoh lainnya. (2)  (1)

Baca: De Jure

  • Hubertus Johannes van Mook


HUbertus Johannes van Mook merupakan seorang jenderal Hindia yang menjabat sejak tahun 1942-1948.

Ia juga dikenal Huib van Mook, sebagai peniliti yang menulis tentang pulau Jawa, Kota Gede Yogyakarta.

Hubertus Johannes van Mook lahir di Semarang, 30 Mei 1894.

Pada tahun 1941, Hubertus Johannes van Mook diangkat sebagai Gubernur Jenderal oleh pemerintah Hindia-Belanda.

Namun, saat ia kembali ke Indonesia bersama pasukan Belanda dan sekutu, tidak disambut baik oleh bangsa Indonesia.

Pada saat itu, masyarakat Indonesia saat itu dalam suasana kemerdekaan, sehingga tak menginginkan kehadiran van Mook.

Hubertus van Mook tidak menawarkan kemerdekaan, namun menawarkan Republik Federal. Hal itu untuk menjalin hubungan dipolitik dan ekonomi yang kuat dengan Belanda.

Bahkan, ia berasalan bahwa Indonesia tak cukup kuat secara politik dan ekonomi, yang dibandingkan dengan orang-orang Tiongkok Indonesia, India Indonesia dan partai Komunis Indonesia yang sedang bangkit.

Kesepakatan itu diadakan di atas geladak kapal U.S. Warship Renville yang dimulai pada 17 Januari 1948.

Melalui perjanjian Renville, secara taktis Belanda mampu menguasai beberapa wilayah di Indonesia, sekaligus menjadi tanda bagi berakhirnya Agresi Militer Belanda I.

Hasil dari Perjanjian Renville juga dianggap merugikan bangsa Indonesia.

Perjanjian ini dianggap sebagai bagian terendah dalam kehidupan bangsa Indonesia.

Kemerdekaan yang baru seumur jagung harus jatuh kembali ke pelukan Belanda.

Salah satu hasil dari Perundingan Renville adalah disahkannya Garis Demarkasi van Mook, yang menjadi titik balik terpecah belahnya Republik Indonesia ke dalam wilayah yang lebih sempit. (3) 

Baca: Front Demokrasi Rakyat (FDR)

(Tribunnewswiki.com/ Husna)



Nama lain Garis Status Quo


Hasil perundingan Renville Disahkannya Garis Demarkasi van Mook, yang menjadi titik balik terpecah belahnya Republik Indonesia ke dalam wilayah yang lebih sempit.


Sumber :


1. id.wikipedia.org
2. id.wikipedia.org
3. nationalgeographic.grid.id


Editor: Putradi Pamungkas
BERITA TERKAIT

Berita Populer