Mengenal Tocilizumab, Obat Harga Jutaan Rupiah yang Diberikan kepada Pasien Kritis Covid-19

Penulis: Restu Wahyuning Asih
Editor: Putradi Pamungkas
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi peneliti mengambil plasma darah dari pasien yang sembuh dari Covid-19. Plasma konvalesen atau plasma pulih untuk dijadikan terapi antibodi bagi pasien Covid-19.

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Obat covid-19 kini banyak dicari oleh masyarakat.

Beragam obat yang mengklaim dapat meredakan gejala hingga menyembuhkan Covid-19 pun hadir.

Kini, salah satu obat yang sedang ramai adalah Tocilizumab, obat Covid-19 yang dijual dengan merek dagang Actemra seharga jutaan rupiah.

Obat tersebut disebut bisa menyelamatkan nyawa pasien Covid-19.

Namun apa itu obat tocilizumab?

Dilansir dari Kompas.com, Guru Besar Fakultas Farmasi UGM, Prof. Dr. Zullies Ikawati, Apt, mengatakan tocilizumab adalah obat antibodi monoklonal dan merupakan anti interleukin 6.

Interleukin 6 merupakan sitokin protein yang menjadi mediator utama inflamasi dan respons imun berlebih yang menyebabkan peradangan hebat dalam tubuh yang biasa dikenal sebagai badai sitokin.

"Terutama pada pasien Covid-19 yang berat, biasanya terjadi badai sitokin, dan sitokin itu ada berbagai macam, salah satunya yang sering muncul adalah interleukin 6," kata Prof Zullies dikutip dari Kompas.com, Jumat (2/7/2021).

Ilustrasi remdesivir yang digunakan sebagai obat Covid-19. PT Kalbe Farma siap memasarkan produk remdesivir bernama Covifor. (Tribun Palu)

Sebelum menjadi salah obat Covid-19, Prof Zullies mengungkapkan bahwa sebenarnya obat Tocilizumab biasanya digunakan pada orang dengan penyakit rheumatoid arthritis, yakni penyakit autoimun yang menyerang persendian.

Pada penyakit ini, jumlah atau ekspresi interleukin 6 cukup besar, sehingga harus ditekan dengan obat tersebut.

Sedangkan pada pasien Covid-19, terutama dengan sakit parah, biasanya akan mengalami badai sitokin yang disebabkan oleh peningkatan interleukin 6.

"Makanya, para ahli mencoba untuk menekan interleukin 6 itu dengan tocilizumab tersebut, yakni obat antibodi monoklonal," jelas Prof Zullies.

Mahalnya obat Covid-19 ini, kata Prof Zullies, dikarenakan teknologi yang digunakan dalam pengembangan obat tersebut tidak seperti produksi obat pada umumnya.

Baca: Dapat Izin dari BPOM, Obat Covid-19 Ivermectin akan Segera Beredar dengan Harga Rp 5.000 per Butir

Baca: Ivermectin

"Obat ini istilahnya adalah biological agent atau agen biologi. Jadi bukan senyawa kimia biasa seperti kita bikin parasetamol," ungkap Prof Zullies.

Pembuatan obat antibodi monoklonal tersebut sangat sulit, sehingga tak heran jika sebagian besar obat yang termasuk jenis agen biologi ini masih impor dari negara lain.

Obat tocilizumab adalah sejenis protein, yang selain mahal juga tidak tersedia di apotek atau toko obat biasa.

"Obat ini hanya tersedia di apotek di rumah sakit, tidak tersedia secara umum di apotek biasa," imbuhnya.

Tidak seperti kebanyakan obat, tocilizumab yang dipasarkan dengan merek dagang Actemra ini juga harus disimpan pada suhu tertentu, tidak seperti obat umum lain yang lebih mudah disimpan.

Seorang apoteker memegang sekotak tablet dexamethasone di sebuah toko kimia di London. Steroid dexamethasone pada Selasa (16/6/2020) diperlihatkan sebagai obat pertama yang secara signifikan mengurangi risiko kematian pada kasus pasien COVID-19 yang parah. Uji coba ini dipuji sebagai "terobosan besar" dalam perang melawan Covid-19. (AFP/Justin Tallis)

Selain itu, obat tocilizumab ini hanya bisa diperoleh dengan resep dokter.

Obat tersebut juga hanya diberikan saat kondisi pasien kritis.

"Karena untuk pasien Covid-19 dengan sakit yang ringan, obat tocilizumab ini tidak perlu diberikan. Sebab, selain mahal juga, kondisi pasien dengan sakit ringan juga tidak menunjukkan badai sitokin," jelas Prof Zullies.

Baca: Mengenal Vaksin Covid-19 Sinopharm yang Dijual di Kimia Farma: Efek Samping, Dosis, & Harga

Baca: Vaksin Sinopharm

(TribunnewsWiki.com/Rest)



Penulis: Restu Wahyuning Asih
Editor: Putradi Pamungkas

Berita Populer