Gigacover Hadirkan Layanan Finansial Baru yang Berfokus untuk Pekerja Independen

Penulis: Natalia Bulan Retno Palupi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Gigacover Hadirkan Layanan Finansial Baru yang Berfokus untuk Pekerja Independen

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Gigacover, sebuah penyedia layanan fintech yang berfokus pada pekerja independen (gig economy) mengumumkan layanan finansial baru untuk pelanggan di Asia Tenggara, Jumat (23/7/2021).

Termasuk layanan Earning Advances dan Pinjaman Produktif yang melengkapi layanan perlindungan kesehatan yang sudah ada sebelumnya.

Hingga saat ini, Gigacover telah bekerjasama dengan beberapa perusahaan ternama seperti Gojek, Foodpanda, dan Gogox di Singapura.

Serta baru saja menambah Lalamove serta AXA Financial Agent di Indonesia, sambil terus menjangkau lebih banyak pemain lokal lainnya.

Berdasarkan data World Bank 2019, tenaga kerja independen Asia Tenggara telah mengalami pertumbuhan tahunan sebesar 30 persen, jumlah ini meningkat pada tahun 2020 selama pandemi.

Baca: Penyerapan Program Pemulihan Ekonomi Nasional Sudah Capai Rp237,4 triliun, Berikut Rinciannya

Baca: Imam Besar, Menteri Perdagangan dan Menteri Investasi RI Luncurkan Program Ekonomi Berbasis Masjid

Ilustrasi (net)


Google dan Temasek juga mengestimasikan bahwa ada sekitar 150 juta individu pekerja independen di kawasan tersebut dengan 50 persen di antaranya mengalami kesulitan akses ke berbagai layanan finansial dan tidak memiliki perlindungan kerja yang memadai.

Di sisi lain, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan ada sebanyak 33,34 jut orang di Indonesia yang bekerja sebagai pekerja paruh waktu atau pekerja lepas per Agustus 2020.

Angka itu naik 4,32 juta orang atau 26 persen pada tahun itu.

Para pekerja independen di Indonesia menempati posisi terendah dari piramdia perlindungan kerja, bahkan kalah dari para pekerja kerah biru yang keamanan tenaga kerjanya dilindungi oleh UU No. 13 tahun 2003.

Mereka hampir tidak memiliki jaminan terkait tenaga kerja, baik jaminan pekerjaan, pendapatan atau perlindungan sosial.

Jaminan sosial mereka tidak diwajibkan untuk masuk sebagai bagian dari hak yang harus diberikan pemberi kerja, yang berarti mereka harus membayar produk untuk melindungi diri sendiir.

Dari data Gigacover, ditemukan bahwa lebih dari 50% pekerja independen di Indonesia memilih uang tunai dan perlindungan kesehatan sebagai tunjangan pilihannya.

Di Jakarta, Gigacover mengalami peningkatan dalam jumlah Earning Advance dan transaksi asuransi mikro sebesar tiga kali lipat pada Q2 tahun 2021.

Ilustrasi (New York Dating Life)


Sehingga meningkatkan penggunaan produk Gigacover secara keseluruhan di Indonesia hingga 60% di kalangan komunitas pekerja independen.

Menurut Co-Founder & CEO Gigacover, Amerson Lin, kehadiran pekerja lepas dan inpenden di Asia Tenggara menjdai tantangan dan peluang bagi fintech seiring peningkatan pengawsan dari regulator dan pekerja yang menuntut transparansi dan keadilan.

"Di sinilah Gigacover masuk sebagai penghubung antara bisnis, lembaga keuangan, pemerintah, dan pekerja independen, dengan mendukug dan menyediakan produk keuangan yang sesuai kebutuhan serta melindungi," ujarnya.

Menurutnya, terlihat peluang pertumbuhan yang sangat besar karena semakin banyak generasi milenial memilih untuk berwirausaha dan pekerja tidak tetap.

"Selama lima tahun ke depan, kami menargetkan untuk dapat melayani 7 juta pekerja independen Indonesia dan mewujudkan visi kami untuk melayani lebih dari 20 juta pengguna di seluruh Wilayah Asia Tenggara," tambahnya.

Cobysot Avego Putro sebagai Country Head Gigacover Indonesia pun merasa sangat optimis dengan pertumbuhan anggota Gigacover di Indonesia sepanjang tahun.

Menurutnya, meskipun mendapat predikat sebagai negara ekonomi terbesar di Asia Tenggara, kesejahteraan pekerja independen masih belum mendapatkan perhatian yang besar.

"Kami harap Gigacover bisa menciptakan keamanan finansial dan jaminan kesehatan yang lebih baik bagi semua pekerja independen dan pelaku gig economy di Indonesia," ungkapnya.

Baca: Menko Perekonomian Umumkan Pemerintah Resmi Melarang Warga India Masuk ke Indonesia

Baca: Vaksinasi Massal di Yogyakarta, Jokowi Berharap Dapat Dukung Pariwisata dan Ekonomi Bangkit Kembali

Dengan pasar utama meliputi Indonesia dan Singapura, saat ini Gigacover dapat dianggap sebagai pemimpin pasar di regional karena bekerja dengan lebih dari 50 persen platform dan marketplace yang terkait dengan pekerja indpenden.

Diketahui Gigacover juga telah memulai pembangunan di Filipina dan berencana untuk memasuki pasar Vietnam sebagai bagian dari strategi ekspansi di Asia Tengara.

Di Indonesia sendiri Gigacover telah tumbuh 10 kali lipat sepanjang tahun 2020.

Pertumbuhan pesat Gigacover di Indonesia menunjukkan komitmennya untuk membantu pekerja independen dan komunitas pelaku gig economy yang kurang terlayani di dalam negeri untuk memiliki akses manfaat yang sama seperti pekerja penuh waktu, dan mencapai literasi keuangan untuk dapat menopang diri mereka sendiri jika terjadi hal yang tidak diinginkan.

"Inklusi dan stabilitas keuangan masih menjadi tantangan mendesak yang menghambat ekosistem berkelanjutan untuk gig economy di wilayah Indonesia," ungkap Coby.

"Sebagai platform keuangan, Gigacover berharap bahwa pilihan untuk menjadi pekerja independen juga bisa sama valid, stabil, dan menguntungkannya seperti pilihan bekerja dalam perusahaan," tambahnya.


(Tribunnewswiki.com/Natalia Bulan R P)

Baca artikel lainnya terkait Ekonomi selengkapnya di sini



Penulis: Natalia Bulan Retno Palupi
BERITA TERKAIT

Berita Populer