Benteng Duurstede

Penulis: Bangkit Nurullah
Editor: Natalia Bulan Retno Palupi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Kemegahan Benteng Duurstede dilihat dari jauh. Benteng peninggalan Portugis dan VOC ini ada di Pulau Saparua, Maluku Tengah.


Daftar Isi


  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Benteng Duurstede merupakan bangunan berbentuk benteng peninggalan sejarah zaman VOC yang terletak di pulau Saparua, Maluku Tengah.

Sebagai benteng pertahanan, bangunan ini dibangun di puncak bukit karang setinggi 7 meter.

Denahnya berbentuk oval dan menghadap ke timur.

Tinggi tombak benteng rata-rata 5 meter dengan ketebalan 1,25 m dan terdapat celah-celah untuk menempatkan meriam.

Di sisi barat dan timur terdapat pos pengintai (turret).

Di dalam benteng terdapat setidaknya 9 bangunan, 3 bangunan masih utuh, selebihnya tinggal pondasi.

Di sisi selatan bangunan terdapat 5 meriam dan sebuah sumur di bagian depan luar benteng.

Benteng ini juga masih menyimpan penjara tawanan, hingga gudang rempah.

Di sekelilingnya terdapat permukiman warga, dengan beberapa rumah tua dengan desain kolonial, lengkap dengan sumur-sumur tuanya. (1)  (2)

Wisatwan menikmati pemandangan Laut Banda, dari atas Benteng Duurstede, yang ada di Pulau Saparua, Maluku Tengah, Rabu (12/11/2017). Benteng tersebut merupakan salah satu peninggalan zaman kolonial ter megah di Maluku. (KOMPAS.COM / MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIA)

Baca: Benteng Amsterdam

  • Sejarah


Sejak abad XVI Maluku telah menjadi pusat perhatian negara-negara barat untuk menanamkan kekuasaan dan menguasai rempah-rempah.

Saparua menjadi salah satu daerah utama penghasil cengkeh yang menjadi perhatian negara-negara barat.

Pada tahun 1691, Gubernur Nicolas van Saghen mendirikan sebuah benteng di atas bukit karang yang berada di tepi laut.

Benteng ini dibuat karena Fort Hollandia sudah dianggap tidak layak digunakan.

Benteng tersebut diberi nama "Duurstede" yang berarti “kota mahal”.

Benteng ini sangat penting dari segi keletakan untuk kepentingan militer.

Ketika Inggris mengambil alih kekuasaan Pulau Saparua pada tahun 1796, Benteng Duurstede ikut dikuasai oleh Inggris.

Pada tahun 1803 benteng ini dikembalikan kepada Belanda, namun di tahun berikutnya terjadi peperangan kembali antara Inggris dan Belanda yang menyebabkan Benteng Duurstede jatuh kembali ke tangan Inggris pada tahun 1810.

Pada tahun 1817 seluruh Maluku termasuk Saparua diserahkan kembali kepada Belanda melalui perjanjian.

Salah satu tour guide menujukan penjara tawanan yang masih asli di Benteng Duurstede yang ada di Pulau Saparua, Maluku Tengah, Minggu (12/11/2017). (KOMPAS.COM/MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIA)

Baca: Benteng Stelsel

Pasukan lokal yang dipekerjakan oleh Inggris yang bertugas di Benteng Duurstede akan dipindahkan ke Batavia, termasuk Pahlawan Nasional Sersan Mayor Thomas Mattulesy Pattimura.

Rencana pemindahan ini memicu gerakan perlawanan yang kemudian dipimpin oleh Sersan Mayor Thomas Mattulesy Pattimura pada tanggal 16 Mei 1817.

Seluruh penghuni benteng tewas kecuali putra Residen yang bernama Jan Lubert van den Berg.

Jatuhnya benteng Duurstede memicu perlawanan rakyat terhadap Belanda meluas hingga Pulau Haruku dan Pulau Hitu.

Perlawanan ini akhirnya gagal dan menyebabkan Pattimura ditangkap.

Oleh karena itu, VOC memusatkan perhatiannya untuk merebut kembali benteng.

Segala usaha telah dilakukan VOC di antaranya adalah mengirim bantuan tentara dan persenjataan perang, namun demikian setiap penyerangan tersebut selalu gagal.

Situasi ini mendorong VOC bertindak lebih agresif, Gubernur van Middelkoop terpaksa meminta bantuan kepada Sultan Ternate dan Sultan Tidore.

Pada tahun 1902 Benteng Duurstede tidak difungsikan lagi.

Kemudian, setelah kemerdekaan Indonesia, benteng ini ditetapkan sebagai cagar budaya pada 12 Januari 1999 dengan SK Penetapan No SK : 013/M/1999. (3)

Pesona Pulau Saparua di Maluku Tengah, dilihat dari atas Benteng Duurstede, Minggu (12/11/2017). (KOMPAS.COM/MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIA)

Baca: Benteng Fort de Kock

  • Jam Operasional dan Lokasi


Jam operasional

Benteng Duurstede buka setiap hari mulai pukul 06.00-18.00 WIT.

Lokasi

Berlokasi di ujung Pulau Saparua, Maluku Tengah, Provinsi Maluku.

Benteng ini bisa dijangkau kurang lebih 30 menit menggunakan angkot dari dermaga Porto, Pulau Saparua.

Untuk memasuki benteng, pengunjung harus menapaki keramik yang menggambarkan cengkeh dan pala.

Setelah itu, pengunjung harus lanjut menapaki sekitar 50 anak tangga untuk sampai ke benteng. (4)

(TribunnewsWiki.com/Bangkit N)



Nama Cagar Budaya Benteng Duurstede


Jenis Cagar Budaya Bangunan


Peringkat Cagar Budaya Nasional


No. Regnas CB CB.101


Lokasi Pulau Saparua, Maluku Tengah, Provinsi Maluku


Jam Operasional Buka setiap hari mulai pukul 06.00-18.00 WIT


Sumber :


1. cagarbudaya.kemdikbud.go.id
2. travel.kompas.com


Penulis: Bangkit Nurullah
Editor: Natalia Bulan Retno Palupi
BERITA TERKAIT

Berita Populer