Kekaisaran Rusia

Editor: Febri Ady Prasetyo
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

FOTO yang diambil pada 1913 atau 1914 ini memperlihatkan Tsar Nicholas II bersama keluarganya. Duduk dari kiri ke kanan Marie, Ratu Alexandra, Tsar Nicholas II, Anastasia, dan Alexei di kaki ayanya. Berdiri di belakang Olga dan Tatiana.


Daftar Isi


  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM- Kekaisaran Rusia merupakan kerajaan terbesar di dunia yang berdiri sejak tahun 1721 hingga 1917.

Kekaisaran ini mencakup tiga wilayah, yaitu Eropa, Asia, hingga Amerika Utara.

Pada masanya, Kekaisaran Rusia pernah menduduki ketiga terbesar di dunia karena penduduknya mencapai 176,4 juta jiwa setelah Dinasti Qing di Tiongkok dan Imperium Britania.

Selama hampir dua abad berdiri, Kekaisaran Rusia diperintah oleh suksesi Ketsaran Rusia yang bergelar kaisar.

Namun, Kaisar Nicholas II digulingkan pada 15 Maret 1917 sebagai tanda berakhirnya kekaisaran dan Dinasti Romanov yang berkuasa.

Kekaisaran ini merupakan kerajaan terakhir di Eropa yang meninggalkan sistem monarki absolut. (1) 

Baca: Kekaisaran Mongol

Potret Nicholas II (kaisar Kekaisaran Rusia antara 1894-1917) bersama keluarganya.

  • Sejarah


Pada tahun 1721 setelah perjanjian Nystad, Kekaisaran Rusia didirikan oleh Pyotr.

Perjanjian itu membawakan keuntungan teritorial bagi Pyotr I dan diikuti dengan kemenangan militer lainnya.

Pyotr merupakan keturunan Dinasti Ramanov yang berkuasa di Rusia sejak awal 1600-an.

Ia mempunyai rencana untuk mengubah kerajaan Rusia yang dulu terisolasi dan akan dijadikan negara modern yang besar.

Selain itu, Pyotr juga memperkenalkan sistem otokrasi yang dianut negara di Eropa.

Rusia pun mengalami perkembangan begitu pesat dalam segala sektor, yakni pengembangan dalam bidang Industri dan perdagangan. (1)

Baca: Kerajaan Samudera Pasai

Ilustrasi Perang di Kerajaan Eropa (umma.id)

  • Perkembangan Kekaisaran Rusia


Setelah kematian Pyor I pada 1725, ia digantikan oleh Maharani Yekaterina II sebagai penguasa terpengaruh sejak 1762-1796.

Keberhasilan YekaterinaII ditandai dengan reformasi internal kerjaan dan perkembangan negaranya.

Melalui ekspansi teritorial dan diplomasi yang terampil, Yekaterina II mampu memperkuat posisi Rusia sebagai kekuatan yang penting pada abad ke-18 dan ke-19.

Saat para pesaing runtuh, seperti Kekaisaran Swedia, Persemakmuran Polandia-Lithuania, Persia, Kekaisaran Ottoman, dan Cina Manchu.

Sejak itu, Kekaisaran Rusia mengalami kebangkitan.

Kekaisaran Rusia juga memainkan peran penting pada 1812-1814 saat mengalahkan ambisi Napoleon Bonaparte untuk mengendalikan Eropa.

Yeakterina II berhasil membawa Kekaisaran Rusia berkembang ke barat dan selatan.

Bahkan, ia menjadikan Rusia sebagai kerajaan terkuat di Eropa selama memiliki pertahanan militer dan angkatan laut yang memadai. (1)

Baca: Pertempuran al-Qadisiyyah

  • Sistem Pemerintahan


Sistem pemerintahan Kekaisaran Rusia adalah otokratis.

Setelah naik takhta, Pyotr I mengubah gelarnya dari tsar menjadi imperator (kaisar).

Kendati demikian, penguasa Rusia tetap disebut tsar oleh pihak non-Rusia sampai runtuhnya kekaisaran pada 1917.

Pada masa pemerintahan Pyotr I, Rusia dibagi menjadi delapan provinsi administratif, yaitu Moskow, Ingria, Kiev, Smolensk, Arkhangel'sk, Kazan', Azov, dan Siberia.

Setiap provinsi administratif diperintah oleh gubernur, yang memimpin delapan hingga 12 dewan.

Selain itu, provinsi administratif akan dibagi menjadi beberapa bagian, dan setiap bagian memiliki kepala yang bertugas untuk mengumpulkan pajak.

Pajak ini digunakan untuk mendanai pasukan militer dan angkatan laut ketika Kekaisaran Rusia berperang.

Selain itu, Pyotr I juga membentuk 12 dewan yang terdiri dari tiga dewan untuk mengawasi urusan negara, tiga dewan untuk mengawasi keuangan, tiga dewan untuk mengawasi industri dan perdagangan, sementara tiga lainnya untuk menangani masalah peradilan, tanah, dan kotamadya kekaisaran.

Ketika Yekaterina II berkuasa, sebagian besar dari 12 dewan yang dibentuk Pyotr I dihapus.

Selain itu, ia juga menambah jumlah gubernur dari delapan menjadi 50. (1)

Baca: Perang Bani Nadhir

  • Keruntuhan Kekaisaran Rusia


Kekaisaran Rusia berakhir pada kekuasaan Dinasti Romanov, Nicholas II, pada tahun 1868-1918.

Ketika berkuasa, Nicholas II menolak seruan publik untuk membentuk pemerintah konstitusional.

Namun, Nicholas II malah melanjutkan revolusi industri.

Hal inilah yang memicu serangkaian gerakan reformasi dari kaum intelektual dan para petani.

Nicholas II juga berupaya untuk melakukan reformasi setelah terjadinya kekalahan dalam perang Rusia-Jepang pada 1904-1905, namun rencana itu sudah terlambat.

Ketegangan yang terjadi di dalam Kekaisaran Rusia berakhir ketika Nicholas II mengundurkan diri pada 1917.

Pada akhirnya, Partai Komunis Bolshevik menang dan mendirikan Uni Soviet. (1)

Baca: Perang Ghathafan

(Tribunnewswiki.com/ Husna)



Wilayah Kekaisaran Kekaisaran ini mencakup wilayah Eropa, Asia, hingga Amerika Utara.


Pemerintahan Monarki absolut


Jenis Kekaisaran


Sumber :


1. www.kompas.com/stori/read/2021/07/08/114505879/kekaisaran-rusia-sejarah-sistem-pemerintahan-dan-keruntuhan?page=all


Editor: Febri Ady Prasetyo

Berita Populer