Partai Masyumi

Editor: Natalia Bulan Retno Palupi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Presiden Sukarno berbicara pada konvensi Partai Masyumi


Daftar Isi


  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM- Partai Masyumi adalah sebuah partai yang dibentuk oleh Jepang pada 24 Oktober 1943, saat terlibat dalam Perang Pasifik.

Masyumi dikenal sebagai partai politik Islam terbesar di Indonesia selama masa Demokrasi Liberal.

Namun pada akhirnya dibubarkan pada tahun 1960.

Masyumi dibubarkan oleh Presiden Soekarno, karena diduga partai ini mendukung pemberontakan PRRI. (1) 

Baca: Front Demokrasi Rakyat (FDR)

Tampak Mohammad Natsir menggenakan kacamata dan memakai peci. Ketua Umum Masyumi sedang menanti giliran untuk menukar surat suara. (brilio.net)

  • Asal usul


Pada awalnya, Masyumi didirikan pada 24 Oktober 1943 sebagai pengganti MIAI atau Madjlisul Islamil A'laa Indonesia.

Hal itu dikarenakan Jepang memerlukan suatu badan untuk menggalang dukungan masyarakat Indonesia melalui lembaga agama Islam.

Meskipun demikian, Jepang tidak begitu tertarik dengan partai-partai Islam yang telah ada pada zaman Belanda.

Karena kebanyakan partai tersebut berlokasi diperkotaan dan memiliki pola pikir modern. Sehingga sejak minggu pertama, Jepang telah melarang Partai Sarekat Islam Indonesia atau Partai Islam Indonesia (PII).

Selain itu, Jepang juga berusaha memisahkan cendikiawan Islam di perkotaan dengan para kyai di pedesaan.

Para Kyai di pedesaan memiliki peran lebih penting bagi Jepang karena dapat menggerakkan masyarakat untuk mendukung Perang Pasifik, sebagai buruh maupun tentara.

Setelah gagal mendapatkan dukungan dari kalangan nasionalis di dalam Putera atau Pusat Tenaga Rakyat, akhirnya Jepang mendirikan Masyumi.

Pada zaman pendudukan Jepang , Masyumi belum menjadi partai. Namun, Masyumi merupakan federasi dari empat organisasi Islam yang diizinkan oleh Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Persatuan Umat Islam, dan Persatuan Umat Islam Indonesia.

Setelah menjadi partai, Masyumi mendirikan surat kabar harian Abadi pada tahun 1947. (2) 

Baca: Komunis

  • Tokoh


- Hasyim Asy'ri: Salah satu pendiri Sukiman: Perdana

- Menteri Indonesia Wahid Hasjim: termasuk pimpinan Masyumi

- Abdul Malik Karim Amrullah: Wakil Masyumi dalam konstituante

- KH Aboebakar Atjeh: Wakil Masyumi dalam konstituante

- Muh. Natsir: Menteri Penerangan

- Burhanuddin Harahap: Perdana Menteri Indonesia

- Sjafruddin Prawiranegara: Menteri Kemakmuran

- Moh. Roem: Diplomat

- Muh. Isa Anshari: Ketua Partai Masyumi di parlemen

- Kasman Singodimedjo: Daidan PETA

- Anwar Harjono: juru bicara terakhir Partai Masyumi. (1)

Baca: Partai Komunis Indonesia (PKI)

  • Pembubaran


Terdapat dua hal yang menjadi alasan bubarnya Partai Masyumi, yaitu:

- Soekarno ingin merealisasikan pemikiran dan obsesinya terutama mengenai politik, demokrasi dan revolusi.

- Terjadi konflik berkepanjangan antara Soekarno dan Masyumi.

Partai Masyumi sendiri kerap mengkritisis dan menetang gagasan serta kebijaksanaan Soekarno.

Maka dari itu, Soekarno khawatir jika Masyumi tetap dibiarkan ada, akan mengancam kekuasaannya dan menghambat berjalannya Demokrasi Terpimpin. (1)

Baca: Presidium

(Tribunnewswiki.com/ Husna)



Dibentuk 24 Oktober 1943


Dibubarkan 17 Agustus 1960


Gabungan Muhammadiyah, Persatuan Islam, Nahdlatul Ulama


Agama Islam Sunni


Ideologi Pan Islamisme


Sumber :


1. www.kompas.com/stori/read/2021/05/02/184224079/partai-masyumi-pembentukan-ideologi-tokoh-dan-pembubaran?page=all
2. id.wikipedia.org


Editor: Natalia Bulan Retno Palupi
BERITA TERKAIT

Berita Populer