Informasi Awal
TRIBUNNEWSWIKI.COM – Hompimpa merupakan suatu cara untuk menentukan siapa yang menang dan kalah yang biasanya digunakan untuk menentukan giliran dalam permainan.
Hompimpa biasanya dilakukan minimal tiga orang dengan menggunakan telapak tangan.
Cara ini biasanya digunakan oleh anak-anak dan yang kalah hompimpa akan mendapat giliran sebagai penjaga pos, yang biasa dipakai dalam permainan petak umpet.
Namun, aturan tersebut tidak paten dan dapat berubah sesuai kesepakatan para pemain. (1)
Baca: Gobak Sodor (permainan)
Makna Hompimpa
Sebelum melakukan sebuah permainan, biasanya para pemain melakukan ritual ‘Hompimpa alaium gambreng’ terlebih dahulu.
Ternyata, kalimat tersebut sudah menjadi tradisi turun temurun yang dipakai oleh anak-anak di Indonesia sebelum bermain.
Hompimpa biasanya dipakai oleh anak-anak yang tinggal di daerah Jawa.
Sedangkan untuk mereka yang berasal dari luar suku Jawa, seperti suku Betawi, pemakaian kalimat tersebut menjadi lebih panjang yaitu “Hompimpa alaium gambreng, Mpok Ijah paka baju rombeng”.
Hompimpa alaium gambreng ini konon berasal dari bahasa Sanskerta.
Hompimpa alaium berarti dari Tuhan kembali ke Tuhan, di mana kata ‘Hom’ memiliki pengertian zat yang Maha Kekal.
Sementara gambreng menjadi nyanyian penutup yang berarti ajakan bahwa permaian akan segera dimulai.
Namun menurut pakar permainan tradisional Indonesia, Mohammad Zaini Alif, mengatakan bajwa arti ‘hompimpa alaium gambreng’ belum dapat ditemukan pasti.
Menurutnya, memang sedikit sulit untuk mencari asal usul kalimat tersebut.
Hal itu dikarenakan belum ditemukan literatur sejarah bahkan karya tulis ilmiah yang menjelaskan arti serta sejak kapan muncul dan mulai digunakan kalimat tersebut.
Namun, terlepas dari semua itu, Hompimpa alaium gambreng sudah melekat dari generasi ke generasi dan patut untuk dilestarikan. (2)
Cara Bermain
Biasanya hompimpa dilakukan oleh anak-anak dengan menggunakan telapak tangan dan dengan mengucapkan kalimat ‘Hompimpa alaium gambreng’ secara bersamaan.
Tiap pemain mengayunkan telapak tangan mereka dari atas ke bawah atau bisa juga dari kanan ke kiri secara bersamaan.
Ketika sudah selesai melakukan hompimpa, tiap peserta menunjukkan salah satu telapak tangan dengan menghadap ke bawah atau ke atas.
Jika ada yang menghadap ke arah yang sama dengan jumlah yang sedikit, akan keluar meninggalkan permainan dan biasanya dianggap menang.
Cara itu terus dilakukan hingga menyisakan dua orang pemain dan mereka biasanya melakukan suit untuk menentukan siapa yang kalah. (3)
Baca: Museum Fotografi Kediri
Mengandung Nilai Kehidupan
Jika dikaitkan dengan nilai kehidupan, permainan tersebut memiliki makna yang cukup dalam.
Gambreng memiliki nilai kehidupan seperti hidup rukun walau memiliki pilihan yang berbeda, menerima keputusan bersama, berani menentukan pilihan, membangun rasa persaudaraan, dan bersikap adil.
Gambreng menggambarkan awalan dari semua kehidupan, sementara hompimpa memiliki makna cerminan sikap musyawarah yang tinggi dan menerima kesepakatan.
Anak-anak bisa belajar bagaimana menerima sebuah konsekuensi dari keputusan yang mereka ambil, misalnya ketika mereka menghadapkan tangan ke bawah, mereka harus terima konsekuensi kekalahan.
Representasi hitam dan putih juga bermakna bahwa kehidupan bukan hanya satu sisi saja, namun juga dua sisi yang berlawanan. (4)
Baca: Permainan Monopoli