Anggota DPRD Pangkep Nekat Pagari Akses Jalan ke Rumah Tahfiz di Makassar

Penulis: Rakli Almughni
Editor: Febri Ady Prasetyo
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Suasana penutupan fasum di Ance Dg Ngoyo, Masale, Panakkukang, Makassar

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Seorang anggota DPRD Kabupaten Pangkep, Provinsi Sulawesi Selatan, nekat memagari akses jalan para tahfiz menuju masjid.

Dia menutup gang rumah tahfiz dengan membangun tembok 3 meter.

Hal ini membuat resah Warga RT 2, RW 5, Kelurahan Masale, Kecamatan Panakkukang, Makassar, dengan adanya pagar tembok yang berdiri di atas jalanan setapak atau fasilitas umum tersebut.

Diketahui pagar tembok itu menutup akses pintu belakang salah satu rumah Tahfiz Alquran.

Selain itu pagar tembok tersebut juga menutup pintu belakang salah satu rumah warga yang tepat di samping rumah Tahfidz.

Pelaku pemagaran atau yang membangun pagar tembok itu, adalah salah seorang warga bernama Amiruddin.

Amiruddin diketahui merupakan anggota DPRD Kabupaten Pangkep dari fraksi Partai Amanat Nasional (PAN).

"Alasannya dia (Amiruddin) tutup karena ini anak-anak Tahfidz ribut katanya karena sering mengaji di sini," kata Ketua RW 5, Abd Azis saat ditemui di lokasi, Jumat (23/6/2021) siang, seperti dilansir dari TribunMakassar.com.

Warga RW 2 Kelurahan Masale Abd Azis dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Masale Bripka Muh Rais saat ditemui di pagar tembok yang berdiri di jalanan Fasum, RT 2, RW 5, Kelurahan Masale, Kecamatan Panakkukang, Makassar, Jumat (2372021) siang. (TRIBUN-TIMUR.COM/MUSLIMIN EMBA)

Baca: Jika Tak Kunjung Hadiri Panggilan, Pemasang Tembok Beton di Ciledug akan Dijemput Paksa Polisi

Baca: Begini Dampak Rumah Warga Ditutup Tembok di Ciledug, Bocah Harus Menanjak, Anggota FItness Berkurang

Abd Azis menjelaskan jalan setapak di belakang rumah tahfiz itu kerap dijadikan lokasi bermain sambil belajar mengaji para santri.

Lokasi yang dimaksud Abd Azis itu tepat di depan rumah sang anggota DPR (Amiruddin).

"Jadi ini anak-anak Tahfidz, sering belajar ngaji di sini sambil main. Di sini juga anak-anak tahfiz sering lewat kalau ke masjid salat Ashar," ujarnya.

Meski bukan jalur utama peserta didik rumah tahfiz ke masjid, pagar yang dibangun Amiruddin itu dirasa janggal lantaran berdiri di atas fasilitas umum.

"Bisa lewat depan, tapi kan jauh mutar kasihan ini anak-anak kalau mau ke masjid. Dan, ini lokasi memang fasum sebenarnya," beber Azis.

Azis juga menegaskan bahwa pagar batu itu dibangun oleh Amiruddin yang merupakan legislator Pangkep.

"Pak Amiruddin namanya, anggota DPRD Pangkep. Tiap Sabtu-Minggu, biasa baru datang ke sini di rumahnya," ungkap Azis.

Di lokasi yang sama, Bhabinkamtibmas Kelurahan Masale, Bripka Muh. Rais mengatakan pihaknya telah melakukan pertemuan dengan pihak kecamatan untuk mencari jalan keluar dalam persoalan itu.

"Kami selaku Bhabinkamtibmas tentunya mengimbau warga untuk tidak terprovokasi melakukan tindakan yang bisa berakibat gangguan khantibmas. Sehingga, kami menempuh jalur ke pihak kecamatan," kata Muh. Rais.

Hasilnya, lanjut Muh Rais, Camat Panakkukang Thahir Rasyid dan petugas Satpol PP kecamatan telah datang meninjau lokasi pagi tadi.

"Merespons keluhan warga, bapak Camat Panakkukang, bersama Satpol PP, Babinsa dan kami Bhabinkamtibmas telah datang meninjau lokasi tadi pagi dan segera akan menyurati yang bersangkutan (Amiruddin)," ujarnya.

Baca: Mediasi Buntu, Wali Kota Tangerang Instruksikan Tembok Beton yang Halangi Rumah Warga Dibongkar

Baca: Akses Jalan Ditembok, 4 Keluarga Terisolir Terpaksa Harus Memutar Melalui Saluran Air

Upaya penguatan itu, kata Muh Rais, akan dilakukan sebanyak tiga kali.

Jika dalam tiga kali penyuratan itu tidak direspons, pihak kecamatan akan merobohkan paksa pagar tembok yang berdiri di atas Fasum tersebut.

Jurnalis Tribun masih berupaya mencari kontak Amiruddin untuk mendapatkan langsung mengenai pagar tembok tersebut.

(tribunnewswiki.com/RAK, TribunMakassar/Muslimin Emba)

Baca lebih lengkap seputar berita terkait lainnya di sini



Penulis: Rakli Almughni
Editor: Febri Ady Prasetyo
BERITA TERKAIT

Berita Populer