Tari Bujang Ganong

Editor: Febri Ady Prasetyo
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Tari Bujang Ganong


Daftar Isi


  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM- Tari Bujang Ganong adalah tarian tradisional khas Boyolali, Jawa Tengah.

Tarian ini  menggambarkan seorang tokoh, yakni Patih Bujang Ganong yang diutus Prabu Sewandana untuk meminang Dewi Sangga Langit.

Tari Bujang Ganong memiliki sikap berkemauan keras, cerdik jenaka dan sakti sang patih dilihat dari gerakan yang cekatan dan atraktif. (1) 

Baca: Tarian Jawa

Tari Bujang Ganong saat pentas di Swedia

  • Asal-usul


Tari Bujang Ganong dikembangkan pada tahun 1980.

Tarian ini bercerita mengenai seorang patih muda yang cekatan, cerdik dan sakti.

Tari Bujang Ganong merupakan bagian dari tari Reog Ponorogo.

Penari tari Bujang Ganong ini mengenakan topeng dengan wajah raksasa, mata melotot, waja merah, memiliki tubuh kecil, pendek, rambut gimbal dan gigi tonggos.

Tari Bujang Ganong biasanya sebagai pelengkap dan penghibur penonton untuk mencairkan suasana. (2) 

Baca: Tari Turonggo Seto

BUDAYA - Kesenian reog Ponorogo di Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur pada Minggu (24/1/2021).

  • Gerakan dan Busana


Gerak dasar tari Bujang Ganong yaitu besut, sembahan, gerakan lucu (gecul), jalan dobel loncat, ragam incengan, lampah telu (trecet), bapangan, akrobatik, gejuk menggol, dan jalan dobel loncat masuk. 

Tata busana tari Bujang ganong yaitu bagian kepala terdapat binggel, rompi merah garis hitam, sampur merah dan kuning, epek timang, stagen, embong gombyong, celana dingkikkan. (3)

Pada bagaian tungkai terdapat busana penutup daerah kemaluan/ embong gombyok, celana sebatas lutut/celana dingkikan, gelang kaki/binggel. (4)

Baca: Tari Topeng Gethak

(Tribunnewswiki.com/ Husna)



Asal Boyolali Jawa Tengah


Jenis Tarian Tradisional


Fungsi Tari Bujang Ganong biasanya sebagai pelengkap dan penghibur penonton untuk mencairkan suasana.


Sumber :


1. gpswisataindonesia.info
2. haloedukasi.com
3. www.selasar.com/tari/reog-ponorogo/
4. karya-ilmiah.um.ac.id


Editor: Febri Ady Prasetyo

Berita Populer