Informasi Awal
TRIBUNNEWSWIKI.COM -Tari Gambu merupakan tarian tradisional yang berasal dan berkembang di Sumenep, Madura, Jawa Timur.
Tarian ini dikenal juga dengan nama Tari Keris.
Dalam catatan Serat Pararaton Tari Gambu disebut dengan Tari Silat Sudukan Dhuwung, yang diciptakan oleh Arya Wiraraja dan diajarkan pada para pengikut Raden Wijaya kala mengungsi di keraton Sumenep.
Tari ini menggambarkan peristiwa pertempuran keprajuritan.
Para penari menggunakan peralatan dan perlengkapan dalam bentuk tameng kecil yang dikenakan pada punggung tangan, pada tameng tersebut dihias ornamen yang terbuat dari bahan cermin.
Cermin yang memantulkan sinar ini sebagai salah satu senjata untuk melindungi diri dari serangan musuh serta untuk membantu mengelabuhi pandangan musuh. (1)
Baca: Tari Kukila
Pementasan
Tari Gambu diperagakan oleh empat penari laki-laki dalam posisi di empat titik sudut.
Sedang komposisi penari yang dimainkan oleh empat penari tersebut berdasarkan empat kiblat yaitu gambaran empat arah mata angin, barat-timur-utara-selatan.
Sedangkan di bagian tengah merupakan titik bayangan yang disebut sebagai titik kelima yang tidak ada penarinya tetapi perlu diketahui oleh para penari bahwa di titik bayangan tersebut sebagai mata hati, komposisi ini disebut sebagai keblat papat lima pancer, yang disebut pancer adalah titik bayangan yang ada di tengah.
Lintasan penari yang selalu dilakukan ke arah kanan merupakan simbol perputaran bumi serta simbol dari perjalanan darah pada tubuh manusia.
Sedangkan gerakan kaki lebih dominan pada perpindahan telapak kaki bergerak merapat lantai, hal ini dilakukan sebagai transformasi energi bumi kedalam tubuh manusia. (2)
Baca: Tarian Jawa
Teknik Pernapasan
Teknik pernapasan yang digunakan oleh para penari menggunakan pernapasan 1-1 yang dilakukan dengan cara menghirup udara melalui salah satu sisi lubang hidung, ditampung di perut kemudian dihembuskan melalui sisi lubang hidung lainnya.
Pengaturan napas ini diupayakan bisa mengalir dengan sendirinya secara alami mengikuti gerak tubuh dengan tanpa paksaan. (3)
Baca: Tari Prawiroguno
Busana
Busana yang digunakan penari ada semacam hiasan kain yang diselipkan pada stagen berwarna putih, merah, hijau dan kuning.
Putih sebagai simbol kesucian, merah sebagai simbol keberanian, hijau sebagai simbol kesuburan, kuning sebagai simbol ketulusan. (4)
Baca: Tari Reog Kendang
Perkembangan
Dalam perkembangannya, tarian ini juga dimainkan oleh perempuan dengan menggunakan keris.
Tarian ini juga pernah disajikan dalam bentuk massal pada hari jadi Kabupaten Sumenep tahun 2013. (5)