Taliban Dituduh Bunuh Polwan Afghanistan yang Hamil 6 Bulan di Depan Keluarganya

Penulis: Putradi Pamungkas
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Warga Afghanistan, berharap untuk meninggalkan Afghanistan, mengantre di gerbang masuk utama bandara Kabul di Kabul pada 28 Agustus 2021, menyusul pengambilalihan militer Afghanistan yang menakjubkan oleh Taliban.

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Kelompok Taliban dikabarkan membunuh seorang polisi wanita yang sedang hamil.

Informasi tersebut menurut kesaksian saksi mata, dikutip dari BBC Minggu (5/9/2021).

Sang perempuan, yang diidentifikasi bernama Banu Negar, ditembak mati di depan keluarganya di Firozkoh, ibu kota Provinsi Ghor.

Pembunuhan tersebut terjadi di tengah kabar meningkatnya pengekangan terhadap perempuan di Afghanistan.

Menanggapi tudingan tersebut, Taliban menyatakan mereka tidak ada sangkut pautnya dengan pembunuhan Negar.

Mereka bahkan siap untuk menyelidikinya.

"Kami tahu tentang insiden itu, dan saya mengonfirmasi kami tidak membunuhnya. Kami tengah menginvestigasinya," kata juru bicara Zabihullah Mujahid.

Pejuang Taliban berjalan di gerbang masuk utama bandara Kabul di Kabul pada 28 Agustus 2021, setelah pengambilalihan militer Afghanistan yang menakjubkan oleh Taliban. (WAKIL KOHSAR / AFP)

Mujahid mengatakan, pihaknya sudah mengumumkan amnesti bagi siapa pun yang pernah bekerja bagi pemerintahan sebelumnya.

Dirinya menduga pembunuhan terhadap si polisi wanita disebabkan masalah pribadi atau faktor lainnya.

Baca: Hari Pertama Kehidupan Afghanistan di Bawah Taliban : Tumbuhkan Janggut, Pecat Karyawan Wanita

Baca: Ditembak di Kepala, Penyanyi Afghanistan Fawad Andarabi Tewas di Tangan Taliban

Di sisi lain, informasi mengenai apa yang terjadi pada Negar masih buram.

Pasalnya, warga Firozkoh takut disakiti jika mereka berbicara.

Meski demikian, tiga sumber mengungkapkan Negar dibunuh tepat di depan suami dan anaknya pada Sabtu waktu setempat (4/9/2021).

Kerabat Negar memperlihatkan gambar darah yang tercecer di dinding dan jenazah Negar terbaring di dekatnya.

Keluarga mengungkapkan Negar tengah hamil delapan bulan.

Dikabarkan ada tiga orang bersenjata yang tiba di rumah Negar melakukan penggeledahan kemudian mengikat mereka.

Sejak berkuasa di Afghanistan pada 15 Agustus, Taliban bersikap lebih toleran dibanding periode pertama kekuasaan.

Namun, kelompok HAM sudah mendokumentasikan laporan mengenai pembunuhan, penahanan, dan persekusi kelompok minoritas.

Hari Pertama Kehidupan Afghanistan di Bawah Taliban

Seiring berakhirnya gelombang pasukan AS dan penyelesaian proses evakuasi , perempuan di Afghanistan dipaksa untuk membuat pilihan pribadi yang memilukan.

Mereka dipaksa memilih untuk bertahan hidup di bawah rezim Taliban yang ultra-religius dan konservatif.

Dikutip dari Independent, hampir empat juta orang Afghanistan di bawah pemerintahan Taliban kini khawatir hidup mereka tidak akan lagi sama.

Taliban memberlakukan pembatasan ketat saat mereka menyelesaikan kerangka pemerintahan baru.

Para wanita bahkan mulai membakar pakaian mereka yang kemungkinan besar tidak disetujui rezim ekstremis.

Para pria pun mulai menumbuhkan janggut.

Adapun sekolah dan universitas bersiap untuk memisahkan kelas dan kantor memecat karyawan wanita.

“Putri saya yang berusia 10 tahun tidak pergi ke sekolah dalam dua minggu terakhir,” kata mantan pegawai pemerintah yang tidak ingin disebutkan namanya.

“Mereka tidak diterima di sekolah saat ini. Kepala sekolah menyuruh kami untuk tidak mengirimnya.”

“Sekolah mengatakan mereka harus membuat pengaturan untuk membagi kelas antara perempuan dan laki-laki,” tambahnya.

Pria tersebut mengatakan keluarganya meninggalkan rumah leluhur mereka di Kabul dan memilih pindah ke daerah terpencil.

Daerah tersebut dianggap lebih aman.

 “Tidak ada wanita di jalanan sekarang. Bahkan jika Anda melihat siapa pun, mereka akan tertutup burqa,” katanya, sembari khawatir putrinya juga harus mengenakan burqa untuk bisa pergi ke sekolah.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUTRADI PAMUNGKAS)

SIMAK ARTIKEL SEPUTAR AFGHANISTAN DI SINI



Penulis: Putradi Pamungkas
BERITA TERKAIT

Berita Populer