Gaslighting

Editor: Putradi Pamungkas
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Gaslighting adalah salah satu bentuk penyiksaan secara psikologi yang terjadi dalam hubungan interpersonal, di mana penyiksa melemahkan rasa percaya diri korban.


Daftar Isi


  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Gaslighting adalah salah satu bentuk penyiksaan secara psikologi yang terjadi dalam hubungan interpersonal, di mana penyiksa melemahkan rasa percaya diri korban.

Hubungan interpersonal dapat berupa hubungan profesional, seperti hubungan dengan rekan kerja di kantor, atau hubungan personal seperti hubungan romantis, pertemanan, kekerabatan, dan sebagainya.

Dua pihak yang terlibat dalam hubungan interpersonal itu disebut gaslighter dan gaslightee.

Gaslighter merupakan pelaku tindakan gaslighting, sedangkan gaslightee merupakan korban dari tindakan gaslighting tersebut.

Pada umumnya, gaslighter mempunyai kekuatan lebih tinggi dibandingkan dengan gaslightee sebagai korban. 

Pelaku penyiksaan atau gaslighter akan membuat korban mempertanyakan ingatan, sudut pandang, atau kewarasan mereka.

Taktik yang biasa dilakukan pelaku untuk menggoyahkan kondisi psikologis dan melemahkan rasa percaya diri korban, yakni menggunakan penyangkalan yang berulang-ulang, kebohongan, manipulasi, dan kontradiksi. (1)

ilustrasi Gaslighting (Surya.co.id)

Baca: Halusinasi

Baca: Depresi

  • Gaslightee


Walaupun beberapa psikolog beranggapan bahwa gaslighting lebih sering dialami pada orang-orang dengan harga diri yang rendah atau orang yang sangat empati, namun mereka juga percaya bahwa bentuk manipulasi ini dapat dialami pada siapa saja.

Mereka yang mempunyai kepercayaan diri yang kuat dan mudah membangun batasan mungkin akan lebih jarang mengalami gaslighting.

Sementara mereka yang mudah merasa kasihan dengan dirinya sendiri akan lebih berisiko mengalami perilaku tidak menyenangkan tersebut. (2)

Baca: Delusi (Gangguan Mental)

Baca: Gangguan Kepribadian Paranoid

  • Gaslighter


Siapa pun bisa menjadi pelaku gaslighting, mulai dari keluarga, teman, pasangan, atasan, public figure, hingga orang asing di media sosial.

Tetapi, pelaku yang melakukan gaslighting kemungkinan memiliki kelainan psikologis yang disebut gangguan kepribadian narsistik.

Seseorang yang mempunyai gangguan kepribadian narsistik merasa bahwa dirinya adalah yang paling penting.

Mereka cenderung tidak mempedulikan orang lain, kecuali orang tersebut dapat bermanfaat bagi diri mereka.

Gaslighter biasanya juga pandai berbohong, dengan bersikap manipulatif yang membuat diri mereka seolah-olah tidak bersalah.

Justru mungkin si korban yang akan merasa bersalah lantaran telah berpikiran buruk mengenai si pelaku.

Padahal, hal itu sebenarnya merupakan taktik pelaku untuk membuat korbannya merasa tidak yakin dengan penilaiannya sendiri. (2)

Baca: Gangguan Kepribadian Narsistik

Baca: Gangguan Kecemasan Sosial

(TribunnewsWiki.com/Septiarani)



Nama Gaslighting


Kategori Psikologis


Pihak Gasligter (pelaku), Gasligtee (korban)


Bantuan Pengobatan Psikiater, psikolog, terapis


Sumber :


1. id.wikipedia.org
2. www.halodoc.com/artikel/ini-4-hal-yang-perlu-diketahui-tentang-gaslighting


Editor: Putradi Pamungkas

Berita Populer