Gyeongju (Gyeongju-si)

Editor: Febri Ady Prasetyo
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Menara Gyeongju, dibangun dengan motif Pagoda Kayu Sembilan Tingkat di Kuil Hwangnyongsa di Korea Selatan


Daftar Isi


  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Gyeongju adalah kota di pesisir pantai Laut Timur yang terletak di sudut tenggara Provinsi Gyeongsang Utara, Korea Selatan.

Kota ini merupakan kota terbesar kedua di provinsi tersebut setelah Andong, dengan luas area 1.324 km2; dan populasi 269,343 berdasarkan sensus tahun 2008.

Gyeongju terletak 370 km tenggara Seoul dan 55 km dari ibu kota provinsi, Daegu.

Kota ini berbatasan langsung dengan Cheongdo dan Yeongcheon di barat, Ulsan di selatan dan Pohang di utara, dua pusat perindustrian yang besar.

Sejumlah pegunungan yang rendah di kawasan luar Barisan Pegunungan Taebaek terhampar di sejumlah tempat di kota ini.

Gyeongju adalah ibu kota kerajaan kuno Silla (57 SM—935 M), suatu hal yang menyebabkan kota ini memiliki posisi yang menonjol.

Kerajaan Silla muncul pada akhir milenium pertama, dan menguasai hampir seluruh Semenanjung Korea dari abad ke-7 hingga 9.

Banyaknya peninggalan dari zaman Silla membuat Gyeongju sering disebut sebagai "museum tanpa dinding".

Sejumlah besar situs dari periode ini hingga kini masih dapat ditemukan di Gyeongju dan ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO, seperti Seokguram, Bulguksa, Kota bersejarah Gyeongju dan Yangdong.

Banyaknya tempat bersejarah di Gyeongju menjadikan kota ini sebagai salah satu tempat terpopuler bagi destinasi wisata di Korea Selatan.

Gyeongju kini adalah sebuah kota berukuran menengah. Meskipun tren ekonomi, kependudukan, dan sosial yang telah membentuk Korea Selatan modern juga terlihat pengaruhnya di kota ini, Gyeongju masih mampu mempertahankan jatidirinya tersendiri.

Dalam bidang pariwisata, kota ini adalah salah satu tujuan pariwisata yang paling terkenal, sedangkan dalam bidang perindustrian, kedekatan dengan pusat perindustrian seperti Ulsan pun turut menguntungkannya.

Gyeongju terhubung dengan jaringan kereta api dan jalan bebas hambatan nasional yang memfasilitasi lalu lintas perindustrian dan pariwisata. (1)

Malam musim dingin di Observatorium Cheomseongdae di Korea Selatan

Baca: Hongdae

  • Tentang Gyeongju


Gyeongju adalah ibu kota Dinasti 'Silla,' dengan sejarah 1.000 tahun dari 57 SM sampai dengan 935 M dan telah melewati masa kekuasaan 56 orang raja.

Bukan kota biasa, Gyeongju juga dianggap sebagai kampung halaman budaya Korea.

UNESCO memberi nama kepada Gyeongju, yang penuh dengan warisan dan barang peninggalan budaya, sebagai 'Area Bersejarah Gyeongju' dan mencatatnya sebagai Situs Warisan Dunia yang wajib dilindungi seluruh umat manusia.

Area Bersejarah Gyeongju, yang memiliki beragam situs peninggalan agama Budha dari era Silla seperti pagoda, menara, kuil, istana kolam, makam raja, patung ukiran, dan masih banyak lagi, merupakan museum sejarah hidup dan gudang harta yang agung.

Memiliki luas 1.324 km2, area bersejarah Gyeongju terdiri dari 5 kompleks.

Di antaranya adalah Kompleks Gunung Namsan yang memiliki berbagai jenis peninggalan khas agama Buddha, Kompleks Istana Wolseong yang merupakan bekas lokasi istana kuno, Kompleks Dareungwon yang memiliki makam kuno.

Selain itu, ada Kompleks Kuil Hwangyongsa yang merupakan situs peninggalan kuil agama Buddha, dan Kompleks Benteng Gunung Sanseong yang merupakan lokasi keberadaan benteng pertahanan. (2)

Baca: Pulau Jeju

  • Wisata


Museum Nasional Gyeongju

Museum ini terdiri atas Galeri Sejarah Silla, Galeri Seni Silla, Galeri Wolji, dan pameran terbuka, yang berfungsi sebagai tempat yang sempurna untuk belajar tentang Dinasti Silla dan sejarah Gyeongju dalam satu lokasi.

