Informasi Awal
TRIBUNNEWSWIKI.COM - Taman Nasional Bantimurung merupakan salah satu destinasi wisata alam yang berada di Sulawesi Selatan.
Taman ini memiliki luas sekitar 43.750 hektar.
Taman Nasional Bantimurung sering disebut juga sebagai Kingdom of Butterfly, atau kerajaan kupu-kupu.
Karena kupu-kupu menjadi fauna khas wilayah Taman Nasional Bantimurung.
Bahkan di lokasi tersebut dibuat khusus museum kupu-kupu.
Namun, pesona Taman Nasional Bantimurung bukan hanya tentang keindahan kupu-kupu saja, yang notabene sebagai hewan yang dilestarikan di Taman Nasional Bantimurung.
Karena, terdapat beberapa pesona lain yang mampu menarik animo para wisatawan dalam negeri, maupun luar negeri, di antaranya: ratusan goa, Air Terjun Bantimurung.
dan Helena Sky Bidge. (1)
Baca: Wisata Bahari Lamongan
Sejarah
Cikal bakal sejarah Taman Nasional Bantimurung dimulai pada tahun 1857.
Tahun tersebut menjadi tahun pertama bagi Alfred Russel Wallace melakukan penelitian di kawasan Bantimurung.
Alfred Russel Wallace merupakan antropolog terkemukan, berkebangsaan Inggris.
Hasil penelitiannya menjadi sebab awal kawasan Bantimurung disebut dengan Kindom of Butterfly.
Karena dia meneliti sekitar 150 spesies kupu-kupu langka yang ada di kawasan Bantimurung.
Baca: Taman Pattimura Ambon
Hasil risetnya menjadi pemantik awal bagi para peneliti lainnya untuk datang ke kawasan tersebut.
Status sebagai Taman Nasional mulai ditetapkan pada tahun 2004, tepatnya tanggal 18 Oktober 2024.
Perlu proses panjang untuk memiliki status sebagai Taman Nasional, termasuk riset yang mendalam.
Perlu dikatuhi juga bahwa status Taman Nasional menjadi sangat dimungkinkan sebagian areanya dijadikan sebagai lahan rekreasi, selain untuk kebutuhan ilmu pengetahuan. (2)
Baca: Taman Wisata Gunung Pancar
Daya Tarik
Kawasan wisata ini telah dibuka untuk umum dan menjadi tujuan wisata terkemuka di Kabupaten Maros.
Di sini, pengunjung bisa melihat berbagai macam keindahan alam seperti air terjun, aliran sungai diantara tebing terjal, danau yang jernih dan lain sebagainya.
Selain itu, pengunjung juga akan disuguhi pemandangan berupa ratusan spesies kupu-kupu yang beterbangan dengan bebas.
Ada sekitar 250 spesies kupu-kupu yang hidup di kawasan ini.
Itulah mengapa tempat ini disebut dengan The Kingdom of Butterfly.
Baca: Taman Pattimura Ambon
Leang-leang merupakan sebuah kelurahan di Maros yang masih masuk dalam kawasan Taman Nasional Bantimurung.
Terdapat pegunungan Karst terbesar di dunia yang sudah berumur ribuan tahun.
Di kawasan ini, pengunjung akan menemui 286 goa dengan 30 lebih goa prasejarah.
Itulah mengapa kawasan Leang-leang lebih terkenal dengan budaya dan kehidupan prasejarahnya.
Di dinding-dinding goa, pengunjung juga bisa menemukan lukisan telapak tangan manusia, babi rusa dan berbagai macam artefak.
Gambar telapak tangan ini disinyalir merupakan telapak tangan manusia purba, letaknya berada di Goa Pettakere.
Baca: Taman Langit Malang
Wisata Pattunuang juga masih masuk dalam kawasan Taman Nasional Bantimurung.
Di sini, pengunjung bisa menantang adrenalin untuk melakukan berbagai macam aktivitas menegangkan seperti panjat tebing, menyusuri goa, menyusuri sungai dan lain sebagainya.
