Informasi Awal
TRIBUNNEWSWIKI.COM - Penyerbuan Batavia ialah sebuah serangan yan dipimpin oleh Sultan Agung dari Kesultanan Mataram.
Serangan itu terjadi pada tahun 1628-1629.
Penyerbuan Batavia bertujuan untuk mengusir VOC Belanda dari pulau Jawa.
Awalnya, hubungan Mataram dan VOC sangat baik.
Keduanya saling mengirim duta besar masing-masing.
Namun VOC menolak memberikan bantuan saat Mataram menyerang Surabaya.
Baca: Perang Gerilya Jenderal Soedirman
Karena itulah hubungan diplomatik kedua belah pihak terputus.
Penyerbuan Batavia dimulai dari tanggal 22 Agustus 1628 di teluk Jakarta.
Serangan itu diikuti oleh 900 prajurit Tumenggung Bahureksa dari Kendal dan munculnya 59 perahu. (1)
Latar Belakang
Awalnya markas VOC berada di Ambon, Kepulauan Maluku.
VOC pun mengirimkan perwakilan untuk mengajak Sultan Agung untuk memberikan izin mendirikan perdagangan di pantai utara Mataram.
Sayangnya ajakan itu ditolak oleh Sultan Agung.
Pada tahun 1619 VOC berhasil menguasai Jayakarta yakni bagian barat pulau Jawa yang belum ditaklukkan Mataram dari Kesultanan Banten.
Baca: Bela Negara
Sejak saat itu, VOC merubah namanya menjadi Batavia dan sekarang dikenal dengan Jakarta.
Markas VOC pun berpindah ke Batavia.
Melihat hal itu membuat Sultan Agung ingin memanfaatkan VOC dalam persaingannya menghadapi Surabaya dan Kesultanan Banten.
Namun rencana Sultan Agung itu ditolak oleh VOC.
Karena itulah Sultan Agung menyatakan untuk perang. (1)
Serangan
Dalam serangan pertama pasukan Mataram mengalami kegagalan karena kurangnya perbekalan.
Hal itu membuat Sultas Agung segera mengambil tindakan tegas.
Baca: Ideologi Pancasila
Ia pun mengirim algojo untuk menghukum mati Tumenggung Bahureka dan Pangeran Mandureja pada bulan Desember 1628.
Keduanya merupakan pemimpin serangan pertama pada Penyerbuan Batavia.
Selanjutnya, Sultan Agung kembali menyerang VOC untuk kedua kalinya di Batavia.
Pasukan pertama dipimpin oleh Adipati Ukur.
Sedangkan pasukan kedua dipimpin Adipati Juminah.
Namun sama seperti serangan pertamanya, Mataram kembali mengalami kekalahan akibat kurangnya perbekalan. (1)
Baca lengkap soal kemerdekaan Indonesia di sini