Abu al-Qasim al-Zahrawi

Editor: Putradi Pamungkas
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Abu al-Qasim al-Zahrawi


Daftar Isi


  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM – Abu al-Qasim al-Zahrawi adalah sorang ahli dari para ahli yang memiliki sumbangsih besar dalam dunia kedokteran modern. (1)

Lebih dikenal dengan nama Al-Zahrawi atau Abulcasis, dia adalah keturuan Arab, seorang ahli bedah dan ahli kimia Andalusia.

Dia dianggap sebagai “Father of Modern Surgery”  karena dianggap sebagai mahaguru bagi dokter-dokter bedah di seluruh dunia.

Al-Zahrawi, ahli bedah modern

  • Kehidupan Pribadi


Nama panjangnya adalah Abul Qasim Khalaf ibn al-Abbas az-Zahrawi, biasa dipanggil Al-Zahrawi atau El Zahrawi.

Orang-orang Eropa lebih suka memakai nama Abulcasis untuk menyebutnya.

Baca: Kiai Haji Noer Ali

Al-Zahrawi lahir pada 936 Masehi di Zahra, sebelah barat daya Cordoba, Provinsi Andalusia, Spanyol.

Inilah pusat pengetahuan, kebudayaan, sekaligus simbol kedigdayaan Islam di Eropa, disebut “permata dunia abad ke-10” di bawah naungan Kekhalifahan Dinasti Umayyah.

Kala itu, Cordoba adalah wilayah yang sangat kaya, amat kuat, dan termasuk kota yang paling maju di Eropa Barat.

Di sinilah yang menjadi tempat munculnya para ilmuwan muslim, dan Al-Zahrawi merupakan salah satunya.

Baca: Amul Huzni

  • Penemuan


Sumbangsih Al-Zahrawi bagi dunia kedokteran modern, khususnya ilmu bedah sangat besar. (2)

Catgut mulai dikenal pada pertengahan abad ke-10 atas peran besar Al-Zahrawi.

Benang bedah temuan Al-Zahrawi ini dibuat dari jaringan hewan –biasanya dari usus kambing atau sapi, sehingga dapat diterima oleh tubuh manusia dan halal digunakan oleh orang Islam.

Baca: Siti Sarah

Catgut hanyalah satu dari puluhan penemuan Al-Zahrawi yang sangat berguna hingga berabad-abad berikutnya, bahkan sampai saat ini, tentunya dengan inovasi demi inovasi seiring kemajuan zaman.

Al-Zahrawi telah menemukan 26 peralatan bedah yang semuanya belum pernah ada di masa-masa sebelumnya.

Selain catgut, ia juga memperkenalkan alat-alat baru lainnya, sebutlah pisau bedah, sendok bedah, retractor, pengait, surgical rod, specula, bone saw, plaster, dan masih banyak lagi.

Tak hanya penemuan berupa barang atau peralatan saja, Al-Zahrawi juga merumuskan pemikiran yang sangat membantu perkembangan ilmu kedokteran modern.

Baca: Khadijah binti Khuwailid

  • Karya


Karya monumental hasil pemikiran Al-Zahrawi adalah sebuah buku setebal 1.500 halaman yang terdiri dari 30 jilid dengan tajuk At-Tasrif liman Ajiza an at-Ta'lif.

Inilah kitab suci bagi kaum dokter sedunia yang beberapa pengetahuan di dalamnya bahkan masih dijadikan rujukan dan pedoman sampai sekarang.

Baca: Syaikhul Islam

Melalui kitab inilah Al-Zahrawi memaparkan kurang lebih 200 peralatan bedah, termasuk 26 alat hasil temuannya itu, ia juga mengupas bermacam teknik dalam operasi bedah.

Di atas lembar-lembar Al-Tasrif pula, ia mengklasifikasikan 325 macam penyakit beserta gejala dan cara pengobatannya.

Tak hanya tentang bedah dan daftar penyakit saja yang dipaparkan Al-Zahrawi lewat kitab tebal itu, banyak sekali pengetahuan lainnya terkait ilmu kedokteran yang terhimpun di dalamnya.

Al-Tasrif telah diterjemahkan ke bahasa Latin, Inggris, Perancis, hingga Ibrani, dan menjadi acuan utama kalangan medis di Eropa kala itu.

Baca: Ibnu Al-Nafis

Al-Zahrawi meninggal dunia pada 1013 M dan sempat mengabdi untuk keluarga penguasa Andalusia dari Dinasti Umayyah saat itu, Khalifah Al-Hakam II, sebagai dokter khusus kerajaan. (TribunnewsWiki.com/Mirta)



Info Pribadi Abu al-Qasim al-Zahrawi


Pendidikan Ilmu Kedokteran, Ilmu Bedah


Profesi Ahli bedah


Predikat Bapak Ilmu Bedah Modern


Sumber :


1. id.wikipedia.org
2. en.wikipedia.org


Editor: Putradi Pamungkas
BERITA TERKAIT

Berita Populer