Galeri Sejarah Silla menampilkan artefak Dinasti Silla dalam urutan kronologis. Yang menjadi sorotan di galeri ini adalah ruang pameran kedua tempat ditampilkannya aksesoris emas seperti mahkota dan ikat pinggang, yang digali dari Makam Cheonmachong.

Galeri Seni Silla menampung sekitar 700 karya seni. Karena Silla adalah sebuah bangsa yang dibentuk berdasarkan ideologi agama Buddha, banyak karya seni menunjukkan jejak agama Buddha dan prinsip-prinsipnya.

Sementara Aula Wolji, galeri ini dipenuhi dengan peninggalan yang ditemukan di sekitar Istana Donggung dan Kolam Wolji.

Pameran luar ruangan terdiri dari banyak benda bersejarah penting yang terlalu besar untuk ditempatkan di dalam, seperti Lonceng Ilahi Raja Seongdeok.

Untuk memudahkan pemahaman tentang pameran bagi wisatawan asing, panduan audio tersedia untuk disewa hanya dengan 2.000 won.

Perangkat panduan dapat disewa di toko di dalam museum, dengan informasi dalam bahasa Korea, Inggris, Jepang, dan Cina.

Desa Tradisional Gyochon Gyeongju

Pengunjung dapat menemukan bengkel untuk tembikar dan kaca, serta pusat pengalaman nubi (quilting tradisional).

Pengunjung bisa menonton pengrajin kaca di tempat kerja mereka, atau membayar sedikit untuk mencoba membuat sesuatu dengan tanganmu sendiri.

Terdapat taman bermain di tempat ini, semua pengunjung dapat memainkan permainan tradisional, seperti neolttwigi (jungkat-jungkit), gulleongsoe (hoop rolling), dan tuhonori (permainan lempar panah).

Kompleks Makam Daereungwon

Salah satu pemandangan paling unik di Gyeongju adalah pemandangan 23 "bukit" berukuran hampir seragam yang ditemukan di Kompleks Makam Daereungwon.

Bukit tersebut sebenarnya adalah makam raja, ratu dan bangsawan lainnya dari Dinasti Silla. Meskipun sebagian besar situs makam terletak di daerah terpencil, makam Silla terletak di pusat kota Gyeongju, memberikan akses mudah ke wisatawan dan berfungsi sebagai tempat wisata untuk bersantai bagi warga juga.

Dari semua makam di Kompleks Makam Daereungwon, Makam Cheonmacheong adalah yang paling terkenal.

Interiornya telah digali dan makamnya sekarang berfungsi sebagai ruang pameran. Replika artefak yang ditemukan dipajang, sedangkan artefak asli disimpan di Museum Nasional Gyeongju.

Pasar Jungang Gyeongju

Juga disebut Pasar Araet, Pasar Jungang Gyeongju adalah pasar tradisional 5 hari, yang beroperasi pada hari ke 2, 7, 12, 17, 22 dan 27 setiap bulan.

Ada banyak hal untuk dilihat dan dimakan pada hari pasar beroperasi, ketika para pedagang berkumpul untuk menjual produk mereka.

Pengunjung dapat membeli berbagai makanan, mulai dari tteokbokki (kue beras tumis), eomuk (kue ikan), hoe (irisan ikan mentah) hingga jeon (pancake).

Observatorium Cheomseongdae

Observatorium Cheomseongdae dibangun pada tahun keenam belas dari pemerintahan Ratu Silla Seondeok (647 M), menjadikannya struktur astronomi tertua di Asia.

Struktur ini mencapai ketinggian 9 meter dan mempertahankan kondisinya yang hampir sempurna hingga hari ini.

Ditunjuk dan dilindungi sebagai situs warisan budaya, Observatorium Cheomseongdae menunjukkan pengetahuan Korea kuno dalam bidang astronomi dan sains serta keunggulan mereka dalam keterampilan dan arsitektur.

