Gedung Arsip Nasional

Editor: Archieva Prisyta
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Gedung Arsip Nasional merupakan sebuah bagunan bersejarah yang berada di Jalan Gajah Mada nomor 111, Jakarta.


Daftar Isi


  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Gedung Arsip Nasional merupakan sebuah bangunan bersejarah yang berada di Jalan Gajah Mada nomor 111, Jakarta.

Awalnya gedung ini adalah sebuah tempat tinggal dan bukan bangunan yang khusus dijadikan tempat penyimpanan arsip.

Tempat tinggal ini dibangun oleh Reinier de Klerk, seorang pedagang yang kelak menjadi Gubernur Jenderal Hindia Belanda.

Namun, setelah Reiner meninggal dunia pada 1780 lalu disusul istrinya, lima tahun kemudian, gedung ini berpindah tangan melalui proses lelang.

Johannes Siberg, yang merupakan menantu Gubernur Jenderal pengganti Reiner kemudian membeli rumah ini.

Selama 30 tahun, kediaman ini berada di bawah kendali Sieberg, sebelum akhirnya hunian mewah ini berpindah kepemilikan ke tangan Lambert Zeegers Veckens.

Kemudian, dua tahun setelahnya, Leendeft Miero membeli tempat tinggal itu yang tak lama berpindah tangan ke menantunya, Cornelis Mayer.

Gedung Arsip Nasional (cagarbudaya.kemdikbud.go.id)

Kemudian, ia menjual hunian ini kepada College van Diakenen der Hervormde Gerneete atau Dewan Gereja.

Di tangan Dewan Gereja inilah, hunian ini mengalami sejumlah perubahan, meliputi penambahan ruangan dengan gaya Yunani pada bagian depan serta penambahan ruang anak-anak. (1)

Baca: Museum Sepuluh Nopember

Baca: Gedung Indonesia Menggugat (GIM) Bandung

  • Gedung Arsip


Di bawah kendali Dewan Gereja, hunian ini menjelma menjadi asrama bagi anak-anak yatim piatu.

Namun, hal ini tak bertahan lama setelah wilayah Moenvliet mulai dikelilingi oleh permukiman orang-orang kaya.

Dewan Gereja kemudian memutuskan untuk menjualnya kepada Pemerintah Hindia Belanda.

Dalam genggaman pemerintah kolonial Belanda kala itu, gedung ini digunakan sebagai Kantor Landraad dan Pengadilan, yang kemudian diubah menjadi Kantor Dinas Pertambangan.

Pada saat itu, JH Abendanon, Direktur Oderwijs, Eerdienst en Nijverheld mengalihfungsikan gedung menjadi Lands-archief atau kantor arsip negara. (1)

  • Desain


Bangunan Gedung Arsip Nasional ini dibagi menjadi bangunan utama, dua bangunan sayap, dan dua paviliun.

Kedua paviliun tersebut pada masa lampau dimanfaatkan sebagai tempat tinggal para budak, dapur, serta tempat tamu menginap.

Sementara kedua bangunan sayap pada masa lampau difungsikan sebagai kantor administrasi.

Bangunan utama Gedung Arsip Nasional terdiri dari dua tingkat serta loteng, dimana bangunan yang menghadap ke arah timur termasuk dalam gaya tertutup atau closed dutch style.

Atap bangunan berbentuk pelana yang dibuat dari kayu yang ditutup dengan bahan genteng.

Untuk menyesuaikan iklim di Batavia, bangunan ini didesain dengan langit-langit tinggi serta lantai yang dilapisi marmer atau ubin, agar membuat ruangan menjadi lebih sejuk.

Pada bagian depan bangunan, terdapat pintu utama yang diapit oleh masing-masing tiga jendela di samping kanan dan kirinya.

Menariknya, gedung ini dikelilingi oleh English sash-window, yang memiliki ciri daun jendelanya dapat digeser ke atas maupun ke bawah.

Pondasi bangunan dibuat dari susunan batu bata yang diletakkan di atas kayu dan pondasi friction pile kayu.

Untuk mengatasi masalah banjir yang pernah merusak bangunan ini, pondasi bangunan kemudian ditinggikan 75 cm dari permukaan tanah.

Gedung Arsip Nasional sendiri memiliki dua tingkat yang lebih sering dimanfaatkan sebagai ruang pamer.

Pada tingkat pertama bangunan, berisi delapan ruangan yang difungsikan sebagai tempat memajang koleksi mebel, berupa lemari, rak buku, kursi, meja, hingga peti uang dari abad 18.

Sedangkan pada lantai kedua, terdiri dari tujuh ruangan yang digunakan sebagai ruang pamer dan kantor administrasi.

Sebagai bekas kediaman, bagunan ini dilengkapi dengan taman yang dibuat memanjang ke belakang. (2)

Baca: Monpera (Monumen Perjuangan Rakyat) Balikpapan

Baca: 17 AGUSTUS - Seri Tempat Sejarah: Kota Tua Jakarta

(TribunnewsWiki.com/Septiarani)



Nama Gedung Arsip Nasional


Pendiri Reinier de Klerk


Alamat Jl. Gajah Mada No.111, RT.1/RW.1, Krukut, Kec. Taman Sari, Kota Jakarta Barat, DKI Jakarta 11140


Sumber :


1. properti.kompas.com
2. cagarbudaya.kemdikbud.go.id


Editor: Archieva Prisyta

Berita Populer