Masih Ada Masjid Gelar Salat Iduladha, Anies Baswedan: Sadarilah, RS Sudah Penuh, kalau Sakit Sulit

Penulis: Rakli Almughni
Editor: Febri Ady Prasetyo
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama wakilnya, Achmad Riza Patria, dalam konferensi pers penerapan kembali masa PSBB pada Rabu (9/9/2020).

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyesalkan adanya sejumlah masjid yang masih menggelar pelaksanaan salat Iduladha 1442 Hijriah.

Padahal, pemerintah telah meminta masyarakat yang berada di wilayah penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat untuk melaksanakan salat Iduladha 1442 H di rumah masing-masing.

Hal ini dilakukanuntuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Namun, aturan itu tidak didengar oleh beberapa pengelola masjid di DKI.

Dikutip dari Tribunnews.com, pagi ini masih didapati sejumlah masjid yang menggelar pelaksanaan salat Iduladha.

Anies Baswedan meminta para pengurus rumah ibadah menyadari bahwa risiko penularan Covid-19 masih tinggi.

Anies mengingatkan bahwa anggota masyarakat yang terinfeksi Covid-19 bakal sulit mendapatkan penanganan.

Baca: Anies Baswedan

Baca: Pajang Foto Bos Ray White Indonesia, Anies Baswedan: Bukan Soal Aturan, Ini Soal Nyawa

Sebab, beberapa rumah sakit kewalahan menangani pasien Covid-19.

Ia meminta pengurus masjid juga sadar kondisi rumah sakit sudah penuh.

"Kepada para pengurus masjid sadarilah RS ini sudah penuh. Rumah sakit tuh penuh. Jadi ini bukan soal dilarang saja. Tempatnya kalau sakit sulit sekarang," ujar Anies usai menyerahkan hewan kurban di RPH PD Dharma Jaya, Jakarta Timur, Selasa (20/7/2021).

Anies menegaskan aturan ibadah di rumah bukan soal melarang.

Namun, ini lantaran kondisi saat ini yang menyulitkan masyarakat mencari fasilitas kesehatan yang kosong..

"Jadi saya menganjurkan kepada semua mengingatkan bukan saja potensi penularan tapi risiko terpapar dan sakit risikonya tinggi sekali," ujar Anies Baswedan.

Sejumlah Masjid  Tetap Gelar Salat Iduladha

Sejumlah masjid di Jakarta Pusat tetap menggelar salat Iduladha 1442 Hijriah di tengah kebijakan PPKM Darurat.

Hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Wali Kota Jakarta Pusat Irwandi.

Irwandi mengakui masih banyak masjid di wilayahnya yang nekat menggelar salat Iduladha secara berjamaah.

“Kurang lebih masih ada 50 persen masjid tetap gelar salat Id,” kata Irwandi, seperti dikutip dari TribunJakarta.com, Selasa (20/7/2021).

Baca: Wapres Maruf Amin Laksanakan Salat Idul Adha dengan Prokes Ketat di Kediaman Resmi

Baca: Tak Ingin Ibadah Idul Adha Jadi Klaster Covid-19, Wapres Maruf Amin Imbau Salat Ied di Rumah Saja

Irwandi pun menyayangkan hal tersebut.

Padahal, Pemkot Jakarta Pusat sudah jauh-jauh hari menyosialisasikan agar masjid-masijd tidak menggelar salat Id.

Imbauan itu pun disampaikan Pemkot Jakarta Pusat bersama Dewan Masjid Indonesia (DMI) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

“Tapi, pada kenyataannya masih ada beberapa masjid yang tetap menggelar salat,” tuturnya.

Ia menyebut masjid-masjid yang menggelar salat Iduladha ini umumnya berada di tengah-tengah pemukiman warga.

Sementara itu, masjid-masjid raya di Jakarta Pusat umumnya mematuhi anjuran dari pemerintah dan tidak melaksanakan salat Iduladha secara berjemaah.

"Kalau masjid yang besar di Jakarta Pusat umumnya lebih patuh. Ini masjid yang kecil-kecil masih tetap gelar salat," kata dia.

(tribunnewswiki.com/Rakli, Tribunnews.com/Danang Triatmojo, TribunJakarta.com/Dionisius Arya Bima Suci)

Baca lebih lengkap seputar berita Anies Baswedan di sini



Penulis: Rakli Almughni
Editor: Febri Ady Prasetyo
BERITA TERKAIT

Berita Populer