Informasi Awal
TRIBUNNEWSWIKI.COM- Heraklius adalah seorang Kaisar Romawi Timur yang berkuasa dari tahun 610 hingga 641 M.
Pada tahun 617 M, Heraklius pertama kali tampil di panggung politik saat memimpin pemberontakan untuk menggulingkan Kaisar Fokas bersama ayahnya, Heraklius Tua.
Pada saat pemerintahannya, Kekaisaran Romawi Timur melancarkan sejumlah kampanye militer.
Heraklius naik takhta saat perbatasan negaranya dijajah oleh orang asing. (1)
Baca: Bilal bin Rabah
Sejarah
Pada tahun 602 hingga 628 M, Heraklius melancarkan perangnya melawan Kekaisaran Persia Sasani yang dimenangkan pihak Persia.
Pasukan Persia melawan sampai ke Selat Bosforus, tetapi Konstantinopel mempunyai dinding tembok yang kuat sehingga angkatan laut Heraklius mengalami kekalahan telak.
Setelah itu, Heraklius mengusir bangsa Persia dari Asia kecil dan memperkuat militer Kekaisaran Romawi Timur.
Pada akhirnya, Heraklius berhasil mengusir bangsa Persia, bahkan sampai masuk ke wilayah kedaulatan Persia untuk membalas dendam angkatan bersenjata negara itu secara telak dalam Pertempuran Niniwe tahun 627 M.
Syah Khosrau II digulingkan dan dihukum mati putranya sendiri, Syah Kawad II.
Kaisar Persia yang baru akan mengajukan kesepakatan damai dengan menawarkan pengembalian semua daerah yang sudah diambil Persia dari Romawi Timur.
Hal ini membuat dua negara ini kembali menjalin hubungan secara damai.
Namun, banyak daerah yang direbut kembali dari Persia, akhirnya yang jatuh ke tangan pasukan muslim-Arab.
Dalam waktu singkat, pasukan muslim berhasil menaklukan Kekaisaran Persia Sasani di Jazirah Arab.
Pada tahun 634, pasukan muslim menyerang Suriah dan berhasil mengalahkan Mesopotamia, adik Heraklius.
Selain itu, pasukan muslim juga berhasil menaklukkan Mesopotamia, Armenia, dan Mesir.
Heraklius pun menjalin hubungan diplomatik dengan bangsa Kroasia dan bangsa Serbia di Jazirah Balkan.
Ia berusaha mengakhiri skisma di kalangan umat Kristen akibat bidat Monofisit dengan merumuskan sebuah doktrin kompromi yang disebut Monotelitisme dan Gereja di Timur yang disebut Gereja Nestoria.
Pada akhirnya usaha pemulihan kesatuan ini ditolak semua pihak yang bertikai. (1)
Baca: Perang Khaibar
Firasat Heraklius
Pada saat itu, Heraklius merasakan kejayaannya setelah terjadinya perang antara pasukan Romawi dan Persia pada abad ke 6 dan 7.
Pasukan Romawi pun berhasil memenangkan dan merebut kembali daerah mereka yang dikuasai Persia.
Tanggal bersejarah bagi Heraklius adalah pada 14 September 629, saat kekuatan Kristen di timur kembali.
Pada saat itu, salib suci berhasil direbut Persia dan dikembalikan ke Gereja Makam Kudus di Yerusalem.
Heraklius pun mendapatkan surat dari Rasulullah saw. saat ingin memasuki kota, yang berisi:
“Bismillahirrahmanirrahiim. Dari Muhammad hamba Allah dan Rasul-Nya kepada Heraklius pemimpin Romawi, keselamatan bagi siapapun yang mengikuti petunjuk. Maka sesungguhnya aku menyeru engkau dengan seruan Islam. Berislamlah maka engkau akan selamat. Berislamlah maka Allah akan menggandakan pahala engkau. Tetapi apabila engkau berpaling, sesungguhnya bagi engkau dosa orang-orang Arisiyyin.” (HR. Bukhari)
Saat itu Heraklius mengenal Rasulullah saw dan berdialong dengan Abu Sufyan untuk mengetahui lebih dalam soal Islam dan Rasulullah saw.
Setelah dialog itu selesai Heraklius berkata kepada Abu sufyan, “Sekiranya apa yang kamu katakan itu benar, niscaya Muhammad akan menguasai hingga kedua telapak kakiku ini.”
Firasat Heraklius tidak meleset, tepat pada bulan September, sebanyak 3.000 pasukan Muslim dan 200.000 pasukan Romawi bertemu di Mu’tah dan merupakan peperangan pertama antara kaum muslim dan Romawi.
Khalid bin Walid yang ketika itu menjadi panglima perang, pada akhirnya dapat memukul mundur Romawi dan membawa kaum muslim pada kemenangan. (2)
Baca: Umar bin Khattab