Informasi Awal
TRIBUNNEWSWIKI.COM - Muktazilah merupakan salah satu aliran yang ada di dalam agama Islam.
Muktazilah ini berdiri pada abad ke-2 Hijriah yakni di masa pemerintahan khalifah Abdul Malik bin Marwan dan Hisyam bin Abdul Malik dari Dinasti Umayyah.
Aliran ini didirikan oleh Washil bin Atha di Bashrah Irak.
Munculnya ajaran ini disebabkan oleh perbedaan pendapat antara Washil bin Atha dengan gurunya yang bernama Al-Hasan Al-Bashri.
Kala itu ada sebuah majlis ilmu yang mana Al-Hasan Al-Bashri menyampaikan jika orang yang berdosa besar ini statusnya masih mukmin.
Sedangkan Washil bin Atha memberikan pendapat yang berbeda yakni orang yang berdosa besar ini posisinya di tengah yakni tidak kafir dan juga tidak mukmin.
Setelah adanya perelisihan itu, Washil keluar dari majelis itu dan kemudian dirinya memilih untuk mendirikan aliran sendiri yang diberi nama Muktazilah. (1)
Baca: Sikap Wara
Tokoh Muktazilah
1. Washil bin Atha
2. Abu Huzail al-Allaf
3. Al-Nazzam
4. Abu Hasyim al-Jubba'i (1)
Baca: Shafa dan Marwah
Ajaran Muktazilah
Dalam hal tauhid, aliran Muktazilah memandang jika sifat dari Allah itu adalah zat-Nya itu sendiri.
Kemudian aliran ini juga memandang jika Alquran itu adalah makhluk.
Tidak hanya itu, anggapan lain yakni ketika ada di alam akhirat nanti Allah tidak akan terlihat oleh mata manusia.
Mereka beranggapan bahwa yang dapat dijangkau oleh mata manusia bukanlah Allah.2. Keadilan Allah
Aliran ini meyakini jika Allah swt akan memberikan ganjaran kepada manusia sesuai dengan perbuatannya.
Mereka meyakini jika janji Allah akan memberikan pahala bagi umat Islam yang baik serta memberikan siksa bagi umat Islam yang buruk itu adalah hal yang pasti.
Muktazilah berpandangan jika orang melakukan dosa besar ini berada di tengah-tengah yakni bukan mukmin dan juga bukan kafir.
Jika dalam kondisi normal pelaksanaan amar makruf dan nafi munkar ini cukup dengan seruan saja, akan tetapi pada kondisi tertentu perlu kekerasan. (3)