Informasi Awal
TRIBUNNEWSWIKI.COM- Rufaidah Al-Aslamiyah adalah wanita pertama ahli medis dalam Islam.
Rufaidah Al-Aslamiyah lahir pada 570 Masehi.
ia tumbuh besar di Madinah, Arab Saudi dari kalangan kaum Anshar.
Sosok ayah Rufaidah Al-Aslamia adalah seorang dokter bernama Saad Al-Aslami.
Rufaidah Al-Aslamiyah juga seorang perawat wanita sekaligus dokter bedah.(1)
Baca: Jannatul Baqi
Kehidupan pribadi
Sebelum Rufaidah menjadi ahli medis wanita pertama di Islam, ia menjadi asisten ayahnya dan belajar keperawatan dari ayahnya.
Rufaidah memiliki keahlian merawat karena melihat ayahnya merawat pasien.
Ia juga diberi tanggung jawab ayahnya untuk melakukan penanganan pada pasien sendiri.
Hal ini, mengantisipasi jika ayahnya tidak ada atau dalam kondisi darurat.
Keahlian Rufaidah menjadi terlatih, mandiri, cekatan dalam melakukan perawatan.
Ayah Rufaidah juga mengenalkan praktik kesehatan bangsa lain seperti Persia, Romania, Siria, dan India.
Melalui relasi perdangangan, pengetahuan dunia medis bisa didapatkan. (2)
Baca: Perang Khandaq
Perawatan Modern
Abad ke-18, Rufaidah Al-Aslamiyah sudah dikenal Florence Nightingale sebagai sosok wanita yang peduli dengan dunia kesehatan.
Rufaidah Al-Aslamiyah sering mengadakan penyuluhan tentang kesehatan dan pencegahan penyakit.
Ia adalah sosok wanita dengan kepribadian luhur dan empat tinggi serta memberikan pelayanan terbaik untuk pasien.
Dalam sisi perawatan kemanusiaan merupakan hal penting bagi Rufaidah Al-Aslamiyah, sehingga perkembangan teknologi dan kemanusiaan harus seimbang. (3)
Baca: Hongaria
Pengabdian Rufaidah Al-Aslamiyah
Rufaidah Al-Aslamiyah termasuk orang pertama memeluk agama Islam di Madinah.
Para wanita kaum Anshar menyambut Nabi Muhammad SAW di Madinah.
Bersama wanita Anshar, Rufaidah Al-Aslamiyah ikut berkontribusi untuk merawat orang-orang terluka.
Rufaidah Al-Aslamiyah senang hati membantu dan merawat orang sakit.
Rufaidah Al-Aslamiyah ikut dalam Perang Badar sebagai perawat.
Selain itu, ia juga ikut dalam beberapa peperangan lainnya seperti Perang Uhud, Khandaq dan Khaibar.
Rufaidah Al-Aslamiyah juga membentuk kelompok wanita sebagai perawat dan berinisiatif untuk melatihnya.
Harapan Rufaidah Al-Aslamiyah dengan kelompok wanita ini, yakni sigap menolong prajurit yang terluka.
Sebelumnya, Rufaidah meminta izin kepada Rasulullah SAW untuk bergabung dalam garis belakang perang untuk mengobati para pejuang.
Pada akhirnya Rasulullah SAW mengizinkan, lalu Rufaidah Al-Aslamiyah siap melalukan tugasnya dengan baik.
Saat Perang Khandaq, Rasulullah SAW meminta Rufaidah untuk mengobati Saad bin Muaath di rumah sakit dalam tenda yang disiapkan sampai sembuh.
Setelah pertarungan usai, Rufaidah bersama perempuan Muslim melanjutkan kegiatan penyuluhan kesehatan dan mengabdi ke anak yatim piatu, cacat dan miskin sampai akhir hayat. (1)
Baca: Granada