Informasi Awal
TRIBUNNEWSWIKI.COM - Minyak canola adalah jenis minyak nabati yang berasal dari biji tanaman Canola (Brassica napus).
Nama canola itu sendiri sebenarnya merupakan singkatan dari Canada Oil, sebagai negara produsen utamanya.
Minyak canola atau kanola mengandung 63 persen lemak tak jenuh tunggal dan asam alfa-linoleat, turunan dari omega-3.
Kedua senyawa ini sudah lama dikaitkan manfaatnya untuk meningkatkan kesehatan jantung.
Minyak asal Kanada ini juga terbukti rendah akan kandungan asam erusat, asam lemak yang menyebabkan kerusakan jantung.
Meski begitu, minyak kanola tidak memiliki kandungan antioksidan sebanyak minyak satu golongannya yaitu minyak zaitun, karena sudah melalui beragam teknik penyulingan kompleks.
Karena proses penyulingan ini pula minyak canola hanya mengandung sedikit nutrisi penting. Yang tersisa adalah sedikit vitamin E dan vitamin K yang larut dalam lemak. (1)
Minyak kanola merupakan minyak nabati yang terbuat dari biji tanaman kanola. Sama seperti minyak goreng pada umumnya, minyak kanola mengandung tiga jenis lemak, yaitu lemak jenuh, lemak tak jenuh tunggal, dan lemak tak jenuh ganda.
Dari segi nutrisi, satu sendok minyak kanola mengandung 124 kalori dan 16 persen vitamin E. Minyak kanola juga mengandung 64 persen lemak tak jenuh tunggal dan 28 persen lemak tak jenuh ganda (omega-3 dan omega-6).
Kelebihan lainnya dari minyak kanola adalah kandungan lemak jenuhnya yang lebih rendah, yaitu sekitar 7persen. (2)
Baca: Minyak Jojoba
Manfaat
Menggunakan minyak kanola sebagai pengganti minyak goreng dalam pengolahan makanan, disertai penggunaan bahan makanan yang sehat, dan dibarengi dengan pola hidup sehat, bisa memberikan berbagai manfaat bagi kesehatan, seperti:
Salah satu manfaat dari minyak kanola ialah mampu mengurangi kadar kolesterol jahat (low density lipoprotein/LDL) dalam darah. Hal ini karena rendahnya kadar lemak jenuh dalam minyak kanola.
Tidak hanya itu, kandungan lemak tak jenuh yang tinggi dalam minyak kanola mampu meningkatkan kadar kolesterol baik (high density lipoprotein/HDL) dalam darah.
Minyak kanola juga baik untuk menjaga kesehatan jantung. Pasalnya, kandungan omega-3 dan omega-6 di minyak kanola mampu meningkatkan kadar kolesterol baik yang dapat mengurangi risiko penyakit jantung.
Lemak tak jenuh yang terkandung di minyak kanola tidak hanya berguna untuk kesehatan jantung, tetapi juga dapat membantu menjaga kadar gula darah. Hal ini berarti risiko untuk terkena diabetes akan lebih kecil.
Di samping itu, jika dikonsumsi secara teratur, minyak kanola juga bisa meningkatkan sensitivitas insulin hingga 9 persen. Manfaat ini dapat dirasakan oleh orang yang kadar gula darahnya tinggi maupun yang kadar gula darahnya normal.
Vitamin E yang terkandung dalam minyak kanola bermanfaat untuk mencegah kerusakan sel-sel tubuh. Hal ini karena vitamin E memiliki sifat antioksidan yang mampu mencegah kerusakan sel akibat paparan radikal bebas.
Sebuah studi menemukan bahwa kandungan lemak tak jenuh dalam minyak kanola dapat mengurangi risiko terjadinya peradangan. Dengan begitu, risiko munculnya berbagai penyakit kronis juga akan menurun.
Untuk mendapatkan manfaatnya, ibu perlu menggunakan minyak kanola dengan benar. Jika tidak, kandungan nutrisi di dalamnya dapat berkurang.
Saat memasak dengan minyak kanola, usahakan untuk tidak melebihi dari titik asapnya (smoke point), yaitu 200 derajat Celcius.
Saat memasak, bisa menggunakan minyak canola untuk menumis, memanggang, dan sebagai saus untuk salad. Sebisa mungkin hindari menggoreng dengan teknik deep frying, karena metode ini bisa meningkatkan kadar lemak pada makanan. (2)
Baca: Minyak Zaitun
Efek Samping
Meski mengandung banyak senyawa yang bisa menguntungkan kesehatan jantung, tapi minyak ini tidak ideal untuk digunakan memasak dalam suhu tinggi. Misalnya menggoreng atau membakar.
Minyak nabati yang mengandung lemak tak jenuh tunggal seperti minyak canola mampu meminimalisir risiko berbagai penyakit jantung.
Di sisi lain, minyak kanola mengandung tinggi asam linoleat, turunan asam lemak omega-6 yang apabila dikonsumsi dalam jumlah berlebihan dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan.
Ketika dipanaskan, minyak ini akan mengalami oksidasi dan bereaksi dengan oksigen untuk membentuk radikal bebas dan senyawa berbahaya. Omega-6 akan menghasilkan senyawa eicosanoids yang memicu peradangan.
Peradangan dapat meningkatkan faktor risiko beberapa penyakit serius, seperti penyakit jantung, peradangan sendi (arthritis), depresi, dan bahkan kanker.
Peradangan yang diakibatkan oleh omega-6 juga mungkin merusak struktur DNA. Asam linoleat dapat menumpuk dalam sel-sel lemak tubuh, membran sel, hingga terserap ke dalam ASI. Peningkatan omega-6 dalam ASI dikaitkan dengan asma dan eksim pada anak-anak.
Selain itu, sekitar 80 persen minyak kanola dihasilkan dari tanaman canola yang telah melalui rekayasa genetik (GMO).
Minyak canola juga sering diolah dari biji kanola dengan menggunakan pelarut kimia, biasanya heksana, yang tentu dapat berdampak buruk bagi kesehatan.
Proses pemurnian minyak juga serungnya menambahkan sedikit lemak trans. Sebuah penelitian menemukan bahwa minyak canola mengandung sekitar 0,56 hingga 4,2 persen trans.
Secara keseluruhan, minyak kanola tidak seburuk minyak sayur lainnya, tetapi masih jauh dari kata sehat. Meski begitu, sejauh ini belum ada penelitian yang menghubungkan minyak kanola dengan risiko penyakit tertentu. (1)
Baca: Centella asiatica (Daun Pegagan)