Informasi Awal
TRIBUNNEWSWIKI.COM – Danau Matano merupakan danau tektonik dengan panjang berukuran 28 kilometer dan lebarnya sebesar 8 kilometer.
Danau ini terletak di ujung di timur Provinsi Sulawesi Selatan yang berbatasan dengan Sulawesi Tengah.
Jika dari Ibu Kota Kabupaten Luwu Timur, Maili, Danau ini terletak di 5 kilometer.
Kedalaman danau ini sekitar 590 meter atau sekitar 1969 kaki.
Sementara permukaan air danau ada pada ketinggian 382 meter di atas permukaan laut, sehingga kedalaman air danau sekitar 208 meter.
Danau ini merupakan danau yang paling dalam di Asia Tenggara dan paling dalam kedelapan di dunia, menurut World Wildlife Fund (WWF). (1)
Baca: Danau Toya
Sejarah
Awalnya, danau ini terbentuk dari patahan akibat aktivitas tektonik pada masa Pleosen.
Usia danau ini sekitar 1- 4 juta tahun yang lalu.
Danau Matano merupakan danau paling tua di antara 4 danau lainnya yang membentuk sistem danau Malili berdasarkan analisis karakteristik endapan, yaitu Towuti, Mahalona, Masapi dan Lontoa.
Danau ini juga merupakan salah satu danau purba di dunia, karena usianya yang sudah jutaan tahun.
Hingga saat ini para peneliti sudah menyatakan bahwa ada 10 danau purba di dunia, yatu Danau Matano, Danau Poso, Danau Biwa, Danau Baikal, Danau Kaspia, Danau Tanganyika, Danau Victoria, Danau Malawi, Danau Ohrid dan Danau Titicaca. (1)
Baca: Danau Singkarak
Daya Tarik
Danau Matano memiliki pemandangan alam yang akan membuat pengunjung takjub, apalagi saat proses terbenamnya matahari.
Danau ini memiliki flora dan fauna yang hidup dengan baik.
selain itu, danau ini menyajikan keindahan bawah air dan juga menyimpan sejarah tersendiri.
Menurut para ahli arkeolog, di bagian bawah dari danau ini dapat ditemukan beberapa situs purbakala seperti situs pulo ampat, situs onetengka, situs ontada, situs sedengkuro dan situs sukoiyo.
Di situs pulo ampat, wisatawan yang berkunjung akan melihat perkampungan pandai besi yang ada sekitar abad ke-40 masehi.
Hal itu karena didapatkan sebuah tempat produksi besi, lelehan besi berupa karang besi, arang, dan peralatan logam lainnya.
Di situs onetengka, wisatawan akan menemukan beberapa patahan yang terjadi akibat gempa tektonik dan tsunami.
Selain itu, di tepi danau ini terdapa beberapa lubang goa, yang di dalamnya menyimpan sisa-sisa peninggalan sejarah, seperti tombak, parang dan peralatan rumah tangga dari besi kuningan.
Bukan hanya itu, adapula goa yang disebut Goa Tengkorak, karena di dalamnya banyak ditemukan tengkorak manusia dan ditempati banyak kelelawar yang ada di atas.
Pada zaman dulu, goa ini adalah tempat pemakaman.
Wisatawan juga akan menemukan ikan purba butini dan ikan opudi yang tidak akan ditemukan di daerah wisata lainnya.
Selain menjadi destinasi wisata dan sebagai saksi sejarah, danau ini juga menjadi pagelaran untuk mengenalkan kekayaan wisata dan kebudayaaan Luwu Timur pada masyarakat luas.
Festival Danau Matano, namanya.
Festival tersebut biasanya berisi pementasan budaya seperti Tarian Kolosan 14 anak suku, pementasan musik bambu, sajian kuliner tradisional, perlombaan permainan tradisional, dan masih banyak lagi. (2)
Baca: Danau Hillier
Harga Tiket Masuk & Fasilitas
Wisatawan cukup merogoh kocek sebesar Rp 10.000 per orang untuk masuk ke Danau Matano.
Namun, harga tiket ini belum termasuk tiket yang lainnya.
Danau Matano menyediakan beberapa fasilitas di antaranya shelter, penyewaan perahu kano, dan beberapa permainan air yang seru. (2)
Baca: Wisata Tebing Breksi