Tari Angklung Bungko

Penulis: Bangkit Nurullah
Editor: Putradi Pamungkas
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Tari Angklung Bungko sedang dipentaskan oleh para penari


Daftar Isi


  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Tari Angklung Bungko adalah seni tari yang tumbuh besar di Daerah Bungko, Cirebon Utara, Jawa Barat.

Itulah mengapa pada penamaan tarian ini mengambil nama daerah tersebut.

Awalnya ini adalah kesenian musik ritmis bermediakan kentongan atau kohkol yang terbuat dari potongan ruas bambu.

Pada perkembangan selanjutnya, seni ini menjadi sebuah tarian dengan diiringi alat musik gendang, angklung, tutukan, klenong, dan gong.

Meskipun belum diketahui siapa yang pertama kali menciptakannya, namun awal kelahirannya diperkirakan pada abad ke-17 yakni setelah wafatnya Sunan Gunung Jati. (1)

Tari Angklung Bungko sedang dipentaskan oleh para penari (blogkulo.com)

Baca: Tari Gambu

  • Sejarah


Dalam sejarahnya disebutkan bahwa kesenian ini tercipta sebagai wujud kegembiraan masyarakat Bungko ketika berhasil memenangkan peperangan melawan pasukan Pangeran Pekik (Ki Ageng Petakan).

Kemenangan tersebut dimotori oleh Ki Ageng Bungko atau Ki Gede Bungko.

Ia adalah Senopati Sarwajala (panglima angkatan laut) di Kesultanan Cirebon yang memiliki pengetahuan dan taktik tempur yang tinggi serta keberanian yang luar biasa.

Seperti telah umum diketahui bahwa perkembangan suatu kesenian tidaklah terlepas dari perubahan-perubahan yang terjadi pada kesenian tersebut.

Tari Angklung Bungko sedang dipentaskan oleh para penari (Youtube/Arsip Tikar Media Budaya Nusantara)

Baca: Tarian Jawa

Hal ini juga berlaku pada musik ritmis yang tercipta ditengah-tengah masyarakat Bungko ini.

Perubahan-perubahan tersebut berkenaan dengan pergantian beberapa alat musik yang menyertainya.

Perkusi kentongan telah digantikan dengan Angklung yang ditambahkan pula instrumen Reog atau Dogdog.

Pertunjukkan Angklung Bungko pun berubah bentuk menjadi mirip dengan seni pertunjukkan reog di Priangan (Sunda).

Tetapi tidak lama kemudian, Angklung Bungko pun mengalami perubahan kembali dengan membuang instrumen dogdog dan di ganti dengan kendang dan gong, kemudian memasukkan unsur tari.

Dengan masuknya unsur tari, maka sejak saat itulah Angklung Bungko menjadi seni pertunjukkan musik dan tari. (2)

Baca: Tari Jaranan Kediri

  • Gerak dan Pementasan


Gerak tari dalam Tari Angklung Bungko lebih merupakan penggambaran peperangan saat masyarakat pemilik kesenian tersebut mematahkan serangan pasukan Pangeran Pekik.

Hal ini sangat erat kaitannya dengan cerita masa lalu di mana Ki Ageng Bungko atau Ki Gede Bungko yang berkedudukan sebagai Senopati Sarwajala (Panglima Angkatan Laut) di Kesultanan Cirebon memiliki pengetahuan dan taktik tempur yang tinggi serta keberanian yang luar biasa.

Tari Angklung Bungko dapat di lihat pada upacara adat Ngunjung, yaitu upacara untuk berkunjung atau khaul kepada makam leluhur.

Ritual Ngunjung pada intinya adalah melakukan doa bersama sebagai tanda bakti seorang anak kepada orang tua. (3)

Baca: Tari Kukila

  • Busana


- Penari: celana sontog, kain batik, baju rompi, kaca mata hitam dan ikat kepala

- Pemusik: celana sontog, kain batik, baju komboran dan ikat kepala (4)

(TribunnewsWiki.com/Bangkit N)



Nama Tari Angklung Bungko


Jenis Tarian Tradisional


Asal Daerah Bungko, Cirebon Utara, Jawa Barat.


Sumber :


1. budaya-indonesia.org
2. blogkulo.com


Penulis: Bangkit Nurullah
Editor: Putradi Pamungkas

Berita Populer