Aksi warga ini dipicu setelah oknum polisi dari Polsek Nimboran menembak salah satu warga pada Senin (2/7/2021) siang.
Kronologi pembakaran bermula saat polisi mendapat laporan adanya sekelompok warga yang melakukan pesta miras dan pemalakan terhadap warga lain yang melintas di Kampung Pobaim.
Mendapat laporan tersebut, polisi akhirnya mendatangi lokasi untuk membubarkan warga.
Sayangnya pembubaran tersebut justru mendapat penolakan.
Baca: Viral Video Angkot di Sukabumi Terguling setelah Hindari Pemotor yang Terjatuh di Jalan
Baca: Daftar Wilayah Jawa-Bali yang Terapkan PPKM Level 4 Hingga 9 Agustus 2021
Situasi berubah menjadi panas dengan adanya perlawanan warga menggunakan linggis.
Beberapa warga berusaha menyerang aparat kepolisian dari Polsek Nimboran yang berada di lokasi.
Salah satu anggota polisi berinisial FY terpaksa mengeluarkan tembakan peringatan karena merasa terancam.
Naasnya, tembakan tersebut tanpa disengana justru mengenai salah satu warga bernama Frederik Sem (22).
Kapolda Papua, Irjen Mathius D Fakhiri membenarkan kejadian tersebut.
Baca: Viral Bilyet Giro Rp 2 Triliun atas Nama Anak Akidi Tio dari Bank Mandiri, Sumbangan Cair?
Baca: Sumbangan Akidi Tio Bukan Prank karena Uang di Singapura, Polisi Sebut Ada Masalah Teknis Pencairan
"Anggota Piket Polsek Nimboran mendatangi TKP.
Setiba di TKP, pelaku hendak diamankan namun melakukan perlawanan dengan menggunakan alat berupa linggis." kata Fakhiri dikutip dari Tribunnews.com
Tak terima akan hal tersebut, warga yang tadinya menolak pembubaran langsung tebakar amarah.
Mereka mengira Frederik tertembak hingga tewas.
Akan tetapi Ditreitreskrimum Polda Papua Kombes Faisal Ramadhani memastikan korba tidak meninggal.
Baca: Uang Hibah Bantuan Penanggulangan Covid-19 Rp 2 Triliun Hanya Dusta, Anak Akidi Tio Diciduk
Baca: Herry Iman Pierngadi
Ia menyebut, pria itu terserempet peluru di bagian kepala.
Akibat insiden tersebut, Frederik yang sedang mabuk minumab beralkohol jatuh pingsan.
"Korban hanya terserempet peluru di bagian kepala, karena dia mabuk makanya langsung pingsan," ujar Faisal dikutip dari KompasTV, Senin (2/8/2021).
Sayangnya warga yang mengira Frederik meninggal akibat tembakan polisi itu langsung meluapkan emosi.
Mereka mendatangi Mapolsek Nimbobran kemudian melakukan perusakan.
Tak sampai disitu, puncaknya warga membakar Mapolsek Nimboran.
Asap hitam tampak mengepul saat si jago merah melahap bangunan milik kepolisian tersebut.
Guna Mengantisipasi serangan susulan, Polres Jayapura mengirim pasukan pengamanan.