Observatorium ini terbuka untuk semua orang tanpa biaya masuk sampai larut malam, wisata sejarah yang menarik baik penduduk lokal maupun wisatawan.

Istana Donggung & Kolam Wolji

Sebagai sebuah istana terpisah dari Kerajaan Silla tempat sang pangeran tinggal, Istana Donggung digunakan sebagai tempat jamuan untuk merayakan acara-acara menyenangkan negara atau menjamu tamu-tamu penting.

Istana dan Kolam Teratai Wolji di sekitarnya populer sebagai tempat bersantai untuk berjalan-jalan karena keindahan dan nilai budayanya yang harmonis.

Lebih dari 30.000 artefak sejarah ditemukan di sini, dengan sebagian besar benda-benda rumah tangga umum, memberikan kesempatan bagus untuk mempelajari budaya dan masyarakat Dinasti Silla.

Barang-barang yang digali dari situs ini dipajang di Galeri Wolji di Museum Nasional Gyeongju.

Taman Pameran Budaya Dunia Gyeongju

Salah satu bangunan terbesar di kawasan Kompleks Wisatawan Bomun terletak di Taman Pameran Budaya Dunia Gyeongju.

Bangunan unik yakni menara Gyeongju yang menjadi landmark taman ini, dibangun dengan motif potongan dari Pagoda Kayu Sembilan Tingkat besar Kuil Hwangryongsa dari Dinasti Silla.

Menara ini merupakan tempat berbagai peninggalan dan bahan-bahan yang ditemukan di sekitar Gyeongju dari periode Silla, memberikan satu lagi kesempatan untuk mempelajari sejarah daerah tersebut.

Taman ini setiap tahun menyelenggarakan Pameran Budaya Dunia untuk mengembangkan budaya baru melalui pertukaran budaya di seluruh dunia dan untuk membantu meningkatkan budaya kemanusiaan.

Acara dimulai pada tahun 1998 dan telah digelar dengan tema baru setiap tahun.

Pada tahun 2017, “Kota Ho Chi Minh-Pameran Budaya Dunia Gyeongju” diadakan dengan tema mempromosikan kemakmuran Asia melalui pertukaran budaya.

Kuliner

Pengunjung dapat bersantap di Gyori Gimbap yang terkenal di desa Gyochon. Gimbap ini sangat populer sehingga sering kali ada barisan orang yang menunggu untuk mendapatkan satu gulung.

Gyori Gimbap memiliki banyak telur, memberikan rasa lezat dan gurih yang tidak ditemukan di gimbap lainnya.

Setelah menikmati pemandangan desa sambil makan gimbap, pengunjung dapat mampir ke kafe tradisional untuk minum teh.

Di Nodong-dong, yang terletak di seberang Kompleks Makam Daereungwon dipenuhi dengan banyak kafe yang menawarkan pemandangan yang menakjubkan.

Jalan kafe ini tidak terlalu panjang tetapi sangat cocok untuk beristirahat sambil meminum secangkir kopi harum.

Selain itu, pengunjung dapat mencicipi Hwangnamppang (roti Hwangnam), yang dinamakan berdasarkan daerah yang pertama kali dijual, Hwangnam-dong.

Roti sederhana, tetapi lezat ini terbuat dari adonan tepung yang diisi dengan pasta kacang merah berbentuk bola.

Roti ini kemudian dicap di atas dengan pola sisir dan dipanggang. Saat roti dipanggang, aroma lezat dari pasta kacang merah menguar. Roti siap dimakan saat adonan berwarna cokelat keemasan.

Roti populer lainnya yang terkait dengan Gyeongju adalah roti chalborippang, atau roti barley.

Roti bundar dan pipih ini terbuat dari tepung gandum, dengan dua potong roti yang disatukan dengan pasta kacang merah.

Bentuk roti ini mirip dengan pancake tetapi ukurannya jauh lebih kecil, dan memiliki tekstur yang lembut dan kenyal. (3)

Baca: Pulau Nami

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Anindya)



Nama Tempat Gyeongju


Lokasi Korea Selatan


Keterangan Kota Tua Bersejarah


Luas Wilayah 1.324 km²


Sumber :


1. id.dbpedia.org
2. world.kbs.co.kr
3. visitkorea.or.id


Editor: Febri Ady Prasetyo

Berita Populer