Kenali Perbedaan Gejala Covid-19 Varian Delta dengan Umum

Penulis: Putradi Pamungkas
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi varian baru virus corona, yakni varian Delta

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Berikut adalah perbedaan gejala Covid-19 varian Delta dengan gejala virus Corona pada umumnya.

Virus corona terus menyebar dan merenggut banyak korban.

Lonjakan kasus Covid-19 tersebut disebut-sebut lantaran kemunculan varian Delta.

Varian delta dikenal juga sebagai B.1.617.2, menjadi jenis baru dari Covid-19.

Sebagai informasi, varian Delta pertama kali diidentifikasi muncul di India.

Varian ini memiliki sifat sangat mudah menular dan lebih berbahaya, lebih mengerikan dari virus corona pada umumnya.

Baca: Covid-19 Varian Delta Merebak, 8 Negara Ini Malah Sudah Terapkan Aturan Bebas Masker

Lantas, apa bedanya gejala umum virus corona dengan varian delta?

Berikut adalah gejala virus corona yang paling umum hingga yang parah, dikutip dari WHO :

- Demam

- Batuk kering

- Kelelahan

- Kehilangan rasa atau bau

- Hidung tersumbat

- Konjungtivitis (juga dikenal sebagai mata merah)

- Sakit tenggorokan

- Sakit kepala

- Nyeri otot atau sendi

- Berbagai jenis ruam kulit

- Mual atau muntah

- Diare

- Menggigil atau pusing

- Sesak napas

- Kehilangan selera makan

- Kebingungan

- Nyeri atau tekanan terus-menerus di dada

- Suhu tinggi (di atas 38 °C)

Baca: Covid-19 Varian Delta

Gejala Virus Corona Varian Delta:

- Sakit perut

- Hilangnya selera makan

- Muntah

- Mual

- Nyeri sendi

- Gangguan pendengaran

- Sakit kepala

- Sakit tenggorokan

- Pilek Demam

Para pekerja menyiapkan peralatan di Ruang ICU di Tower 7 Wisma Atlet yang menjadi Rumah Sakit Darurat Penanganan Covid-19, di Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (22/3/2020). Ruangan di tower 7 lantai 1, 2, dan 3 Wisma Atlet dimodifikasi menjadi ruang ICU, radiologi, hingga farmasi. Rumah sakit ini siap dioperasikan pada Senin (23/3/2020). (Warta Kota/Alex Suban)

Apabila mengalami gejala-gejala COVID-19, sebaiknya segera lakukan Isolasi Mandiri.

Instagram resmi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menuliskan bahwa isolasi mandiri dapat dilakukan selama 10 hari sejak dinyatakan terjangkit COVID-19.

Jika tak mengalami tanda-tanda kondisi membaik, tambahkan waktu isolasi selama 3 hari hingga  terbebas dari gejala demam dan gangguan pernapasan.

Baca: Waspada, Berikut Ciri Tertular Corona Varian Delta dan Lokasi yang Harus Dihindari

Berikut adalah ketentuan melakukan Isolasi/Karantina Mandiri:

- Ventilasi dan pencahayaan yang baik

- Kamar manndi terpisah, tetapi jika tidak teredia lakukan desinfeksi rutin pada permukaan yang sering disentuh

-  Kamar tidur terpisah

- Hindari kontak dengan orang lain serta tidak bepergian dan tidak menerima tamu

- Gunakan masker dengan benar

- Cuci tangan dengan sabun

- Jaga jarak

- Disinfeksi/bersihkan permukaan dengan disinfeksi secara berkala

-  Tangani sampah dengan hati-hati

- Gunakan alat tersendiri (makan/minum/mandi)

- Pemantauan harian gejala

- Berkoordinasi dengan puskesmas

- Jika muncul gejala yang semakin parah segera lapor petugas

-  Orang yang merawat harus tetap memperhatikan protokol kesehatan 3M.

WHO juga menyarankan agar masyarakat mau melakukan vaksin, demi mengatasi agar virus tidak terus tersebar, 

Kemudian, masyarakat dianjurkan untuk terus mengenakan masker, membersihkan tangan, memastikan ventilasi yang baik di dalam ruangan, menjaga jarak secara fisik, dan menghindari keramaian.

Selain varian delta, masyarakat juga perlu mewaspadai varian lainnya seperti B.1.1.7 atau varian Inggris dan varian B.1.3.5.1.

Kementerian Kesehatan mengimbau agar masyarakat mengurangi mobilitas dan tetap berada di rumah serta mengikuti aturan protokol  kesehatan yang berlaku.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUTRADI PAMUNGKAS, TRIBUNNEWS.COM)

SIMAK ARTIKEL SEPUTAR COVID-19 DI SINI



Penulis: Putradi Pamungkas
BERITA TERKAIT

Berita Populer