Tari Ronggeng Gunung

Editor: Natalia Bulan Retno Palupi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Tari Ronggeng Gunung


Daftar Isi


  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM- Tari Ronggeng Gunung adalah salah satu tarian tradisional asal Jawa Barat.

Ronggeng berasal dari kata renggana (bahasa sansakerta) yang memiliki arti perempuan pujaan hati.

Perempuan pujaan ini adalah penari yang dipilih untuk menyambut tamu bangsawan kerajaan yang selalu diiringi alat musik tradisional.

Sedangkan kata gunung berkaitan dengan daerah perkampungan (pegunungan) sebagai tempat tarian ini berasal dan berkembang.

Pada dasarnya, tarian ini dijadikan sebagai sarana ritual orang kampung untuk menghormati Dewi Sri dan hiburan setelah melepas lelah selesai melakukan satu periode menanam padi.

Tapi, setelah berlakunya sistem perkebunan kolonial Belanda beralih fungsi menjadi sarana hiburan yang harus dilakukan perempuan pribumi kepada tenaga-tenaga ahli kontrak yang didatangkan Belanda. (1) 

Baca: Tarian Jawa

Tarian Ronggeng Gunung ciri khas Pangandaran dimana menggambarkan Dewi Rengganis membentuk pasukan Ronggeng untuk membalaskan dendamnya kepada pembunuh suaminya.

  • Gerakan


Tarian Ronggeng Gunung berasal dari perpaduan kesenian bajidor dan pencak silat.

Tarian ini dipentaskan dalam waktu 2 sampai 12 jam sekali pertunjukan.

Dalam satu kali penampilan biasanya dibawakan 6 sampai dengan 8 lagu.

Secara umum, tema lagu dalam kesenian ini bercerita tentang kerinduan kepada kekasih dan sindiran pada perompak yang telah membunuh Anggalarang.

Awalnya, Ronggeng Gunung sempat berfungsi sebagai sarana pengantar upacara adat seperti panen raya, penerimaan tamu, perkawinan, dan khitanan yang sangat menarik karena mengeksplorasi unsur erotis dari penari.

Tapi, periode tahun 1904 sampai dengan 1945, beberapa nilai dan konsep penyajian Ronggeng Gunung mengalami perubahan disesuaikan dengan norma dan tatakrama yang berlaku semakin baik pada lingkungan masyarakat.

Salah satu contoh perubahan aturan adalah melarang penari bersentuhan langsung dengan penari laki-laki dan penonton laki-laki yang ikut menari ronggeng. (1)

Baca: Tari Mayang Rontek

Tari Ronggeng Gunung yang digelar dalam upacara adat Misalin di Kampung Adat Galuh Bojong Salawe Kabupaten Ciamis

  • Busana


Penari utama ronggeng merupakan seorang wanita yang memakai pakaian adat Jawa berupa kebaya dan kain batik atau kebat serta sehelai selendang yang digunakan untuk menarik penonton laki-laki untuk diajak menari bersama.

Pertunjukan tarian ini biasanya juga disertai dengan beberapa orang penari laki-laki yang memakai kostum berupa ikat kepala, sarung, dan sebilah golok yang diselipkan di pinggangnya. (2)

Baca: Tari Golek Menak

  • Properti


Tari Ronggeng Gunung menggunakan properti seperti, selendang, ronce, keris atau golok yang dipakai oleh penari laki-laki, dan sesajen yang dipersembahkan sebelum pertunjukan berlangsung. (2)

Baca: Tari Kandagan

  • Lagu


Lagu yang biasanya dinyanyikan oleh sinden dalam berbagai pertunjukkan Ronggeng Gunung ada 18 lagu yang disebut kuduk tari yang berisi sisindiran dan wangsalan.

Lagu-lagu tersebut adalah kudupturi, ladrang, sisigaran, golewang, kawungan banter, parut, dengdet, ondai, liring, kawungan kulonan, manangis, mangonet, urung-urung, tunggul kawung, trondol, cacar burung, kidung, raja pulang.

Penyajian lagu dibagi menjadi tiga bagian yaitu pembuka, inti dan penutup.

Untuk bagian pembuka yaitu wangsalan ladrang dan kudupturi.

Bagian inti adalah wangsalan golewang, kawungan banter, parut, ondai, liring, kawungan kulonan, manangis, mangonet, urung-urung, tunggul kawung, trondol, cacar burung, kidung.

Bagian penutup adalah wangsalan dengdet, raja pulang dan sisigaran.

Lagu-lagu ronggeng gunung memiliki irama bebas dengan syair dan berbentuk pupuh (puisi Jawa kuno).

Bentuk sekar, termasuk bentuk tembang yang mempergunakan nada-nada tinggi (meluk = Sunda) yang penuh alunan suara (legeto) dengan rumpaka sebagai media penampilan belaka.

Banyak orang berpendapat bahwa lagu-lagu tersebut senada dengan sebuah bentuk tembang sunda beluk, sebuah irama buhun, sebab itu sangat sulit untuk mentranskripsikan lagu-lagu tersebut atau membuat notasinya sekaligus. (1)

Baca: Tari Beskalan

  • Pemain


- Penari utama dalam ronggeng gunung adalah seorang perempuan yang menggunakan kostum kebaya, samping kebat (kain batik), selendang sebagai kelengkapan penting saat menari.

Fungsi dari selendang ini untuk mengajak lawan (laki-laki) yang berasal dari para penonton yang hadir pada acara.

Apabila selendang sudah dikalungkan ke leher salah satu penonton, artinya orang tersebut terpilih sebagai penari laki-laki.

- Penari laki-laki biasanya berjumlah 10 orang. Kostum yang digunakan adalah sarung, iket kepala serta golok yang diselipkan di bagian pinggang.

Penari laki-laki menari dengan gerakan mengelilingi penari perempuan dengan pola gerakan berputar sesuai arah jarum jam.

- Sinden lulugu (utama) adalah seorang perempuan berusia lanjut yang memiliki suara yang khas dan merdu. Biasanya, pesinden ini bisa membawakan lagu-lagu yang tidak dibawakan oleh pesinden biasa.

- Pemain alat musik yang wajib hanya berjumlah tiga orang, karena alat musik yang dimainkan hanya ketuk, gong, dan kendang.(3) 

Baca: Tari Thengul

(Tribunnewswiki.com/ Husna)



Asal Jawa Barat bagian Priangan Timur


Jenis Tarian Tradisional


Makna Kisahnya berawal dari penyamaran seorang Dewi Samboja untuk membalaskan rasa sakit hatinya atas kematian kekasihnya.


Sumber :


1. id.wikipedia.org
2. www.selasar.com/tari/ronggeng/
3. books.google.co.id


Editor: Natalia Bulan Retno Palupi
BERITA TERKAIT

Berita Populer