Informasi Awal
TRIBUNNEWSWIKI.COM - Masjid Sultan Suriansyah atau Masjid Kuin merupakan masjid tertua yang ada di Kalimantan Selatan.
Masjid ini dibangun oleh raja pertama dari Kerajaan Banjar yang bernama Pangeran Samudera pada 1526.
Pangeran Samudera membangun masjid ini setelah dirinya masuk Islam.
Usai masuk Islam, ia diberi gelar Sultan Suriansyah.
Dan nama masjid ini diambil dari nama Sultan Suriansyah itu sendiri.
Meski sudah berusia ratusan tahun, namun bangunan Masjid Sultan Suriansyah ini tetap berdiri kokoh hingga kerajaan itu runtuh dan akhirnya masuk ke dalam bagian dari Negara Indonesia.
Di zaman modern ini Masjid Sultan Suriansyah selain digunakan sebagai tempat ibadah juga menjadi destinasi wisata sejarah. (1)
Baca: Masjid Wapauwe
Sejarah
Sejarah berdirinya Masjid Sultan Suriansyah tak lepas dari peristiwa perang saudara yang terjadi di masa lampau.
Perang saudara itu terjadi antara Sultan Suriansyah (Pangeran Samudera) dari Kerajaan Banjar dengan pamannya, Pangeran Tumenggung dari Kerajaan Negara Daha.
Awalnya keduanya sama-sama berasal dari Kerajaan Negara Daha.
Kala itu Kerajaan Negara Daha dipimpin oleh kakeknya Pangeran Samudera yang bernama Maharaja Sukarama.
Maharaja Sukarama ini lebih menyukai Pangeran Samudera dari pada anaknya yang bernama Pangeran Tumenggung.
Secara silsilah Pangeran Tumenggung ini adalah pamannya Pangeran Samudera.
Baca: Masjid Gedhe Mataram Kotagede
Sejak awal Pangeran Tumenggung ini sudah menginginkan tahta kerajaan itu, sehingga ketika Maharaja Sukarama ingin mewariskan tahta kerajaan kepada Pangeran Samudera, maka Pangeran Tumenggung merasa tidak senang.
Pangeran Samudera yang mengetahui hal ini dan untuk menghindari dibunuh oleh pamannya itu, ia memutuskan untuk melarikan diri dengan menyamar sebagai nelayan.
Pangeran Samudera berkelana hingga sampai ke daerah Kuin di Bandarmasih (nama lama Banjarmasin).
Setelah kepergian Pangeran Samudera, secara otomatis Pangeran Tumenggung naik tahta menjadi raja.
Baca: Masjid Mantingan
Usai menjadi raja dan memerintah di Tanah Banjar, Pangeran Tumenggung mendirikan kerajaan baru yang diberi nama Kerajaan Negara Dipa.
Berbeda dengan pamannya, Pangeran Samudera ini memiliki perilaku yang halus sehingga orang-orang di sana menyukainya.
Kabar mengenai Pangeran Samudera pun didengar oleh Patih Masih yang kala itu menguasai wilayah Bandarmasih.
Patih Masih yang juga tidak suka terhadap Pangeran Tumenggung kemudian mengajak para patih lainnya untuk membentuk kerajaan sendiri.
Akhirnya terbentuklah kerajaan yang diberi nama Kerajaan Banjar dengan Pangeran Samudera sebagai rajanya.
Baca: Masjid Tua Palopo
Ketika mendengar hal ini, Pangeran Tumenggung pun menjadi marah dan semakin ingin membunuh keponakannya itu.
Atas hal itu keduanya pun sering melakukan pertempuran.
Hingga akhirnya untuk mengakhiri kondisi seperti ini, Pangeran Samudera meminta bantuan kepada Kerajaan Demak.
Kerajaan Demak bersedia membantu asalkan Pangeran Samudera dan rakyatnya bersedia masuk Islam baik pertempuran itu menang maupun kalah.
Pangeran Samudera pun menyetujuinya.
Baca: Masjid Agung Surakarta
Dan pada akhirnya perang saudara itu berakhir dengan damai karena ketika berhadapan, Pangeran Samudera tak kuasa untuk membunuh pamannya, dan sang paman pun menyadari kesalahannya itu.
Setelah perang saudara itu selesai, raja serta rakyat Kerajaan Banjar yang sebelumnya beragam Hindu itu telah masuk Islam sehingga mereka membutuhkan tempat untuk ibadah berupa masjid.
Kemudian dibangunlah masjid yang diberi nama Masjid Sultan Suriansyah. (2)
Baca: Masjid Gedhe Kauman
Arsitektur
Masjid ini dibangun dengan gaya arsitektur khas Banjar yakni menggunakan konstruksi rumah panggung dengan bahan dasar kayu ulin.
Kemudian bagian atapnya ini menggunakan atap tumpang tiga dengan hiasan mustaka pada bagian atapnya itu.
Bangunan masjid ini berada di lahan 30 meter x 25 meter dengan ukuran panjang 15,50 meter, lebar 15,70 meter dan tinggi 10 meter.
Di dalam masjidnya terdapat mimbar yang dibuat dari kayu ulin.
Lalu lengkungan mimbarnya dihias dengan kaligrafi.
Karena wilayah ini penyebaran Islamnya berasal dari Demak, maka masjidnya pun sedikit banyak dipengaruhi oleh Kerajaan Demak seperti adanya atap meru, ruang keramat (cella) dan tiang guru yang melingkupi ruang cella. (3)
Baca: Masjid Sultan Ternate
Lokasi
Masjid Sultan Suriansyah berada di dekat Sungai Kuin.
Tepatnya berada di Jalan Kuin Utara, Desa Kuin Utara, Kecamatan Banjarmasin Utara, Banjarmasin, Kalimantan Selatan. (4)