Informasi Awal
TRIBUNNEWSWIKI.COM - Tari Topeng Gethak merupakan tarian tradisional yang berasal dari Pamekasan, Madura, Jawa Timur.
Tari Topeng Gethak ini juga adalah satu di antara tari tradisional yang menjadi bagian dari seni pertunjukan Ludruk Sandur di Madura.
Seni pertunjukan Ludruk Sandur atau kesenian Sandur merupakan jenis kesenian rakyat yang paling banyak digemari di Kabupaten Pamekasan.
Kesenian Sandur selalu hadir dalam setiap acara seperti pesta perkawinan, khitanan, dan lain-lain.
Maka tak heran semua masyarakat di wilayah Pamekasan mengenal kesenian ini.
Dalam pertunjukan Ludruk Sandur, tari Topeng Gethak hadir sebagai pembuka pertunjukan kesenian tersebut. (1)
Baca: Tari Bantengan
Sejarah
Tari Topeng Gethak awalnya bernama "Tari Klonoan".
Tarian ini menggambarkan tokoh Prabu Bolodewo dalam lakon Topeng Dhalang Madura yang ditiru oleh masyarakat awam.
Topeng Dhalang Madura saat itu dimainkan dan ditonton hanya di lingkungan keraton atau kaum bangsawan.
Jarang sekali atau hampir tidak mungkin ada kesempatan bagi masyarakat awam untuk menyaksikan penampilan Topeng Dhalang tersebut.
Tokoh Prabu Bolodewo dalam Topeng Dhalang bagi masyarakat merupakan tokoh yang amat sangat dibanggakan.
Rasa bangga tersebut diungkapkan melalui ekspresi gerak yang tersusun menjadi tarian.
Kata "Klonoan" berasal dari kata kelana atau berkelana, yang bermakna Bolodewo berkelana.
Tari Klonoan ini juga sebagai isyarat pembuka sajian Kesenian Sandhur.
Dalam perjalanannya, Tari Klonoan ini berubah nama menjadi "Tari Topeng Gethak".
Perubahan nama ini terjadi sejak Tahun 1980, ketika Parso Adiyanto masih menjadi mahasiswa Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta (STKW) Surabaya jurusan Seni Tari.
Pada saat tugas akhir, ia melakukan penelitian kesenian tradisi yang hidup di wilayahnya,.
Dari hasil penelitian diperoleh petunjuk bahwa Tari Klonoan tersebut gerak-geraknya dan peralihan tiap gerak selalu tergantung pada bunyi kendang yang berbunyi “Ge” dan “Tak”.
Bunyi kendang itulah yang mengilhami penciptaan nama "Topeng Gethak" saat itu.
Baca: Tarian Jawa
Hingga akhirnya nama "Klonoan" tidak lagi digunakan dan berubah menjadi "Topeng Gethak".
Tari Topeng Gethak dalam perjalanannya dari masa ke masa tetap menyatu beriringan dalam satu sajian Kesenian Sandhur.
Tari Topeng Gethak selalu digemari oleh masyarakat di Kabupaten Pamekasan dan bahkan berkembang ke daerah Sampang, Bangkalan dan Sumenep.
Bahkan, Pemerintah Daerah Kabupaten Pamekasan telah menetapkan tari Topeng Gethak sebagai tari khas unggulan Kabupaten Pamekasan. (2)
Baca: Tari Loro Blonyo
Musik Pengiring
Tari Topeng Gethak diiringi oleh alat musik tradisional kendang. (3)