Taman Mayura Lombok

Editor: Putradi Pamungkas
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Taman Mayura adalah sebuah taman yang dibangun oleh Anak Agung Gede Ngurah Karangasem pada tahun 1866, yang berjarak 2 km dari timur Mataram.


Daftar Isi


  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Taman Mayura adalah sebuah taman yang dibangun oleh Anak Agung Gede Ngurah Karangasem pada tahun 1866, yang berjarak 2 km dari timur Mataram.

Taman Mayura adalah sebuah taman yang dibangun oleh raja sebagai kompleks istana raja.

Taman ini juga di dalamnya terdapat kediaman kerajaan dalam hal diduduki oleh raja ketika beristirahat di taman, yang sekarang berada di Padmasana.

Taman Mayura merupakan taman yang berada di tengah kota Mataram, tepatnya di Jl. Purbasari, Mayura, Mataram.

Di area yang memiliki luas 244, 60 meter x 138,50 ini terdapat Pura sebagai tempat beribadah.

Namun, pengynjung tak perlu khawatir untuk menjelajahi taman ini.

Pengunjung masih bisa menikmati pemandangan Taman Mayura tanpa mengganggu kegiatan peribadatan, karena tempat ibadah dan area umum masih terpisah.

Taman Mayura (instagram @pariwisata_dilombok)

Baca: Taman Narmada Lombok

Baca: Taman Ujung Sukasada

  • Sejarah


Dalam bahasa Sansekerta, kata Mayura berarti burung Merak.

Taman yang dibangun oleh Anak Agung Ngurah Karangasem ini pada mulanya bernama Taman Kalepug yang berati suara jatuhnya air di telaga.

Namun, sebutan itu berganti menjadi Mayura karena pada kala itu banyak ular berkeliaran di kawasan taman ini.

Untuk mengusir ular, didatangkanlah burung Merak dari Palembang untuk memangsanya.

Sejak saat itulah Taman Kalepug berganti nama menjadi Mayura.

Sekarang yang tersisa hanyalah relief-relief burung Merak yang semakin menyakinkan bahwa legenda tentang ular dan burung Merak memang ada.

Taman Mayura merupaka saksi keberadaan kerajaan Singasari dan orang-orang Bali di Lombok pada abad ke-19.

Uniknya, di area Bale Kambang dapat ditemukan patung-patung yang bercirikan Muslim, Cina, dan Jawa, mengisyaratkan bahwa para raja Singasari dan Mataram sangat menghargai keberagaman budaya.

Patung yang mencirikan Muslim berada di bagian Barat, timur dan utara Bale Kambang yang bersebelahan dengan bangunan linggih yang kental dengan corak Hindu Balinya.

Kala itu, Bale Kambang dipakai untuk mengadili suatu perkara pada jaman penjajajahan Belanda.

Taman Mayura (instagram @pariwisata_dilombok)

  • Daya Tarik


Tidak hanya ditemukan tempat ibadah, di taman ini juga terdapat kolam yang cukup luas.

Perpaduan tersebut membuat tempat ini nyaman untuk menghindari hiruk pikuk perkotaan.

Hal menarik lain yang bisa ditemukan dari Taman Mayura ini ialah bangunannya.

Apabila dilihat lebih dekat, beberapa bangunan memiliki arsitektur khas istana-istana di jaman dulu.

Ada juga bangunan yang mirip dengan istana khas Bali yang berpadu dengan pengaruh Jawa dan Lombok.

Selain itu, pengunjung juga akan dimanjakan dengan danau buatan.

Air yang berwarna hijau seolah-olah berbaur dengan indahnya bangunan khas Mataram di area ini.

Pengunjung juga bisa berjalan menuju tengah danau ini, sebab memiliki akses bagi pengunjung untuk sekedar berfoto ataupun menikmati kesejukan angin di tengah danau.

Hal unik lainnya dari Taman Mayura ini adalah apabila ingin berkunjung, wisatawan harus mengikatkan selendang kecil panjang berwarna merah di pinggang.

Cara mengikatkannya pun ada aturannya. Bagi yang telah menikah maka simpul selendang harus terletak di sebelah kiri.

Apabila sudah mempunyai kekasih, simpul berada di sebelah kanan.

Sementara bagi yang masih sendiri alias single, simpul selendang berada di tengah.

Mengikat selendang pada pinggang memiliki makna bahwa pada saat kita masuk ke dalam kawasan suci diharapkan niat jahat dan segala hal yang kurang baik dapat diikat.

Baca: Sade Village (Desa Sade) Lombok

Baca: Museum Blanco Renaissance Bali

(TribunnewsWiki.com/Septiarani)



Nama Taman Mayura


Nama Asli Taman Kalepug


Pendiri Anak Agung Gede Ngurah Karangasem


Alamat Jl. Purbasari No.29, Mayura, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83239


Jam Operasional 08.00 - 21.00 WITA


Sumber :


1. id.wikipedia.org
2. www.lomboksociety.web.id/2018/03/sejarah-taman-mayura.html
3. travelingyuk.com


Editor: Putradi Pamungkas

Berita Populer