Informasi Awal
TRIBUNNEWSWIKI.COM- Naisabur adalah sebuah kota yang terletak di Provinsi Khorasan, Iran.
Kota ini juga termasuk dalam salah satu kota terbesar dari empat kota besar di wilayah Khorasan pada masa Herat, Balh, Afghanistan dan Marw, Turkmenistan.
Nama Naisabur berasal dari bahasa Persia abad pertengahan, yaitu "News-Syabuhr" artinya kota Syapur yang baru.
Selain itu, kota ini juga dituliskan dan disebutkan dengan Nishapur, Nishabur, dan Neyshabur. (1)
Baca: Khurasan
Sejarah
Naisabur merupakan kota terbesar sekaligus pusat pemerintahan kekhalifahan Islam di timur yang menjadi tempat tinggal beragam kelompok etnis dan agama.
Bahkan kota ini menjadi jalur perdagangan pada rute komersial dari Transoxiana dan Tiongkok, Irak dan Mesir.
Pada adab ke-10, kota Naisabur mengalami puncak kejayaannya hingga pada tahun 122 M dihancurkan oleh invasi pasukan Mongol dan gempa besar abad ke- 13 M. (2)
Baca: Sevilla
Islam di Naisabur
Sebelum dikuasai oleh pasukan Islam, kota ini dibawah kendali kekuasaan Dinasti Sasanid.
Pada akhiirnya berhasil ditaklukan oleh pasukan Islam pada masa pemerintahan kekhalifahan Utsman bin Affan, melalui gubernur Bashrah yang bernama Abdullah bin Amir bin Kuraiz pada tahun 31 H (651/652M).
Kota Naisabur juga termasuk dalam sebutan Maa Wara'a an-Nahr.
Kota ini merupakan salah satu kota yang menjadi saksi kejayaan perabadan Islam di Asia Tengah.
Selain itu, kota Naisabur juga terkenal dengan pendidikan, budaya, perdagangan, serta arsitekturnya pada masa Dinasti Abbasiyah.
Bahkan Naisabur merupakan pusat pemerintahan dan perdagangan Dinasti Samaniyah selama kurang lebih 150 tahun.
Banyak para ulama yang lahir di Naisabur, seperti Imam Muslim (204-261 H), Kemudian ada Ibnu Huzaimah (223-311 H), Al-Hafidz Al-Hakim (321-405 H), Ibnu Hibban (270-354 H), Imam al-Baihaqi (384-458 H), Imam Haramain (419-478 H), Imam Al-Qusyairi (346-465 H), Abu Utsman as-Shabuni yang merupakan Imam Ahlussunnah pada abad ke-5 H.
Selain itu, terdapat para ulama yang lahir di Naisabur di antaranya adalah Ishaq Ibn Rahwayh, Omar Khayyam, Faridudin Atthar, Asad bin Furat, Ibrahim Ibn Thohman, Abu Ja’far bin Abdullah bin Razin, Abu Sa’id Muhammad bin Yahya pengarang kitab al-Inshaf fi al-Masa’il al-Khilaf, dan lain sebagainya. (1)
Baca: Aksum