Carolina Reaper

Editor: Archieva Prisyta
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Carolina Reaper, cabai terpedas di dunia


Daftar Isi


  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Carolina Reaper adalah cabai terpedas di seluruh dunia berdasarkan Scoville Heat Unit.

Carolina reaper adalah jenis cabai hibrida dari Amerika Serikat. (1)

Carolina Reaper merupakan cabai yang berbentuk bulat, berkulit keriput, dan berwarna merah cerah.

Di bagian bawah cabai ini terdapat sebuah ‘ekor’ yang menyerupai bentuk ekor kalajengking yang digunakannya untuk menyengat.

'Ekor' ini memberi kesan bahwa Carolina Reaper ini bisa menyengat. (2)

Popularitas cabai ini meningkat setelah dinobatkan sebagai cabai terpedas di dunia.

Penemunya, Ed Currie, menghasilkan Carolina Reaper dengan mengawinkan 9 jenis cabai dari Asia dan 1 cabai dari Karibia.

Tingkat kepedasan paprika atau cabai dapat dihitung berdasarkan skala Scoville Heat Unit (SHU) yang menghitung kadar capcaisin untuk memastikan tingkat kepedasannya.

Carolina Reaper memiliki tingkat kepedasan yang sangat tinggi, tepatnya di angka 1,4 juta-2,2 juta SHU.

Untuk membayangkan seberapa pedasnya, perbandingan ini bisa menjadi gambaran.

Paprika yang biasa di temukan sebagai topping pizza (bell pepper) hanya memiliki tingkat kepedasan 0 SHU karena tidak memiliki capcaisin.

Sementara itu, cabai merah besar hanya berada di kisaran 5.000-30.000 SHU dan cabai keriting di kisaran 85.000-115.000 SHU.

Saking pedasnya Carolina Reaper, bahkan harus menggunakan sarung tangan untuk menyentuh dagingnya.

Tidak disarankan untuk menyentuh Carolina Reaper dengan tangan kosong karena dapat menyebabkan luka bakar pada permukaan kulit.

Saat ini, rekor dunia untuk mengonsumsi Carolina Reaper terbanyak dipegang oleh Greg Foster yang mampu memakan hingga 44 buah (120 gram) dalam satu menit.

Namun, perlu diingat bahwa tidak semua orang dapat mengonsumsi cabai ini karena tingkat kepedasannya yang luar biasa.

Selain dimakan langsung, Carolina Reaper juga dapat digunakan sebagai bumbu masakan, dibuat saus atau puree, hingga dikeringkan untuk dijadikan cabai bubuk. (1)

Pohon Carolina Reaper, cabai terpedas di dunia.

Baca: Daun Mint (Peppermint)

  • Hasil Pengembangan Ilmuwan Gila Cabai


Caroline Reaper ditemukan oleh Smokin Ed Currie.

Ed adalah ilmuwan yang tergila-gila pada cabai sekaligus pendiri perusahaan PuckerButt Pepper Company di South Caroline, Amerika Serikat.

PuckerButt Pepper Company bergerak dibidang perkebunan khusus untuk mengembangkan tingkat kepedasan cabai, toko sayuran (khususnya cabai), dan produsen produk cabai.

Carolina Reaper ditemukan setelah Ed melakukan percobaan selama 4 tahun.

Sebelum diberi nama Carolina reaper, cabai ini bernama HP22B. Ini sebetulnya kode tanaman. Artinya Higher Power, Pot No. 22, Plant B.

Kode ini digunakan untuk membedakan dengan pot tanaman cabai lain yang juga sedang dikembangkan tingkat kepedasannya.

Pada tahun 2017 rekor Caroline reaper dikalahkan oleh Dragon’s Breath atau Napas Naga. (2)

Baca: Minyak Canola

  • Resiko Mengonsumsi Carolina Reaper bagi Kesehatan


Konsumsi makanan pedas seperti Carolina Reaper memiliki efek samping yang bisa berbahaya bagi kesehatan.

Maka dari itu, disarankan untuk berhati-hati saat mengonsumsinya, apalagi bagi yang memiliki gangguan kesehatan khususnya berkaitan dengan gangguan pencernaan.

Rasa Terbakar di Mulut

Setelah mengonsumsi makanan pedas, mulut akan terasa seperti terbakar atau tersengat.

Rasa terbakar ini dikarenakan zat capsaisin menempel pada indra pengecap yang akan mengukur suhu cabai tersebut, lalu mengirimkan sinyal dari sensasi terbakar pada otak.

Kondisi ini bisa jauh lebih parah saat mengonsumsi Carolina Reaper yang tingkat capsaisinnya sangat tinggi dapat mengiritasi kerongkongan.

Rasa terbakar di mulut juga mungkin disertai dengan pembengkakan area mulut, keluarnya keringat, ingus, dan air mata.

Gangguan Pencernaan

Saat mengonsumsi makanan pedas, otak akan menerima sinyal rasa pedas sebagai rasa ‘sakit’. Tubuh pun akan bereaksi seakan-akan tengah mengonsumsi sesuatu yang beracun.

Mengonsumsi makanan pedas seperti Carolina Reaper dapat menyebabkan efek samping berupa gangguan pencernaan, seperti mual, muntah, sakit perut, kram perut, diare, dan sensasi panas saat buang air besar.

Apabila mengonsumsi Carolina Reaper dalam keadaan perut kosong, juga dapat mengalami kram perut yang menyakitkan.

Muntah setelah mengonsumsi cabe pedas seperti Carolina Reaper bahkan dapat menyebabkan kerongkongan terluka.

Hal ini bukan dikarenakan cabai yang dimakan, melainkan karena asam lambung yang naik dan melukai kerongkongan.

Ada pula kasus seorang pria mengalami kerongkongan berlubang setelah konsumsi puree cabai yang sangat pedas.

Namun, berlubangnya kerongkongan bukan dikarenakan oleh cabai yang dikonsumsi, melainkan akibat ia muntah-muntah parah.

Kontraksi hebat saat sedang muntah menyebabkan kerongkongan dapat terluka dan berlubang.

Meningkatkan Resiko Penyempitan Pembuluh Darah

Pada tahun 2018 silam, The Guardian melaporkan seorang pria mengalami berbagai gangguan kesehatan setelah berpartisipasi dalam kontes makan Carolina Reaper.

Awalnya ia mengalami mual dan rasa nyeri di leher yang kemudian menjadi thunderclap headache.

Thunderclap headache adalah sakit kepala mendadak yang terasa sangat parah dan memuncak dalam beberapa menit.

Hasil CT scan menunjukkan bahwa pria tersebut mengalami reversible cerebral vasoconstriction syndrome (RCVS), yakni penyempitan beberapa pembuluh arteri di otak.

Untungnya, kondisi pasien kembali normal dalam 5 minggu. Pada kasus yang jarang terjadi, RCVS dapat menyebabkan stroke.

Jika berminat untuk mengonsumsi Carolina Reaper, sebaiknya lakukan dalam kondisi prima dan pastikan tidak memiliki gangguan pencernaan yang bisa berbahaya bagi kesehatan.

Jangan pula mengonsumsinya secara berlebihan untuk menghindari dampak-dampak buruk yang bisa terjadi. (1)

Baca: Minyak Jojoba

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Anindya)



Nama Cabai Carolina Reaper


Asal Amerika Serikat


Tingkat Kepedasan Cabai Besar 5.000-30.000 SHU


Cabai Keriting 85.000-115.000 SHU


Sumber :


1. sehatq.com
2. bobo.grid.id


Editor: Archieva Prisyta

Berita Populer