Sosoknya menjadi sorotan setelah muncul sebaran poster yang menuntut dia ditangkap dan dipenjara.
Bahkan, sebaran poster yang berjudul "Penjarakan Ahmad Sofian" pun ikut viral di media sosial.
Ketua RT setempat, Yudi, menjelaskan Sofian tidak terlihat sejak wajahnya terpampang di media sosial sebagai provokator aksi.
Yudi mengaku saat Jumat malam, Ahmad Sofian masih terlihat di lingkungannya.
Baca: Seruan Demo Jokowi End Game, Mahfud MD: Ada Kelompok Tak Murni Ingin Serang Pemerintah
Baca: Demo Jokowi End Game, Masyarakat Diimbau Tak Terhasut
"Waktu malam Jumat itu kita masih lihat dia, bahkan waktu Idul Adha kemarin dia nyumbang kambing," kata Yudi dikutip dari Wartakotalive.com.
Yudi menceritakan ia mengetahui warganya menjadi target penangkapan aparat Kepolisian dari sosial media Twitter.
Ia tidak menyangka bahwa Sofian menjadi buruan polisi lantaran dianggap sebagai provokator demo Jokowi End Game.
"Ya saya kaget aja, enggak nyangka karena dia kesehariannya kurang bersosialisasi," ucap dia.
Yudi menambahkan sejak pagi sampai sore ini aktivitas di rumah sofian juga sepi.
Baca: Sebanyak 3.385 Personel Gabungan Dikerahkan untuk Kawal Demo ‘Jokowi End Game’
Baca: Ada Imbauan Aksi Jokowi End Game Hari Ini, Polisi Tutup Akses Jalan ke Istana Negara
Tidak terlihat ada keluarga Sofian yang keluar rumah paska ramai jadi pembicaraan jagat maya.
"Kalau buat ketemu sekarang mungkin agak susah ya, karena mereka kan lagi begini keadaannya," kata dia.
Wajah Ahmad Sofian menyebar di sosial media dengan tulisan 'Penjarakan orang ini!, Provokator Nasional aksi Jokowi End Game, karyawan Wendys Neo Soho Jakarta Barat'.
Selebaran ajakan aksi demo ‘Jokowi End Game’ ini menuntut PPKM dihentikan.
Baca: PPKM Level 4 Diperpanjang hingga 2 Agustus 2021, PKL Buka hingga 20.00 WIB, Makan di Tempat 20 Menit
Baca: Cara Mendapatkan Bantuan Tunai Rp1,2 Juta bagi PKL yang Terdampak PPKM Level 4
Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan HAM (Menko Polhukam) Mahfud MD menyebut ada kelompok tak murni yang ingin menyerang pemerintah.
Hal ini terkait seruan demontrasi bertajuk ‘Jokowi End Game’ yang menuntut menolak PPKM.
Kelompok tak murni ini, menurut Mahfud MD, ingin memanfatkan situasi yang ada.
"Pemerintah mengetahui bahwa sekelompok orang memiliki keinginan untuk memanfaatkan situasi.
Tadi ada kelompok yang murni, lalu ada kelompok yang tidak murni.
Masalahnya itu hanya ingin menentang aja, memanfaatkan situasi," ujar Mahfud, dalam konferensi pers 'Perkembangan Situasi Politik dan Keamanan di Masa Pandemi', yang disiarkan lewat Youtube Kemenko Polhukam, Sabtu (24/7/2021).
Lebih lanjut, ia menjelaskan kelompok murni adalah mereka yang menyampaikan aspirasinya karena terdampak kebijakan covid-19.
Sementara itu, kelompok tak murni lebih menyerukan provokasi untuk menyerang pemerintah.
Baca: Badan Intelijen Negara (BIN)
Baca: Minta Warga Patuhi Prokes, Mensos Risma: Bansos yang Diterima Meringankan, Tapi Tak Bisa Terus
Badan Intelijen Negara (BIN) ikut mengomenntari soal seruan aksi demo Jokowi End Game yang sempat muncul sepanjang Jumat hingga Sabtu kemarin di media sosial.
Deputi VII BIN, Wawan Hari Purwanto, mengatakan lembaganya mengawasi adanya kelompok yang berupaya memanfaatkan situasi pandemi saat ini.
"Memang ada kelompok-kelompok yang memiliki kepentingan untuk sengaja memprovokasi rakyat untuk berdemo," kata Wawan dikutip dari YouTube KompasTV, Minggu (25/7/2021)
Ia meminta masyarakat tidak berdemonstrasi turun ke jalan karena rentan digunakan provokator untuk memperkeruh situasi.