Informasi Awal
TRIBUNNEWSWIKI.COM- Ummu Haram binti Milhan merupakan suadara perempuan dari Ummu Sulaim dan bibi dari Anas bin Malik, seorang pelayan Rasulullah saw.
Ia adalah perempuan Anshar dari Bani Najjar.
Ummu Haram binti Milhan menikah dengan Amr bin Qais dan telah dikaruniai seorang putra.
Namun, suaminya yang bernama Amr bin Qais bersama anaknya terbunuh dalam peristiwa perang uhud.
Setelah kejadian itu, Ummu Haram menikah lagi dengan Ubadah bin Samit dan dikaruniai anak laki-laki yang bernama Muhammad. (1)
Baca: Aisyah binti Abu Bakar
Kehidupan Pribadi
Ummu Haram memiliki nama lengkap Ummu Haram binti Malhan bin Khalid bin Zaid bin Haram bin Jundub bin Amir bin Ghanam bin Adi bin Najar Al-Anshariyah An-Najariyah Al-Madiniyah.
Ia merupakan saudara kandung dari Ummu Sulaim, dan Nabi pun sering mengunjungi rumah mereka.
Keluarga Ummu Haram sangat dekat dengan Rasulullah saw, hal ini adalah bentuk dari kesungguhannya dalam mengimani Allah dan Rasul-Nya.
Dua saudara Ummu Haram yang mengikuti perang Badar dan perang Uhud adala Haram bin Milhan dan Salim bin Milhan.
Ummu Haram binti Milhan menikah dengan laki-laki Ansar yang turut serta dalam Bai'at Aqbah Kedua, yaitu Ubadah bin ash-Shamit. (2)
Baca: Khadijah binti Khuwailid
Pejuang di Lautan
Pada saat Rasulullah saw mengunjui rumah Ummu Haram, beliau disambut dengan hidangan makanan.
Rasulullah saw pun tertidur di rumah Ummu Haram karena kelelehan.
Setelah bangun, tiba-tiba Rasulullah saw tertawa. Ummu Haram bertanya, “Apa yang membuatmu tertawa wahai Rasulullah?” Rasul menjawab, “Satu rombongan dari umatku diperlihatkan kepadaku. Mereka menjadi pasukan perang di jalan Allah. Mereka menaiki kapal membelah samudera bagaikan raja-raja yang duduk di atas dipan kencana.”
Kemudian Ummu Haram meminta Rasulullah untuk mendoakan suapaya Allah menjadikan ia di antara romongan orang yang ada di mimpim beliau.
Lalu Rasulullah saw pun mendoakannya, hingga beliau tertidur lagi dan beberapa saat terbangun sambil tertawa seperti sebelumnya.
Ummu Haram bertanya lagi dengan pertanyaan yang sama, Rasulullah saw menjawab, jika Ummu Haram termasuk orang-orang awal dari mereka.
Sepeninggalan Rasullulah saw, semua apa yang dikatakan ke Ummu Haram menjadi kenyataan.
Ummu Haram bersama suaminya ikut serta dalam ekspedisi penyebaran Islam ke wilayah Siprus.
Siprus merupakan sebuah pulau di laut Mediterania.
Pasukan muslim harus berlayar menggunakan kapal untuk sampai ke Siprus.
Ummu Haram diperintahkan Usman bin Affan untuk pergi bersama pasukan Mu'awiyah bin Abi Sufyan.
Setelah pasukan muslim mencapai daratan Siprus dan melewati pertempuran Qibris. Para sahabt menyiapkan kendaraan berupa bighal untuk Ummu Haram.
Namun, tanpa diduga bighal yang digunakan Ummu Haram mengamuk dan Ummu Haram jatuh tersungkur sampai meninggal.
Ummu Haram dimakamkan di tanah asing yang bernama Siprus.
Sebelumnya ia bercita cita ingin mati sahid dalam mendakwahkan Islam.
Mu'awiyah bin Abu Sufyan dan para sahabat, seperti Abu Dzar, Abu Darda ikut mengiring kepergiannya.
Peristiwa itu terjadi pada tahun 27 H dan menjadi saksi perjuangan Ummu Haram. (1)
Baca: Aminah binti Wahab