Pertempuran Zaturriqa

Editor: Febri Ady Prasetyo
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi Pertempuran Zaturriqa


Daftar Isi


  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM- Pertempuran Zaturriqa atau Zatu al-Riqa merupakan pertempuran antara pasukan muslim melawan Bani Muharib, Bani Tsa'labah, dan Bani Ghathafan di daerah Najd.

Pertempuran ini dimenangkan oleh pihak Arab Muslim.

Nama lain pertempuran ini adalah Perang Bani Anmar atau Perang al-Ajib.

Peretempuran ini dinamakan Zatu al-Riqa karena para pasukan muslim membalut kakinya yang telah luka dengan potongan kain yang disebut riqa.

Hal ini karena setiap enam orang pasukan menahan seekor unta sehingga membuat kaki mereka mengeluarkan darah. (1) 

Baca: Karbala

Ilustrasi Pertempuran Zaturriqa (dutademokrasi.com)

  • Peristiwa Pertempuran Zaturriqa


Pertempuran ini terjadi pada bulan Rabiul Awal tahun 7 H.

Setelah benteng Khaibar ditaklukkan, Abu Musa datang bersama Ja'far bin Abu Thalib.

Pertempuran Zaturriqa adalah perang dengan orang Ghatafan yang dahulu pernah mengepung Kota Madinah di Perang Ahzab.

Setelah itu, orang Ghatafan ingin membantu orang Yahudi dalam Perang Khaibar.

Rasulullah saw. pun langsung mengirim pasukan untuk mengahadapi mereka di Khaibar.

Namun, kekalahan itu tidak membuat pasukan Yahudi menyerah.

Orang Ghatafan dan Yahudi bertekad untuk menyerang Madinah.

Tak sampai disitu, Rasulullah saw. menyambut mereka dengan para pasukan muslim yang langsung dipimpin Rasulullah saw.

Beliau bersama pasukan muslim duduk menunggu hingga membiarkan pasukan Yahudi ini menyangka bahwa umat Islam takut berhadapan dengan Ghatafan.

Rasulullah saw. pun tidak akan membiarkan pasukan Ghatafan terus berkibar.

Cara Rasulullah saw. adalah dengan menjemput mereka di permukimannya.

Hal ini merupakan penyampaian pesan, dan siapa sebenarnya yang sedang mereka hadapi. (2) 

Baca: Perang Ghathafan

Ilustrasi Pertempuran Zaturriqa (Net)

  • Perjalanan Barat


Rasulullah saw. bersama 700 pasukan menuju Ghatafan.

Pada saat itu, Rasulullah membawa sedikit pasukan karena pasukan Islam lain berada di tempat yang berbeda untuk menjaga Madinah, seperti di daerah Khaibar, Wadi, al-Qura, Fadak, Taima.

Rasulullah saw. ingin Madinah tetap dengan penjagaan.

Pada saat itu, kaum muslimin juga belum aman dari ancaman orang-orang Makkah dan orang Ghaftan juga berada di jalan yang dapat masuk Madinah.

Rasulullah saw. memimpin pasukan menempuh perjalanan dengan waktu beberapa malam.

Saat tiba di perkampungan Ghatafan yang terletak di timur Madinah.

Imam al-Bukhari meriwayatkan kisah Abu Musa al-Asy’ari tentang perjalanan jauh dan beratnya perjalanan menuju Ghatafan.

“Kami keluar bersama Nabi dalam suatu peperangan. Enam orang bergantian menaiki satu onta. Kaki-kaki kami terluka. Demikian juga dengan kakiku, hingga kuku-kukunya lepas. Kami balut kaki-kaki kami dengan kain. Karena itulah perang ini dinamai Perang Dzatur Riqa’. Dikarenakan apa yang kami lakukan, membalut kaki-kaki kami dengan kain.” (HR. al-Bukhari, Kitab al-Maghazi Bab Ghazwah Dzatu ar-Riqa’, 3899).

Dalam Fath al-Bari, Ibnu Hajar rahimahullah mengatakan, “Na’taqibuhu artinya bergantian satu per satu menaikinya. Mereka mengendarai onta sebentar lalu turun dan gantian denga yang lain. Hingga sampai tempat tujuan.” (Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fath al-Bari. Cet. Dar al-Ma’rifah 1379, 7/421). (2)

Baca: Perang Bahran

(Tribunnewswiki.com/ Husna)

 



Nama lain Perang Bani Anmar


Tanggal pertempuran 7 H


Pemimpin pasukan muslim Rasulullah saw


Perlawanan Orang Ghatafan melawan kaum muslim


Sumber :


1. id.wikipedia.org
2. kisahmuslim.com


Editor: Febri Ady Prasetyo
BERITA TERKAIT

Berita Populer