Kawasan wisata ini juga memberikan pemandangan berbagai jenis tumbuhan dan satwa liar yang masih tinggal di habitatnya.
Spesies hewan dan tumbuhan di sini tergolong langka dan sulit ditemui.
Kawasan wisata ini sangat cocok bagi mereka yang senang bertualang akan hal-hal baru di alam semesta.
Baca: Taman Bunga Celosia Semarang
Jika gemar aktivitas menantang, mungkin kini saatnya untuk mencoba goa vertikal terdalam di Indonesia.
Leang Pute bukan merupakan goa biasa.
Goa ini tidak berbentuk horizontal seperti goa pada umumnya.
Goa ini seperti sebuah sumur yang amat sangat dalam dengan dinding-dinding yang dipenuhi dengan bebatuan yang meruncing.
Dengan kedalaman 260–270 meter, goa ini cukup menegangkan jika ditengok dari mulut goa.
Untuk menyusuri goa ini, tidak hanya butuh keberanian saja.
Namun, juga harus membekali diri dengan stamina, keahlian, peralatan, dan dukungan tim yang solid.
Baca: Taman Langit Gunung Banyak
Karaenta adalah laboratorium alam yang menyajikan berbagai macam ilmu dan pengetahuan tentang alam dan sekitarnya.
Kekayaan flora dan fauna di tempat ini sungguh menarik untuk ditelusuri.
Banyak hal-hal baru yang bisa ditemui seperti gugusan kayu eboni yang mana keberadaannya sudah mulai langka.
Wilayah yang termasuk dalam kawasan Taman Nasional Bantimurung ini memiliki spesies khusus yang disebut dengan Primata Macaca Maura.
Spesies ini merupakan sekelompok kera hitam yang unik dan menarik.
Satwa ini sering membuat pertunjukan dan dijadikan tontonan oleh para pendatang.
Yang paling menarik dari Taman Nasional Bantimurung adalah pemandian alam aliran sungai yang mengalir dari gua Leang Lonrong.
Gua yang berada di bawah tebing Karst ini memiliki sungai yang selalu mengalir sepanjang tahun.
Airnya sangat jernih bak kolam renang pribadi.
Ketika mandi di sini, pengunjung bisa jadi akan ditemani tarsius yang muncul di celah bebatuan karst. (3)
Baca: Taman Rekreasi Wiladatika Cibubur
Harga Tiket dan Jam Operasional
- Tiket masuk gerbang pertama Taman Nasional Bantimurung Rp5.000 per mobil.
- Tiket masuk Air Terjun Bantimurung Rp30.000.
Taman Nasional Bantimurung buka setiap hari mulai pukul 08.00-17.00 WITA. (4)
Baca: Taman Mayura Lombok
Fasilitas
- area parkir
- area taman
- museum
- hotel dan penginapan
- gazebo
- kantin
- toilet
- wahana permainan (5)
Baca: Taman Margasatwa Semarang
Lokasi dan Rute
Lokasi Taman Nasional Bantimurung terletak di perbatasan 3 kabupaten, yaitu:
- Kabupaten Bone
- Kabupaten Pangkep
- Kabupaten Maros
Adapun alamat Taman Nasional Bantimurung berada di Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi Selatan.
Akses jalan menuju Taman Nasional Bantimurung bisa dilalui dengan menggunakan kendaraan pribadi, maupun kendaraan umum yang disebut dengan pete-pete.
Adapun rute jika menggunakan pete-pete sebagai berikut:
1. Dari Makassar, rute pertama menuju Terminal Daya.
2. Selanjutnya, menuju Pangkaljene, turun di Maros.
3. Lanjutkan kembali naik pete-pete menuju Bantimurung
Para pengunjung tidak perlu khawatir tersesat, karena lokasi Taman Nasional Bantimurung berada di samping jalan utama.
Akses jalan menuju Taman Nasional Bantimurung juga sudah bagus. (6)