Polisi Buru Pelaku Fetish Mukena, Minta Para Korban Segera Melapor

Penulis: saradita oktaviani
Editor: Archieva Prisyta
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Media sosial dihebohkan dengan unggahan seorang model yang menjadi korban fetish berkedok pemotretan produk mukena. Salah satu korban dari fetish mukena ini ialah model berinisial JT.

TRIBUNNEWSWIKI.COM – Seorang model menjadi korban fetish berkedok pemotretan mukena.

Model berinisial JT ini mengungkapkan pengalaman buruk tersebut melalui threat berjudul ‘fetish mukena’ di Twitternya @jeehantz pada Senin (16/8/2021).

Ia dan beberapa rekan lain yang menjadi korban telah melaporkan kasus ini ke polisi.

Sebagai informasi, fetish merupakan sebuah penyimpangan seksual yang bisa membuat orang tersebut mengagumi suatu objek secara berlebihan.

“Saat ini temen-temen model sudah menindaklanjuti ke pihak yang berwenang.

Last but not least, minta tolong buat temen-temen semua untuk report akun-akun tsb supaya nggak ada korban lagi.

Beberapa kali pria from nowhere men-dm kami di IG dan sedikit disturbing,” tulis JT di akun Twitternya.

Baca: Viral, Fetish Mukena Berkedok Endorsment Olshop

Media sosial dihebohkan dengan unggahan seorang model yang menjadi korban fetish berkedok pemotretan produk mukena. (Twitter)

“Hasil dari photoshoot itu lumayan niat, maksudnya membayar model, fotografer, studio, ada MUA juga.

Tapi kenapa kok enggak pernah di post di feed tapi malah di post di snapgram,” kata JT seperti dikutip dari KompasTV, Jumat (20/8/2021).

Ia mengetahui jika foto model mengenakan mukena itu disalahgunakan setelah diberi tahu oleh fotografer yang bekerja sama dengan mereka.

Fotografer tersebut mengatakan bahwa foto para model diunggah di akun media sosial fetish mukena.

"Fotografer yang kolabs dengan owner itu juga menghubungi saya bilang kalau foto-foto model itu dijadikan bahan fetish.

Dan ternyata korbannya itu sudah sangat banyak,” pungkasnya.

Baca: Viral Suami Punya Fetish Seksual Tak Biasa, Buat Geger karena Unggah Foto Istri ke Medsos

Media sosial dihebohkan dengan unggahan seorang model yang menjadi korban fetish berkedok pemotretan produk mukena. Salah satu korban dari fetish mukena ini ialah model berinisial JT. (Tangkapan Layar KompasTV)

Tim Cyber Polda Jawa Timur saat ini sedang melacak keberadaan pelaku.

Kasatreskrim Polresta Malang Kota, Kompol Tinton Yudho Riambodo mengatakan meminta agar korban lain juga segera melapor ke polisi.

"Karena ini kan di media sosial. Untuk melakukan pelacakan kami berkoordinasi dengan tim cyber Polda Jatim. Karena perlu ada bukti.

Karena viral saat ini kami berkoordinasi dengan unit cyber," ujarnya, Kamis (19/8/2021).

Baca: Nasib Gilang Bungkus Fetish Kain Jarik, Terancam Tuntutan Penjara 8 Tahun dan Denda Rp 50 Juta

Kronologi:

Korban fetish berinisial JT ini meengatakan, awalnya ia dan enam orang lainnya diminta menjadi model untuk mempromosikan produk mukena.

Online shop berinisial GM tersebut diketahui ialah Griya Mukena yang menjadi sponsor dalam Grand Final Pageant yang ia ikuti.

 

 

“Cerita ini berawal dari karir aku di awal tahun ini. Semenjak mengikuti salah satu pageant, Alhamdulillah mendapat banyak tawaran foto katalog dan endorse. Aku beri inisial GM yah untuk olshop mukena yang akan aku ceritakan,” cuit @jeehantz

Kemudian ia dan beberapa temannya menemukan satu kejanggalan dari produk mukena yang ingin diendorse.

Mereka mendapat ada peniti yang menyangkut di mukena yang akan dipakai.

Ternyata setelah ditelusuri, mukena itu merupakan barang preloved yang dibeli dari online shop.

Owner GM berinisial R menawarkan pekerjaan kepadanya sebagai model mukena.

Namun tiba-tiba R yang ia ketahui sebagai perempuan ini menentukan tanggal tanpa membicarakan kesepakatan fee.

Baca: Tak Hanya Fetish Gilang Bungkus, Inilah 10 Macam Hubungan Seks Abnormal Menurut Ahli

Pengakuan model jadi korban fetish mukena. (Twitter)

Saat hari H pemotretan, R tidak menampakkan batang hidungnya dengan alasan sedang mengurusi anaknya dan digantikan dengan D yang mengaku sebgai adik R.

Setelah pemotretan selesai, R mengirimkan pesan ucapan terimakasih kepadanya dengan kata-kata yang cukup sopan.

Namun ia tidak diberikan fee, begitupun dengan model lain.

Ia terkejut saat menemukan fakta bahwa R sebenarnya tidak ada.

Sebab R adalah D yang merupakan owner GM yang berpura-pura menjadi perempuan.

“Suatu hari aku mendapat berita mengejutkan bahwa sebenernya MBAK R ADALAH MAS D. Sebenernya mbak R itu nggak ada! dan mas D lah yang selama ini menjadi admin OA GM, yang berpura-pura seolah-olah dia perempuan bernama Riya,” tulisnya.

Baca: Fetish

 

 

Dari situ pula terkuak bahwa akun Twitter mukuk OA mengunggah foto-foto para model mukena dengan tidak sepatutnya.

Dalam cuitan dan unggahan Twitter OA juga banyak merecord hal-hal asusila dan fetish dari orang-orang yang menyukai perempuan bermukena.

“Ditemukan juga twitter dimana akun tsb adalah OA fetish mukena sehingga foto kami digunakan sebagai bahan c*** mereka. Tentu saja, semua postingannya sangat *disgusting* perempuan memakai mukena yang merecord hal-hal asusila seperti akun fetish pada umumnya,” tulisnya.

Para model lain langsung menghubungi R alias D untuk menghapus foto-foto mereka dari akun Twitter tersebut.

Mereka juga mengancam akan melaporkan R alias D ke polisi.

Namun R alias D justru memblokir semua kontak yang sebelumnya bekerja dengannya untuk endorse mukena, termasuk para model dan fotografer.

(Tribunnewswiki.com/Saradita)



Penulis: saradita oktaviani
Editor: Archieva Prisyta
BERITA TERKAIT

Berita Populer